Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Mikhail Radislav


__ADS_3

"Abang kenapa kok tumben minta ditemenin sampe kedalam sama pengawal? Ada apa?" tanya Anggrek begitu Arjuna duduk dan mulai menyuapi makanan yang disiapkan oleh sang istri untuknya.


"Nanti ya Sayang Abang ceritakan," kata Arjuna dan sibuk memakan makanan yang disuguhkan oleh istrinya.


"Pelan-pelan Abang, makanannya ngak akan lari," kata Anggrek mengusap bibir sang suami yang belepotan saat makan ayam saus buatannya.


Arjuna sempat tertegun saat sang istri mengusap bibirnya dan terpana oleh keadaan.


"Yang kok kebalik sih, harusnya kamu yang makan bolepotan dan aku yang usap pake tangan terus kamu terpesona sama aku, lalu muncul deh lope-lope di udara kayak disinetron," kata Arjuna mengedip-ngedipkan matanya keyaj orang kelilipan.


"Ih Abang, mulai lagi. Jangan ikut-ikutan Mas Kai deh, cukup jadi Abang aku yang manis dan baik hati aja," kata Anggrek yang mengusap wajah sang suami.


"Ih Ayang, dibawa becanda ngak bisa. Auk ah, enak yang makasih ya," kata Arjuna setelah menyelesaikan makannya dan meminum air yang disuguhkan oleh Anggrek.


"Abang mau makan buah?" tanya Anggrek pada Arjuna.


"Nanti dulu deh Sayang, kenyang." kata Arjuna pada Anggrek.


"Oh iya sayang, Abang mau berterus-terang mengenai apa yang membuat Abang pulang larut malam tadi malam," kata Arjuna menatap serius sang Istri.


"Iya sebentar ya Bang, aku letakkan dulu ini dibelakang ya," kata Anggrek.


"Ya Allah, mengingat bagaimana respon Abang tadi malam entah mengapa aku merasa ada yang tidak baik pada suamiku yang terjadi. Terlebih lebam diwajahnya memang benar adanya meski sudah diobati, apa yang sebenarnya terjadi pada Abang?" lirih Anggrek ketika meletakkan piring dibelakang.


Anggrek duduk disamping sang suami lengkap dengan semangkuk buah yang telah dipotong-potong yang abru diambil oleh Anggrek dari kulkas.

__ADS_1


"Sayang, mengenai tadi malam Abang harapnkamu mau memaafkan Abang karena ini diluar kendali Abang. Abang mungkin bisa saja menyembunyikan ini dari kamu tapi Abang khawatir hanya akan membuat hubungan kita merenggang jika sampai orang luar yang memberi tahu kamu tentang hal ini," kata Arjuna.


Perlahan tapi pasti Arjuna menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi atau ditambahkan. Sedangkan Anggrek sudah merasa tidak karuan, meskipun itu hanya kecelakaan kalau sampai hal buruk itu benar-benar terjadi Anggrek bahkanntidak sanggup membayangkannya.


"Ya Allah, terima kasih Ya Allah. Alhamdulillah," kata Anggrek memeluk erat suaminya.


"Kalau begitu, jika ada yang mengajak bertemu entah itu urusan bisnis atau apa kamu lihat tempatnya dulu Bang. Masa mau-mau aja diajak ketemu di club malam, terkadang musibah itu hadir karena kita yang memberikan celah. Masih untung ngak terjadi apa-apa, kita bukan hanya berdua Bang. Tapi kamu udah jadi Bapak dari tiga Anak," kata Anggrek.


"Bersyukur kamu masih bisa lepas Bang," kata Anggrek.


Melihat bagaimana sang istri menangis, Arjuna bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana jika Anggrek tahu dari orang lain. Pastinya akan ditambah banyak micin yang membuat kabar dan berita itu lebih sedap agar rumah tangganya dan sang istri berantakan.


"Sebenarnya kamu itu punya berapa banyak mantan sih Bang? Kenapa masalah kita itu selalu masalah sama mantan kamu, aku heran deh!" kata Anggrek yang membuat Arjuna hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya mau gimana Sayang, Ayah ganteng bangetnya Farisnya makanya punya banyak mantan. Tapi ngeselin banget sih di teror terus sama Mantan!" kata Arjuna kesal.


