
Satu bulan telah berlalu
Anggrek dan ketiga anak-anaknya telah kembali kekdiaman Arjuna. Arjuna juga sudah menangkap dalang dari semua kejadian penyerangan itu. Ternyata yang menyerang bukanlah Julia yang diduga oleh Arjuna tapi Barkha wanita asal India yang sempat menjalin hubungan selama setahun lebih bersamanya. Sungguh ini diluar dugaan Arjuna bagaimana mungkin Barkha bisa bertindak sekeji itu, untungnya berkat bantuan Arthur sekarang Barkha hanya tinggal nama. Tapi meski begitu kita tidak tahu apakah akan ada Barkha-Barkha yang baru? Hanya waktu yang bisa menjawab kapan dan bagaimana situasi yang terjadi.
"Sayangnya Bunda sudah tampan-tampan dan cantik sekarang waktunya minum asi ya Nak," kata Anggrek meng-asihi sang anak.
"Sayang apakah ada yang harus dibantu pakai asi dalam botol?" tanya Arjuna yang memasuki kamar lengkap dengan setelan kerjanya.
"Sepertinya Fateen akan menangis jika terlalu lama menunggu Abang, tahu sendiri jika Faris dan Faqih jika sudah meminum asi maka butuh waktu yang lama baru bisa lepas," kata Anggrek cengengesan.
"Uhh kasiannya Putri Ayah, pasti karena tadi malam Dedek sudah lama mimik sama Bunda makanya gantian sama Abang Faris dan Mas Faqih ya? Ngak apa Anak Ayahkan gadis yang tangguh. Ayo mimiknya pake botol aja, tapi ngak akan jadi anak sapi kok karena ini asi bukan susu sapi," kata Arjuna yang cengengesan mendapat plototan dari istrinya.
"Abang nanti pulang jam berapa?" tanya Anggrek pada sang suami.
"Nanti palingan setelah magrib Abang akan ada di rumah, kenapa sayang?" tanya Arjuna pada Anggrek yang menatap sendu sang istri.
"Kak Mawar menghubungiku tadi malam Abang, katanya Mama dan Papa telah lama bercerai. Mama lebih banyak murung dan terkadang bertingkah aneh, aku ingin melihat kondisi Mama," lirih Anggrek menundukan kepalanya.
"Sayang kamu tahu sekarang masih hari senin dan berarti ini awal pekan. Bukan Abang ngak mau mempertemukan kamu dengan orang tua kamu, tapi kamu baru keluar dari rumah sakit dan kita baru saja lolos dari maut sayang. Jadi maukan istri Abang ini bersabar sejenak sebelum Abang aturkan jadwal agar bisa bertemu dengan Nyonya Ayana dan Mawar," kata Arjuna menatap lamat pada sang istri.
__ADS_1
"Baik, Abang. Aku akan menunggu Abang hingga ada waktu untuk mengunjungi Mama," kata Anggrek yang membuat Arjuna tersenyum.
"Ya sudah Fateen Abang tinggalkan disini ngak papa?" tanya Arjuna yang memang akan berangkat bekerja.
"Tolong panggilkan Bibi Carol saja Abang, aku kesulitan menjaganya karena tengah meng-asihi Faris dan Faqih jadi biar botol asi Fateen ada yang memegangnya," kata Anggrek yang membuat Arjuna berjalan keluar.
Ternyata sebelum Arjuna sempat keluar Mamah dan Bibi Carol telah datang membawa susu untuk Anggrek dan juga potongan buah. Ya Anggrek memang belum sempat melakukan apapun selain menyiapkan pakaian kerja Arjuna dan keperluan suaminya. Karena Anggrek harus memandikan ketiga buah hatinya.
"Alhamdulillah, Mamah ku yang cantik sangat peka tau aja Arjuna mau ke kantor. Ma Arjuna titip Putri Arjuna yang cantiknya luar biasa ini pada Mama," kata Arjuna yang membuat sang Mama langsung menggendong Fateen dengan riang.
"Kamu sarapan dulu bareng sama Papah dimeja makan. Mamah ngak mau kamu sampai ngak sarapan karena terburu-buru ingat ini masih pagi. Biasanya juga semua tugas kamu limpahkan pada Kai dan Ariana," kata Mamah yang membuat Arjuna cengengesan.
"Sayang aku pamit dulu ya, nanti siap maem langsung berangkat sama Papah. Sayang jangan bandel ya, ingat mau si Mawar sampe salto aku ngak kasih izin kmau sama dia berjumpa!" peringat Arjuna pada Anggrek.
