
"Hi Mr Lev, aku sungguh tidak menyangka jika kita akan berjumpa di luar seperti ini. Terlebih Anda adalah orang yang sangat sibuk," kata Anggrek tersenyum hangat menatap sekilas Mr Lev yang baru mendudukan dirinya di kursi seberang meja Anggrek.
"Ah, kau bisa saja Nak. Bagaimana kabarmu? Apa kau hanya pergi bersama triplet?" tanya Mr Lev pada Anggrek.
"Tidak Mr Lev, tadi aku pergi bersama salah seorang kepercayaan Suamiku. Hanya saja dia memang menjaga jarak dari kami agar aku merasa nyaman," kata Anggrek tersenyum ramah.
"Apakah Mr Lev tengah melakukan pertemuan dengan clien disini?" tanya Anggrek pada Mr Lev.
"Benar sekali anakku, aku tengah menunggu seorang saudaraku dari jauh. Hanya saja sepertinya dia berhalangan diperjalanan hingga datang sedikit terlambat, kau tidak masalah aku panggil anak bukan? Rasanya aneh jika memanggilmu Nyonya sedangkan jika aku memiliki putri mungkin dia seusia dengan dirimu," kata Mr Lev yang hanya diangguki oleh Anggrek sebagai tanda memberi izin.
"Orang-orang mengetahui jika aku dan istriku tidak pernah memiliki anak. Padahal kami sebenarnya oernah punya anak, tapi kejamnya dunia bisnis terkadang membawa anak kami kedalam jurang kematian. Putriku yang manis kala itu berusia 6 tahun harus meregang nyawa ditangan pembunuh bayaran hanya karena 10000$ kau tahu hatiku pilu ketika mengingatnya. Bahkan setiap saat istriku srlalu berduka karena kehilangan Putri kami, hingga akhir hayatnya kami tidak lagi mempunyai anak. Karena itu aku sangat haru ketika menatapmu, wajahmu juga sedikit mirip dengan mendiang istriku dan matamu mirip dengan warna mata putriku. Rasanya ketika melihat dirimu aku seperti melihat mendiang anakku yang telah lama tiada," kata Mr Lev dengan mata yang memerah dan berkaca-kaca.
"Aku tidak masalah Mr Lev menganggapku layaknya Putrimu. Aku juga hingga detik ini tidak mengetahui siapa Ayah kandungku, rasanya pilu ketika mengetahui jika Ayahku tidak pernah menginginkan aku tapi aku masih beruntung memiliki keluarga yang sangat menyayangiku," kata Anggrek dengan senyuman diwajahnya.
"Baiklah, Nak. Sepertinya kita tidak bisa berjumpa lebih lama lagi, karena orang yang akan aku temui telah datang," kata Mr Lev meninggalkan Anggrek sendiri.
__ADS_1
Setelah Mr Lev pergi, Kevin menghampiri sang Nyonya. Karena dari yang Arjuna perintahkan agar Kevin berada disamping Anggrek, bukan apa-apa Arjuna hanya ingin sang istri lebih terjaga.
"Nyonya apa tidak masalah saya duduk disini. Tuan memperintahkan saya agar duduk didekat Nyonya dan yang lain berjaga disekitar," kata Kevin mengulangi perkataan Arjuna yang telah pria itu kirimkan melalui pesan.
"Tidak apa Kevin, lagi pula sebentar lagi kita akan pulang. Kasian anak-anak jika lebih lama diluar, Zizi dan Bi Carol akan segera tiba. Kita tunggu sebentar lagi ya, jika kamu ingin meminum sesuatu pesan saja. Pasti bosan dan capek menunggu dalam waktu yang cukup lama," kata Anggrek karena memang tadi Angggrek berjumpa dengan clien yang akan menggunakan pakaian rancangannya dan memakan waktu cukup lama.
"Tuan melarang kami makan dalam bertugas, begitu juga Bos Besar. Karena nantinya bisa saja makanan atau minuman kami disabotase oleh pihak musuh," kata Kevin yang membuat Anggrek mengerti, dia ingat betul bagaimana insident saat dia dan Suaminya diserang saat kehamilannya 8 bulan beberapa bulan yang lalu.
"Oh iya, aku dengar dari Abang semua yang berhubungan dengan kepindahan Mama dan Kak Mawar kamu yang urus?" tanya Anggrek pada Kevin.
"Bagaimana kondisi Mamaku? Apakah ada perubahan?" tanya Anggrek pada Kevin.
