
"Sayang, nanti malam aku akan bertemu dengan rekan kerja dari Rusia. Dia meminta kita menghadiri jamuan makan malam bersama Triplet untuk merayakan hari lahirnya. Tidak apakan jika Abang datangkan perias agar kamu ngak repot, apalagi harus mengurus anak-anak kita juga," kata Arjuna ketika mendekati sang istri yang tengah merancang busana yang akan dikirimkan pada Amanda.
"Hhhm, sepertinya ide bagus Bang. Tidak masalah Bang, lagi pula belakangan ini aku memiliki ganguan panik aku khawatir malah mengacaukan suasana dan membuat kita datang terlambat," kata Anggrek mengusap tangan kekar sang suami.
"Sayang bukan begitu maksudku, istriku selalu yang terbaik. Aku tahu pasti itu, hanya saja nanti kamu kerepotan karena triplet suka menangis bersamaan. Entah itu kebiasaan atau apa tetapi sepertinya mereka bertiga memang suka janjian untuk menangis seolah menyatakan jika mereka tidak ada yang mau diabaikan tapi itu manis sekali," kata Arjuna yang tersenyum mengalihkan pandangannya pada box bayi yang terdapat triplet.
"Abang aku tidak tersinggung, ya sudah sekarang aku mau mengambilkan buah untuk menemaniku bekerja," kata Anggrek pada Arjuna.
"Baiklah, aku ingin membersikan diri dulu," kata Arjuna dan berlalu dari sana.
Malamnya Anggrek dan Arjuna sudah tampil mempesona lengkap dengan baju yang senada sehingga membuat mereka tampak sangat serasi. Jangan lupakan bayi kembar tiga yang ikut menyertai warna mereka malam ini.
"Abang, apa Mas Kai akan ikut?" tanya Anggrek.
"Iya Sayang, Kai akan ikut bersama kita karena memang dia juga diundang oleh Mr Lev," kata Arjuna yang diangguki oleh Anggrek.
Kai tampak mempesona dengan setelan jas yang dia kenakan. Mereka semua masuk kedalam mobil.
"Mas Kai, sepertinya hanya perlu mengikut sertakan Nyonya Sofia disampingmu pasti akan sangat serasi, semoga jawaban baiknya beberapa minggu kedepan akan diketahui. Aku dudah tidak sabar dengan kabar baiknya," kata Anggrek yang diaamiinkan semuanya.
Setibanya di kediaman Mr Lev, mereka disambut hangat disana. Mr Lev tampak sangat bahagia bisa bertemu dengan Anggrek dan ketiga anak Arjuna.
"Oh Tuhan, pasti sangat membahagiakan bisa menjadi orang tua tiga anak sekaligus. Orang tua kalian juga pasti sangat bahagia mendapat tiga cucu, pasti hari-hari tuanya sangat berwarna meskipun sekarang Nyonya Riati tengah berada di Jepang bersama Tuan Albern," kata Mr Lev.
"Rasanya sangat luar biasa Mr Lev, terlebih ketiganya selalu kompak dalam hal apapun terutama ketika menangis. Mereka akan menangis bersamaan, mungkin karena memang mereka ditidurkan berdekatan," kata Anggrek.
__ADS_1
"Ayo kita semua makan malam, aku sampai lupa mengajak tamuku makan karena semangat melihat tiga bayi menggemaskan ini," kata Mr Lev.
"Oh iya Mr Lev, selamat ulang tahun. Tolong jangan dilihat dari harganya karena memang tidak seberapa," kata Anggrek memberikan paper bag pada Mr Lev.
"Oh terima kasih Nyonya Wicaksana," kata Mr Lev pada Anggrek.
"Ayo semuanya makan," kata Mr Lev yang diangguki oleh Anggrek, Arjuna dan Kai.
Setelah semuanya makan malam, Mr Lev mengajak srmuanya berkumpul di ruang keluarga.
"Aku dengar kau seorang perancang busana dan juga memiliki butik Nyonya Wicaksana?" tanya Mr Lev pada Anggrek.
"Alhamdulillah, Mr Lev hanya usaha kecil seraya menjaga Putra dan Putriku," kata Anggrek tersenyum.
"Ah, Istrimu sangat bisa menggunakan kalimat hiperbola Mr Wicaksana," kata Mr Lev pada Arjuna.
Setelah semuanya berkumpul di ruangan keluarga. Mr Lev dan Arjuna berbagi pandangan mengenai bisnis dan banyak hal. Arjuna, Mr Lev dan Kai terlibat obrolan bisnis sedangkan Anggrek sibuk dengan ketiga anak kembarnya.
