Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Pertemuan Mengharukan


__ADS_3

"Daddy akan perkenalkan kalian di waktu yang dan kesempatan yang tepat. Daddy saja belum pernah ketemu secara tatap muka dan berdekatan dengannya Nak, selama ini Daddy hanya mengamatinya dari kejauhan," kata Radislav pada Marvell.


Marvell hanya mengangguk mengerti, banyak sedikit dia juga tahu mengenai Anggrek. Ya tidak sukit bagi Marvell untuk mengetahui siapa Anggrek dan bagaimana kesehariannya.


"Baiklah, Dad. Aku akan berangkat dulu untuk beberapa keperluan," pamit Marvell yang membuat Radislav menghela nafas panjang.


"Kau lihat sendiri Kak, belum juga aku mengatakan sesuatu tapi dia sudah mengetahui kebenaran mengenai Anggrek. Berprasangka baik saja Kak, lagi pula selama ini kamu yang membesarkan mereka berempat sejak mereka bayi walaupun dia hanya anak yang kau selamatkan dari perjalanan tapi mereka yahu pasti posisi dan kondisinya kak," kata Lev pada Radislav.


"Sudahlah, kepalaku pusing. Aku ingin sendiri," kata Radislav yang membuat Lev meninggalkan pria tua itu sendiri.


Malam menjelang begitu cepat, Anggrek telah rapu dengan gamis terbaiknya dan hijab lebar persegi empatnya.


Triplet telah rapi didalam kareta bayi, ketiganya tampak bahagia dan sedari menebarkan senyum dan tawa kecilnya yang membuat Anggrek kian tersenyum bahagia.


"Seneng banget ya Sayang mau ketemu sama Grandpa? Kita akan menemui Grandpa, jadi anak-anak Bunda ngak boleh rewel ya Nak," kata Anggrek pada Anak-anaknya seolah bayi-bayi itu mengerti apa yang dimaksudkan oleh Anggrek.


"Assalamu'alaikum Sayang," kata Arjuna begitu memasuki kamarnya. Pria tampan itu sudah tampak lesu dan letih karena memang baru pulang bekerja.


"Walaikumussalam, capek banget ya? Mau mandi air hangat?" tanya Anggrek yang diangguki saja oleh Arjuna dan dia menyandarkan tubuhnya dipunggung sempit sang Istri.


"Kok rapi banget Yang? Mau kemana?" tanya Arjuna malah mendusel-dusel wajahnya dipundak sempit Anggrek.


"Katanya Abang mau ngajak aku ketemu sama Daddy, tapi kalau memang Abang capek hari ini besok-besok saja," kata Anggrek yang membuat semangat Arjuna on untuk pergi bertemu dengan mertuanya.


"Baiklah, Abang akan mandi dulu," kata Arjuna semangat tapi Anggrek tahan karena Anggrek tahu jika sang suami merasa capek.


"Duduk dulu, biar aku siapkan air hangat biar badannya enakan," kata Anggrek dan Arjuna dudul seraya memandangi triplet yang berada distroller.


"Sayang-sayangnya Atlyah udah pada wangi. Ughhh rasanya oengen Ayah gigit, Ayah cium tapi ayah belum mandi Nak. Takutnya nanti Bunda kalian malah ngamuk sama Ayah. Jadi sabar ya, uuu Ayah kangen sekali sama kalian bertiga," kata Arjuna menatap lekat anak-anaknya.

__ADS_1


"Abang, airnya udah siap silahkan Abang mandi dulu ya biar badannya seger dan Arjuna menganggukkan kepalanya dan mengecup kening sang istri sebelum dia berlalu dari sana.


Anggrek berlalu ke bawah setelah Arjuna masuk ke kamar mandi. Di dapur Anggrek bertemu dengan Hong Rawon yang tengah memakan es krim dari kulkas.


"Eh Nyonya," kata Rawon.


"Iya, mengapa makannya di dapur, di ruang keluargakan bisa sambil nonton sama Bibi dan Zizi," kata Anggrek dan Rawon hanya menganggukan kepalanya saja.


"Nyonya mau buat apa? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Rawon.


"Tidak, aku hanya ingin membuat susu hangat. Tidak apa pergilah," kata Anggrek pada Rawon yang hanya diangguki tanpa bantahan.


"Abang, udah siap diminum dulu susunya. Kalau memang ngak sanggup sekarang ngak usah dipaksain. Apalagi beberapa hari ini Abang sangat sibuk," kata Anggrek melihat raut letoh masih tampak jelas dimata sang suami.


"Ngak apa Sayang, niat baik ngak baik untuk ditunda. Lagi pula bukan Abang yang nyetir tapi Kevin dan Gio. Ayo kita berangkat," kata Arjuna setelah meminum habis susu hangat yang dibuatkan sang istri.


"Makasih ya," kata Arjuna mengecup lama kening istrinya setelah badannya terasa nyaman.


#Mansion Radislav


Rumah megah layaknya hotel bintang lima itu dihias begitu bagus walai sebenarnya tanpa dihias rupanya sudah sangat menyilaukan karena indahnya.


"Lev, aku tidak menyangka jika putriku akan datang menemuiku. Aku harus mengatakan apa? Bagaimana aku hatus menyambutnya?" pertanyaan Radislav yang mungkin sudah keseratus kalinya membuat Lev hanya membuang nafas kasar.