"Sayangku jangan marah-marah terus dong! Nanti kamu..."


"Auw sakit Sayang, ntar yang ada biru-biru Sayang. Ini aja belum sembuh lagi, masa udah nambah juga?" kata Arjuna dengan wajah memelas.


"Jadi kemaren Kevin dan Gio bawa kamu ke rumah sakit juga?" tanya Anggrek pada Arjuna dan Arjuna hanya menganggukkan kepala saja.


Setelah menceritakan semuanya Arjuna merasa lebih lega dalam beraktivitas. Bapak tiga anak itu langsung pergi ke kantor untuk rapat dengan clien yang memang janji jam 11.30 siang.


"Bos, siapa yang akan menemani Bos bertemu Mr Alex?" tanya Kim Hana pada Arjuna.

__ADS_1


"Jinyong saja, kamu tetap di kantor," kata Arjuna tanpa bisa dibantah lagi.


"Bos, apa Bos sudah melihat LK Corp diberita malam tadi? Benar-benar hancur tanpa bersisa, aku sungguh tidak menyangka jika LK Corp penuh dengan orang-orang licik," kata Jinyong.


"Sudah, jangan merecoki urusan orang lain. Semuanya setimpal dengan tangis para pekerjanya yang dia zholimi. Sudah lebih baik kamu pahami file yang nanti akan dijelaskan pada investor. Saya ngak mau ada kesalahan, terlebih saya harus kembali ke Indonesia dalam beberapa hari ke depan," kata Arjuna yang diiyakan oleh Jinyoung.


"Oh iya Bos, kalau LK Corp bangkrut bagaimana Lee Heon ya Bos? Yang saya dengar dia mengalami kelumpuhan total dan juga memiliki seorang Bayi berusia 1 tahun hasil hubungan terlarangnya dengan kekasih gelapnya yang membuat dia kehilangan istrinya. Bagaimana dia bisa mengurusi bayi gembul itu tanpa..."


"Diam! Itu urisan dia! Lagi pula ada sangat-sangat banyak manusia dimuka bumi ini, pasti akan ada saja jalan untuk anak itu hidup. Lagi pula Heon hanya lumpuh pada kakinya, tangannya masih bisa bekerja dengan baik!" kata Arjuna kesal dengan celotehan Jinyoung.


Setelah hari panjang yang Arjuna lewati malamnya Arjuna harus menemui Mr Lev Dimitri sesuai dengan janjinya.


"Abang, apa tidak bisa dibatalkan saja? Aku khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti tadi malam Abang,'' kata Anggrek menatap lekat sang suami.


"Sayang, kau sendiri tahu bagaimana Mr Lev dan reputasinya. Lantas mengapa kamu harus begitu mengkhawatirkan aku, lagi pula nanti Kevin dan Gio akan masuk ke dalam bersamaku," kata Arjuna berusaha menenangkan hati Anggrek yang gelisah.


"Jika memang rasanya suasananya lain, tolong lekaslah pulang. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi Bang," kata Anggreknyang merasa dirinya akan menangis jika sang suami pergi. Firasat apa ini sebenarnya.


"Sayang, do'akan saja yang terbaik. Tidak mungkin Mr Lev melakukan hal-hal yang buruk. Kau sendiri pernah berbicara dengannya dan dia sangat baik," kata Arjuna menenangkan sang istri.


#Kediaman Mr Lev selama di Korsel


"Hi Mr lev, apa kabar?" tanya Arjuna pada Mr Lev.


"Oh iya Arjuna aku punya salah seorang teman yang ingin berkenalan langsung denganmu." kata Mr Lev memeluk Arjuna setelah membalas sapaan Arjuna padanya.

__ADS_1


"Siapa Mr Lev?" tanya Arjuna.


"Sesorang yang akan memperingan kegiatan kita sebagai rekan baru, dia tertarik dengan usaha yang terus kau kenbangaan. Namanya Mikhail Radislav!' kata Mr Lev pada Arjuna.


__ADS_2