Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Ingin Menemui Arjuna


__ADS_3

Sedangkan disebuah kamar yang tampak mewah dan elegan, Anggrek tengah duduk diatas sejadahnya. Entah mengapa hatinya merasa sangat gelisah mengingat sang Suami. Ada apa ini? Ketika dia menelpon Arjuna juga Arjuna tidak kunjung mengakatnya begitupun kedua pengawal yang mengawali Arjuna.


"Ya Allah, apapun yang ada diluar sana tolong lindungi suamiku. Hanya kepadamu aku memohon perlindungan dan engkaulah tempat aku mengadu," Anggrek bermohon pada sang pemilik kehidupan.


Waktu sudah menunjukkan jam 11 malam waktu setempat, tapi Anggrek masih belum mau menutup mata. Sedangkan triplet seolah mengerti jika suasana hati sang Bunda sedang tidak tenang dan sadar jika Bundanya tengah sendiri.


Anak-anak itu tidak tertidur tapi juga tidak menangis. Matanya terbuka dan terkadang mengerjap, tapi Sayangnya Anggrek tidak melihatnya karena Anggrek tengah berdiam diri diatas sejadahnya.


Terlalu lama menunggu dan terus memohon perlundungan untuk orang yang dicintainya. Anggrek terlelap diatas sejadahnya dalam kondisi duduk dan bersandar dikaki ranjang. Lengkap dengan tasbihnya yang masih digenggaman tanganya.


Setelah beberapa jam berlalu, Arjuna masih belum pulang. Anggrek melihat anak-anaknya yang terlelap diatas ranjangnya dan sang suami. Anggrek keluar mencari air untuk minum. Setelahnya Anggrek akan mencoba untuk tidur, mungkin saja Arjuna tengah berhalangan menghubunginya hingga sudah jam 1 pagi sang suami masih belum menghubunginya.


"Sudahlah, insyaallah Abang akan baik-baik saja. Lebih baik aku tidur ini sudah larut, takutnya nanti triplet bangun aku malah merasa pusing," kata Anggrek yang memilih merebahkan tubuhnya disamping anak-anaknya.


Sedangkan ditempat yang berbeda. Arjuna tengah menenangkan dirinya setelah satu jam berlalu dia mengalami kejadian yang sangat mengerikan baginya.


"Tuan, apa kami perlu menghubungi Nyonya Anggrek agar beliau tidak khawatir?" tanya Kevin saat menyadari jika sang Nyonya BOs sempat menghubungi mereka.


"Tidak usah Kevin! Saya khawatir Anggrek tengah tertidur karena ini sudah sangat larut. Sekarang tolong saya agar berdiri dan kita pulang," kata Arjuna yang diiyakan oleh Kevin dan Gio.


Diperjalanan Arjuna bertanya-tanya dengan siapa LK Corp bermusuhan, pasti yang membuat kebakaran hebat ini bukan orang biasa. Bagaimana mungkin keamanan LK Corp perusahaan raksasa yang ternyata penuh bangkai didalamnya malah begitu mudah dihancurkan. Pasti ini bukan orang biasa, lantas apa hubungannya dengan Arjuna hingga dia rela membantu, apakah agar Lee Rang tidak mendapatkan Investor? Tapi untuk apa? Bahkan tanpa itu semua dia bisa menghancurkan LK Corp tanpa bersisa seperti itu karena kekuasaan yang dia miliki.

__ADS_1


Lelah memikirkan yang tidak perlu, Arjuna memilih memejamkan matanya. Bersyukur dia tidak lagi mengenakan pakaiannya yang tadi ketika pergi. Berkat Kevin dan Gio sekarang Arjuna menggukan baju kemaja biru muda dan celana bahan berwarna hitam membuat penampilannya tampak segar, meski tidak selaras dengan wajahnya yang tampak kuyu.


Setibanya dirumah, Arjuna langsung memasuki kamarnya dan sang istri. Terlihat Anggrek terlelap dengan Triplet yang terlelap berbaris dikasur mereka.


Satu hal yang membuat Arjuna merenyuh adalah sang istri masih mengenakan mukenah dan tangan yang masih memegang tasbih sepertinya Anggrek juga merasakan firasat buruk tentang dirinya.


Arjuna belum ingin menggenggam sang Istri ataupun Anak-anaknya. Pria itu memilih mandi meski telah dini hari, beruntung Dokter mengatakan jika dia tidak mengalami apa-apa dan yang disunyikkan padanya hanya afrodisiak. Tapi satu hal yang kembali membuat Arjuna merenung.


Semua ini terjadi lagi-lagi karena masa lalunya. Ya Allah, bukan dia yang berkhianat tapi mengapa dia yang selalu jadi sasaran ketika hubungan itu kandas? Arjuna semakin khawatir jika sang istri terus bersamanya, tapi bukankah jika tidak bersamanya semuanya bahkan bisa lebih buruk lagi? Terlebih Arjuna tidak akan tenang membayangkan istrinya seorang diri bersama anak-anaknya itu bukanlah ide yang baik.