"Iya-iya. Abang kenapa kayaknya musuhan banget sama Kak Mawar? Padahal diakan sudah berubah Bang," kata Anggrek yang belum tahu saja bagaimana sang Kakak menggoda sang Adik.
Sedangkan di bagian kantor cabang Arjuna yang lain Papa Taufik bekerja sebagai karyawan untuk mengumpulkan uang agar bisa kembali ke Indonesia. Dia mendengar bagaimana bringasnya musibah yang menimpa Arjuna dan Anggrek namun dia juga tidak bisa bereksperssi lebih. Memangnya siapa dirinya? Dirinya bukanlah Ayah kandung Anggrek dan lagi dia malu pada sikapnya dimasa lalu yang benar-benar mengasingkan Anggrek sebagai anak angkatnya dan menganggap kalau Anggrek adalah pelipur kara bagi Ayana ketika sedih. Namun rupanya Anggrek adalah anak hasil hubungan gelap Ayana dengan selingkuhannya yang entah siapa.
"Pak Taufik, apakah berkas yang saya minta sudah disiapkan?" tanya sang Atasan yang memasuki ruangan Pak Taufik.
__ADS_1
"Sebentar lagi akan saya antarkan keruangan Anda Pak," kata Pak Taufik yang diiyakan oleh Atasannya serta memberikan tambahan berkas yang harus Pak Taufik Raharja kerjakan .
Ya begitulah hari Papa Taufik sejak meninggalkan kediaman Arjuna yang memangdisediakan untuknya dan keluarganya. Namun Taufik Raharja sudah tidak lagi mampu unttuk bersama dengan wanita yang telah lama menemani hidupnya itu. Bagaimanapun bagi Ayana itu hanya masa lalu tapi bagi Taufik ada luka, kecewa dan kesedihan akan pengkhianatan yang mendalam yang dia rasakan. Belum lagi sikap Mawar yang sepertinya kembali kepada habitat aslinya.
"Semoga Arjuna tidak seperti Abimanyu yang mudah termakan jebakan oleh Mawar. Bagaimanapun sekarang telah ada tiga bayi mungil diantara mereka. Ya Allah tolong lindungi Anggrek Anakku dari semua kejahatan dan akal bulus yang ingin mencelakainya," kata Papa Taufik.
Sedangkan di kediaman Mawar dan Ayana sekarang tampak sunyi bak kuburan.
"Ma, makan dulu ya. Bibi telah menyiapkan makanan untuk kita sarapan," kata Mawar yang mendekati sang Mama.
"Apa Papa kamu sudah pulang Nak?" tanya Ayana pada Mawar.
"Papa sudah sebulan lebih meninggalkan kita Ma. Mama harus bangkit! Jika memang Mama merasa penyebab kekacauan ini semua adalah Anggrek kita harus bisa memutar balik keadaan Ma! Jangan merana karena situasi ini! Anggrek baru saja melahirkan tiga anak kembarnya pasti kondisinya lemah dan kita bisa memanfaatkan kondisi itu untuk menghancurkan Anggrek menjadi debu yang tersiram air tidak tersisa sedikitpun!" kata Mawar berapi-api.
"Apa ini benar-benar kesalahan Anggrek? Tapi dia juga terjadi karena kesalahan Mama, Nak. Anggrek juga jika bisa memilih dia juga tidak ingin hadir sebagai anak diluar pernikahan, apa yang dikatakan Papamu benar Mawar. Mama ingin bertemu dengan Papamu, Mama ngak sanggup hidup tanpa Papamu Mawar," tangis Ayana semakin mengaung.
"Maka dari itu Mama makan dan berjuang untuk menemukan Papa! Semuanya tidak akan seperti ini kalau Mama tidak berlagak seperti orang sakit jiwa begini! Bangun Ma! Bangun! Mama harus bisa mendapatkan hak Mama. Jika memang Mama sangat mencintai Papa, Mama harus mencarinya dan memperjuangkannya!" teriak Mawar frustasi karena semua situasi yang menimpanya.
"Jika begini jangankan masuk ke kehidupan Arjuna yang ada semuanya makin rumit yang ada aku bukannya bisa menjadi istri Arjuna bayangan Arjuna saja tidak bisa aku dekati! Ahhhhhhg kacau semuanya kacau! Anggrek juga malah sudah termakan hasutan Arjuna untuk tidak berinteraksi lebih denganku!" teriak Mawar diruang keluarga merasa kesal.
__ADS_1