Tidak terasa waktu kian larut dan Arjuna pamit pulang untuk memboyong keluarga kecilnya. Saat ini semuanya tengah diperjalanan, tentu saja Kai yang menyetiri mereka.
"Bos, lu ngerasa ada yang aneh ngak sama Mr Lev?" tanya Kai pada Arjuna.
"Aneh apaan?" tanya Arjuna yang merasa bingung.
"Ya aku merasa dia menatap Nyonya Bos dengan tatapan yang dalam seperti seorang Ayah menatap Anaknya. Terlebih dia juga sangat senang melihat triplet, ya aneh aja gitu," kata Kai.
__ADS_1
"Itu semua hal yang wajar, lu tahu sendiri kalau istrinya sudah dua tahun meninggal dunia. Sejak itu juga Mr Lev belum menikah lagi, terlebih Mr Lev tidak punya anak dengan pernikahannya bersama mendiang istrinya. Jadi wajar saja jika dia begitu bahagia begitu bertemu dengan Baby Faris, Faqih dan Fateen. Aku yakin siapapun sebagai orang tua jika seumur hidupnya tidak memiliki Anak maupun cucu pasti akan sangat-sangat ingin memiliki anak dan cucu, bahkan terkadang tidak jarang saling membandingkan kondisi dirinya dan orang lain," kata Arjuna yang diangguki oleh Anggrek dan Kai.
Dua hari kemudian
"Bagaimana? Apa betul dia Anak dari Ayana Raharja yang dulu pernah menjadi sekretarisku?" tanya Pria itu pada orang kepercayaannya.
"Iya Tuan, setelah kami menyelidiki semuanya benar Anggrek adalah Putri angkat dari Taufik Raharja yang sebenarnya adalah anak kandungnya Ayana Raharja bersama dirimu Tuan. Kami juga sudah mengikuti permintaanmu untuk melakukan tes DNA dan seperti yang telah kau baca jika Anggrek benar adanya anak kandungmu," kata orang kepercayaannya itu.
"Baiklah, kau boleh pergi!" kata pria itu tanpa menoleh pada orang kepercayaannya.
Setelah pintu tertutup, dia menatap dalam seseorang yang teramat sangat dia cintai namun dia khianati. Ya bejatnya dia, membenarkan pengkhianatannya tanpa mau melepaskan wanita yang dia khianati.
"Aku harus bagaimana? Aku sudah lama mendambakan bahkan merindukannya? Sekarang dia telah bersuami dan memiliki anak-anak yang lucu, berarti aku telah memiliki cucu," kata Pria itu dengan mata yang berkaca-kaca syarat akan luka yang mendalam.
"Aku harus bagaimana sayang? Bisakah kau katakan apa yang harus aku lakukan? Apakah jika dia tahu kebenarannya dia mau menerimaku sebagai Ayah kandungnya?" tanya Pria itu dalam tangisannya.
Sementara itu di USA, Mawar bertemu dengan sang Papa.
"Kenapa Papa menolak kembali bersama Mama? Asal Papa tahu Mama sekarang mengalami gangguan jiwa karena Papa tinggalkan! Apa salahnya memaafkan kesalahan Mama di masa lalu mengapa begitu membencinya? Bukankah kesalahan itu Mama lakukan juga karena Papa tidak punya waktu untuk Mama!" teriak Mawar yang tidak terima dengan keadaan menggenaskan sang Mama.
"Aku tidak bisa menerima ini semua Pa! Tidak bisa!" teriak Mawar tapi Taufik Raharja hanya diam dan membeku.
Dia harus apa? Memaksakan kehendak dan dirinya yang sudah tidak sanggup melihat Ayana? Bagaimana mungkin Taufik sanggup bersama Ayana kembali ketika melihatnya saja Taufik serasa melihat pengkhianatan Ayana pada dirinya. Hingga saat ini Taufik belum mampu berdamai dengan itu jadi bagaimana dia bisa?
"Maaf Nak, Papa hanya manusia. Keadaan dan waktu berubah begitupin manusiany," kata Taufik dan meninggalkan Mawar tapi sebelum benar-benar pergi Taufik kembali mendekati sang Putri.
__ADS_1
"Memiliki Adik seperti Anggrek adalah keberuntungan untukmu. Jika memungkinkan lanjutkan kuliahmu ke jenjang yang lebih tinggi dan jadilah wanita yang berdiri dikaki sendiri. Papa tahu Anak Papa tidak sepenuhnya buruk, perbaiki dirimu Nak. Sudahi, jangan lagi kau ulang luka lama Adikmu. Kamu cantik, cantikkan juga Akhlakmu insyaallah nanti yang cantik akhlaknya juga yang menghampirimu. Lupakan ambisimu Nak," kata Papa menasehati Mawar.