"Sayangnya saya harus menyampaikan kabar yang tidak mengenakkan Nyonya. Ibu Ayana semakin sering mengamuk karena Nona Mawar selalu memancing dengan menyebutkan kalau kepergian Bapak Taufik Raharja karena kehadiran Nyonya Anggrek yang sebagai masa lalu yang kelam bagi Ibu Ayana," kata Kevin menjedanya.
"Setelah mendengar nama Nyonya, Ibu Ayana akan mengamuk dan berakhir dengan mengejar Nona Mawar karena menduga Nona Mawar adalah Nyonya Anggrek. Drama itu selalu terjadi, ketika Dokter Denis memberikan saran Nona Mawar bukannya mendengarkan malah semakin menjadi dan sok berkuasa jika Dokter Denis yang menggaji adalah Tuan Arjuna jadi seharusnya jangan sok berkuasa. Kalimat itu selalu Nona Mawar katakan secara berulang, bahkan sekarang Nona Mawar sudah kembali mabuk-mabukkan setelah tiba di Jakarta," kata Kevin menundukkan pandangannya takut kena amuk Nyonya Bosnya.
__ADS_1
"Itu bukan kesalahanmu kenapa harus begitu cemas. Apa boleh buat jika saudaraku bersikap seperti itu, aku juga bingung bagaimana mengatasinya. Sudah itu nanti akan aku diskusikan lagi dengan Abang Arjuna. Itu Bibi dan Zizi telah kembali, tolong kamu bawakan laptop dan peralatan rancangan busanaku. Aku harus membawa triplet, nanti untuk duduk disamping bangku kemudi harus kamu. Abang khawatir jika semua bodyguard tidak ada satupun yang satu mobil dengan kami," kata Anggrek yang diiyakan oleh Kevin.
Disisi lain ditempat yang berbeda seorqng pria paruh baya tampak tengah mengamati kolam ikan yang penuh ikan warna-warni dan juga air terjun buatan untuk membuat suasana alam rumahnya tampak hidup.
"Aku bersyukur dia bertemu dengan orang-orang yang tepat. Untuk saat ini awasi saja dari kejauhan, aku belum siap untuk mengakui semuanya. Pastikan tidak ada lagi orang-orang yang tidak beradab yang akan menyerang Anak maupun menantuku. Aku ingin keamanan berlapis untuk kelimanya, yang paling rawan adalah cucu-cucuku yang manis. Rasanya sangat ingin memeluknya dan menggendongnya tapi apakah dia mau menerimaku? Sedang dulu dengan pengecutnya aku meninggalkannya bersama Ayana yang ternyata malah menganggap Anakku sebagai aib dan kesalahan hingga begitu menyiksa Anggrekku secaraahir maupun batin," kata Pria itu dengan serius.
"Saranku, kau jangan terlalu lama menunda. Cucu-cucumu akan terus bertumbuh, akan lebih baik jika kau menemui Anggrek dan mengatakan kebenaranya pada dirinya. Anggrek sangat terbuka, dia juga wanita yang baik dan taat agama aku yakin jika kau jelaskan alasanmu meski tidak bisa dibenarkan tetap saja niatmu memperbaiki hubungan kalian akan bisa Anggrek terima," kata Pria disampingnya.
"Entahlah, aku juga tidak ingin menunda lama. Aku semakin tua, sudah cukup aku kehilangan istriku tidak lagi dengan waktu bersama Anak dan cucu-cucuku," kata pria itu.
"Aku paham duka itu kak, karena itu juga aku ingin kau segera mengakuinya pada Anggrek. Tidak cukup hanya menyapa dan bersikap ramah padanya, kau harus mengatakan yang sebenarnya padanya. Terlebih kondisi Ayana sekarang yang semakin memprihatinkan," kata Pria disamping pria yang dipanggil Kakak.
"Sudahlah, sebaiknya kau istirahat. Aku juga butuh waktu sendiri," kata pria itu sendu.
"Anggrek, maafkan Daddy Nak. Daddy tidak akan menunda lebih lama lagi, tapi bersabarlah. Kamu bukan kesalahan, hanya Daddy yang tidak tahu diri dan pengecut maka dari itu tidak pernah berani mengambil tindakan akan dirimu Sayang," kata Pria itu seraya menangis menatap lekat foto Anak, menantu dan ketiga cucunya yang diambil dari instagram Anggrek oleh orang kepercayaannya.
__ADS_1