
Saat ini Arjuna tengah di dalam ruangan Dokter spealis kandungan. Anggrek sudah sadarkan diri saat Arjuna ingin menggendong tubuhnya dari mobil setibanya di Rumah sakit tadi.
"Abang aku takut," cicit Anggrek yang nerasa sangat khawatir. Jujur saja wanita muda itu takut hadil pemeriksaan akan mengecewakan sang suami.
"Sayang dengarkan Abang! Apapun hasilnya kita akan terima, yang pasti kita chek dulu kamu dan juga kemungkinan keberadaan dedek bayi. Lagi pula jikapun nanti hasilnya negatif berarti Allah masih kasih waktu kita untuk pacaran Sayang. Jadi jangan khawatirkan apapun ya," kata Arjuna berusaha menenangkan sang istri.
Anggrek tidak kuasa menahan tangisan saat mendengar perkataan sang suami.
"Abang ngak akan kecewakan? Jika aku ngak hamil? Ngak akan macem-macem di luar sana kalau aku ngak hamil sekarang? Ngak..." perkataan Anggrek di potong oleh Arjuna.
"Syyuuuttt! Sayang jangan mikir macam-macam. Ingat prasangka adalah dosa dan kamu juga harus ingat terkadang apa yang kita pikirkan itulah yang kita dapatkan. Jadi pikirkan saja yang baik-baik dan banyak-banyak berdo'a pada Allah agar semua yang kamu khawatirkan tidak akan terjadi sayang! Sudah itu Dokter sudah datang," kata Arjuna saat sang Dokter telah masuk ke ruangan yang sekarang di tempati oleh Arjuna dan Anggrek.
__ADS_1
"Selamat malam! Dengan Nyonya Anggrek dan Tuan Arjuna?" tanya seorang Dokter paruh baya yang memasuki ruangan itu.
"Iya benar Dokter, Saya dan istri datang ke sini ingin memeriksa kehamilan istri saya," kata Arjuna pada sang dokter saat dokter itu menanyakan keluhan dan tujuan mereka untuk memeriksa kehamilan.
"Tapi saya sama sekali tidak mengalami gejala-gejala wanita hamil Dokter. Saya tidak mengalami mual dan juga morning sickness," jelas Anggrek yang masih yakin jika dirinya tidak tengah berbadan dua.
"Baik Nyonya supaya keraguan kita tidak bertambah lebih baik kita langsung memeriksanya menggunakan USG agar kita tahu apakah Babynya memang enggan menyapa sang Bunda dengan tumbuh diam-diam atau bagaimana?" kata sang Dokter dengan senyuman manisnya.
Hingga tampaklah bulatan hitam yang terlihat masih kecil melalui layar. Dokter paruh baya yang masih tetap cantik itu tersenyum hangat pada Anggrek dan tetap melanjutkan pemeriksaannya.
"Suster nanti gambarnya tolong di cetak ya," kata sang Dokter pada suster yang membantunya.
__ADS_1
"Baik Dokter,"
"Mari Nyonya Angrek dan Tuan Arjuna silahkan duduk," kata Dokter spealis kandungan itu.
"Baiklah sebelum saya menjelaskan lebih lanjut. Saya ingin mengucapkan selamat pada Nyonya dan Tuan. Selamat karena Nyonya positif hamil Tuan dari perkiraan waktu dan juga besar janin si Dedek telah berusia enam minggu," kata Dokter itu dengan senyum yang seolah ikut merasakan kebahagian sang pasien.
"Alhamdulillah Sayang, kamu hamil. Abang sangat bahagia, sebentar lagi Abang akan jadi seorah Ayah! Kita akan jadi orang tua Sayang," kata Arjuna yang tidak kuasa menahan air mata bahagia dan memeluk erat tubuh sang istri.
Melihat raut bahagia sang suami Anggrek juga tidak kuasa menahan air mata kebahagiaan.
"Baiklah saya akan resepkan obat dan vitamin penguat kandungan untuk Nyonya. Tuan, nanti tolong di perhatikan kegiatan dan juga makanan yang di makan oleh Nyonya Tuan. Biasanya 3 bulan di awal itu sangat rentan jadi Nyonya usahakan jangan terlalu banyak kegiatan apalagi sampai kelelahan," kata sang dokter.
__ADS_1
Kedua pasangan suami istri itu mengangguk dengan sangat semangat menyambut akan hadirnya calon keluarga baru yang akan bertemu mereka 9 bulan ke depan.