Setelah merasa tenang Arjuna malah menangis diatas sejadahnya. Hampir saja dia menodai pernikahannya dengan kebodohannya, dia sudah berulang kali gagal sebelum menikah kali ini dia tidak ingin semuanya terulang lagi.


Rupanya pergerakan Arjuna dan tangisan Arjuna membuat Anggrek terbangun. Pelan tapi pasti Anggrek mendekati sang Suami.


Setelah selesai berdo'a Anggrek menghampiri Arjuna. Arjuna langsung memeluk erat istrinya dan bahu Anggrek basah karena air mata sang suami.


"Abang kenapa?" tanya Anggrek pada Arjuna.


Arjuna masi belum bicara dan masih memeluk erat sang istri. Anggrek yang nerasa Arjuna belum siap bicara juga tidak sanggup memaksa, apalagi kondisi Arjuna yang sepertinya jauh dari kata baik setelah kembali.


Anggrek mengambil kasur lantai yang memang disediakan Arjuna apabila bayi-bayi mereka terlelap dan khawatir jika dipindahkan akan terbangun.

__ADS_1


Arjuna terlelap dalam pelukan sang istri sedangkan Anggrek terlelap dengan banyak tanya di kepalanya mengenai Arjuna.


Pagi hari yang cerah seorang pria paruh baea tengah menyesap kopi hitam dan juga roti bakar selai cokelat yang disiapkan oleh ART yang bekerja ditempatnya.


"Apakah yang terjadi di LK Corp adalah perbuatanmu?" tanya seseorang yang duduk disampingnya dengan wajah lumayan geram.


"Kau kira siapa lagi yang melakukannya?" tanya pria itu enteng.


"Kau tahu jika Lee Heon orang baik, lalu mengapa kau membuat dia kehilangan semuanya? Apa motifmu untuk semua ini? Lee Heon bahkan telah mengalami kelumpuhan dan pemuda malang itu..."


"Apa peduliku! Dia bukan Anakku apalagi keluargaku! Aku sama sekali tidak ingin memperdulikan dia. Lagi pula aku tidak mengapa-apakan dia, hanya membalas sesuatu yang memang seharusnya aku lakukan. Lagi pula LK Corp bukan hanya membuat masalah dengan Menantuku tapi dengan banyak orang-orang dari kalangan yang tidak berdaya juga menjadu korban keganasannya. Aku yakin jika Lee Heon orang yang hebat dan berani berdiri dikakinya sendiri, biarkan dia berjuang dari nol. Lagi pala Lee Rang dan Lee Joiya hanya di penjara seumur hidup. Itu tidak berat Adik Ipar, itu sangat ringan," kata Pria itu santai.


"Tapi apa kau tidak oernah beroikir bagaimana Anggrek membayangkan jika sang Ayah sekejam ini? Aku berkata begini karena Angrek orang yang punya belas kasih tinggi," kata Pria yang dipanggil Adik Ipar oleh Daddynya Anggrek.


"Putriku punya rasa kemanusiaan yang tinggi. Tentu saja dia akan menyadari jika yang aku lakukan ini adalah benar, bisa kau bayangkan jika Iblis seperti mereka tetap kenyang memakan harta dan tenaga orang-orang yang kekurangan. Berapa banyak staff yang meninggal secara tidak wajar dan juga tidak diberikan kompensasi yang setimpal. Apa salahnya jika aku membantu orang-orang itu, sebenarnya ini masih sangat-sangat kurang tapi aku tidak ingin mengotori tanganku untuk membunuh duo tikus itu. Karena aku yakin hidup dipenjara tanpa dukungan jauh lebih berat dari oada apapun," kata pria itu.


"Mereka sebelumnya irang yang sangat kaya. Aku yakin mereka menyimpan uang di bank dunia agar bisa digunakan dalam situasi mendesak," kata Adik Iparnya dengan raut kesal.


"Aku tidak sebodih itu membiarkan mereka untuk bersenang-senang. Uang-uang itu sudah aku ambil semua melalui peretas handal milikku," kata pria itu yang membuat Adik Iparnya tidak bisa berkata-kata.


"Baik aku diam, sekarang kapan kau akan menemui Anggrek? Mau sampai kapan kau akan bersembunyi. Triplet sudah 6 bulan, jangan lagi mengulur waktu! Aku bosan dengan semua alasanmu Kak," kata Pria yang satunya lagi.

__ADS_1


"Aku akan menemui Arjuna terlebih dahulu bagaimanapun kesehatan Anggrek jauh lebih penting. Aku tidak ingin Putriku mengalami tekanan berlebihan saat tahu Ayah seperti apa yang dia miliki. Aku akan memberi tahu semua terkait identitasku padanya," kata Pria utu sendu.


__ADS_2