"Kak, tenanglah. Kau dan Anggrek akan bisa bersikap layaknya yang seharusnya. Terlebih Anggrek adalah wanita muda yang cerdas dan pandai berbaur," kata Lev pada Radislav.


"Aku harap juga begitu," kata Radislav.


Tubuh Radislav semakin menehang saat penjaganya mengabarkan jika Anggrek telah tiba diteras rumah bersama mobil dan ketiga cucunya Anggrek bawa bersamanya.

__ADS_1


"Malam, Mr Radislav dan Mr Dimitri," sapa Arjuna begitu mereka memasuki kediaman Mr Radislav.


Seketika Anggrek menatap pria yang ada disamping Lev, disaat itu juga Anggrek seolah melihat dirinya dalam versi laki-laki. Antara dirinya dan Mr Radislav sangat-sangat banyak kemiripan, mulai dari garis wajah hingga warna mata dan jangan lupakan warna rambut yang berwarna pirang dan tebal. Tidak salah Mama Ayana begitu membencinya, karena melihat Anggrek sama dengan melihat Radislav dalam tubuh yang lain.


"Anggrek, anakku..." lirih Radislav dan berlari ingin memeluki Anggrek yang memaku sedangkan Radislav yang sangat tidak menyukai tangisan tidak lagi mampu menahan haru ketika melihat sang putri dari jarak sedekat ini. Hingga jaraknya dan Anggrek semakin dekat Mr Radislav tidak lagi mampu menipis jarak karena mengingat masa lalu dan jarak nyata yang hadir diantara dia dan Anggrek.


"Daddy? Benarkah?" tanya Anggrek dengan mata berkaca-kaca. Entahlah dia merasakan perasaan yang sulit dijabarkan, ada sedih, kecewa dan marah.


"Iya sayang ini Daddy, maafkan Daddy Nak," kata Radislav begitu Anggrek masuk kedalam rentabgan tangannya. Pria tua yang masih tampak tampan itu memeluk erat sang Putri yang telah lam dia rindukan. Putri yang dia telantarkan karena banyak alasan oengecut yang dia miliki.


"Maafkan Daddy, Nak. Sungguh maafkan Daddy, karena Daddy bukan Ayah yang baik bagimu," kata Radislav yang tidak lagi kuasa menahan tangis.


Terlebih saat dia memeluk erat Anggrek dari kejauhan dia melihat mendiang sang istri yang tersenyum seraya menangis melihat adegan itu. Istrinya tercinta menganggukkan kepalanya melihat adegan mengharukan itu.


Masih basah diingatn Radislav bagaimana Istrinya menangis dan meminta membawa putrinya dengan Ayana ke rumah mereka tapi Dia menolak karena tidak ingin lebih menyakiti sang istri.


"Maafkan Daddy Sayang," kata Radislav mengusap kepala sang Putri.


Ya Anggrek memutuskan untuk menerima dan memaafkan semua kesalahan sang Daddy tanpa mengungkit luka lama. Kau rahu bagaimana rasanya mengikhlaskan luka lama? Sakit memang tapi lebih sakit jika tetap digenggam erat karena satu-satunya obatnya adalah mengikhlaskan.


"Ayo Nak, duduk kita makan malam dulu," kata Radislav yang sejenak melupakan jika disana bukan hanya merek berdua. Sedangkan Arjuna dan Lev hanya memalingkan mata kaeen terharu dan sendu tersendiri. Terlebih Lev yang masih selalu merindukan Putrinya yang telah lama meninggal dunia.


Terlebih mata sang istri yang aangat mirip dengan Kakak Iparnya yang diwarisi oleh keopanakannya semakin mengoyak luka dan kerinduan yang ada. Kau tahu kerinduan apa yang paling menyakitkan? Rindu tanpa bisa menyapa walau sangat ingin, ingin bisa menggenggam walau tidak lagi mampu menggapai, karena sudah berbeda alam dengan orang yang dicintai.


"Ayo makan Sayang kau.mau makan apa? Apa saja yang kau sukai?" tanya Radislav antusias seolah yang dibawanya adalah Anggrek yang masih berusia 5 tahun bukan Anggrek yang 24 tahun.


"Kak, tenangkan dirimu," saat Radislav hampir jatu dan Anggrek berdiri dan membantu sang Ayah yang juga dibantu oleh Lev.


"Apa yanh ostriku katakan benar Lev, aku sungguh keterlaluan bagaimana ini?" tanya Radislav yang begitu emosional saat itu.

__ADS_1


"Dad, kita tidak mampu memutar ulang waktu. Tapi kita bisa membuat sesuatu menjadi lebih berharga dan bermakna dimasa depan, mungkin kau bisa mengajariku bermain pistol karena suamiku selalu dalam bahaya dan aku benci melihat aku yang hanya mampu berdiam diri tanpa mampu membantu suamiku sama sekali. Mari kita ciptakan kenangan indah bersama untuk hari yang lebih baik," kata Anggrek.


"Baik Sayang, Daddy akan sangat semangat menunggu hari-hari itu Sayang. Terima kasih, sungguh terima kasih." kata Radislav


__ADS_2