Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Pacaran Halal


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang menyenangkan bagi Anggrek, bagaimana tidak sang suami menuruti semua ke inginannya.


Saat ini Anggrek tengah berada di sebuah resort di tepi pantai, Anggrek merengek pada Arjuna untuk bisa berlibur sejenak. Sebenarnya Anggrek adalah wanita paling enggan bersantai tapi entah bawaan bayi atau bagaimana Anggrek merasa sangat marah saat melihat sang suami seolah di sita oleh pekerjaannya. Jadi bermodal dengan wajah berurai air mata dan perdebatan panjang dan di dukung oleh Mamah mertua tercinta di sinilah keduanya tengah duduk menikmati matahari terbenam setelah beberapa jam berkeliling menaiki wahana ataupun menikmati pemandangan.


"Abang..." panggilan Anggrek sengaja di gantung oleh wanita cantik itu sehingga membuat Arjuna menoleh.


"Iya kesayangannya Abang," kata Arjuna seraya mengusap kepala Anggrek yang menyandar di bahunya.


"Abang bahagia ngak sekarang kita liburan?" tanya Anggrek masih dengan mata menatap ke arah laut lepas.


Mendengar pertanyaan sang istri tentu saja mengalihkan atensi Arjuna.


"Hhmmmm gimana ya?" tanya Arjuna kembali.


"Abang nyesel liburan sama aku? Gara-gara masih banyak kerjaan? Ngak bisa ya menikmati waktu sejenak untuk bersantai sama Aku? Sebenarnya istri Abang itu aku apa kerjaan Abang sih?" tanya Anggrek yang mendadak sensi di saat suasana hatinya yang sedari tadi sangat bagus dan merasa tersinggung karena jawaban sang suami.


"Sayang, maksud Abang bukan begitu loh. Kok langsung ngambek sih Sayangnya Abang," kata Arjuna yang langsung memegang bahu Anggrek agar sang istri menatap wajahnya.


"Abang sebenarnya mau lakuin yang ekstream tapi malu di liat orang Sayang, walau di sini sudah kebiasaan apalagi kita suami istri siapa yang akan melarang. Listen to me! Kesayangannya Abang, istri Abang yang paling cantik tiada tara setelah Mamah, Abang sangat-sangat bahagia bisa liburan sama kamu. Maafin Abang ya, sejak kita menikah Abang belum pernah ajak kamu bulan madu. Bahkan untuk pergi liburan sehari saja harus banyak drama di antara kita," kata Arjuna.

__ADS_1


Menyadari suasana tempat mereka duduk yang sepi dan mata sang istri yang berkaca-kaca mungkin karena Anggrek tengah hamil 6 bulan sehingga menjadi sangat perasa.


Arjuna memejukan wajahnya pelan tapi pasti bibir keduanya bersatu, tidak ada ******* nafsu di sana Arjuna murni hanya ingin menyampaikan rasa sayangnya pada sang istri. Tidak lama hanya sebentar, lalu Arjuna mengecup kedua pipi bulat istrinya, lalu hidung sang istri dan kedua mata istrinya. Terakhir Arjuna mencium lama kening istrinya.


"Terima kasih sudah sabar menjadi istri Abang, sabar menghadapi Abang yang kadang kurang peka dan kurang perhatian," kata Arjuna pada Anggrek.


Anggrek yang di perlakukan manis tidak kuasa menahan tangisnya dan memeluk sang suami dengan erat dan menangis di dada bidang suaminya.


"Eh kok malah makin deres hujan air matanya Sayang? Hei Abang ngak marah loh sama kamu," kata Arjuna.


"Abang kok jadi manis banget kaya gini? Mamah ngidam apa saat hamil Abang? Jangan-jangan Mamah selalu suka yang manis-manis ya makanya Abang jadi manis begini?" tanya Anggrek beruntun.


"Sebentar lagi magrib, ngak baik Bumil cantik di luar apalagi di tepi pantai kayak gini," kata Arjuna seraya menghalus air mata sang istri dengan sapu tangan di kantong celananya.


"Yok kembali ke vila, Babynya harus istirahat lagi dan sekalian nanti kita tadarusan bareng kayak biasa," kata Arjuna pada Anggrek dan Anggrek hanya menganggukkan kepala saja.


"Abang, kemaren aku telponan sama Mama dan Papa di Indonesia," kata Anggrek mengawali pembicaraan saat meteka berjalan berdampingan.


"Oh iya? Gimana kabar mereka?" tanya Arjuna lagi.

__ADS_1


"Mama dan Papa berusaha mengiklaskan kematian Kak Melati, mengenai Jeff dia sudah di tangkap oleg pihak berwajib dan pasangannya ternyata punya gangguan kejiwaan dan juga seorang psikopat," kata Anggrek.


"Apa yang di dapat oleh perempuan psikopat itu? Akan sangat buruk jika dia hanya di rawat di rumah sakit, yang ada hanya akan memakan korban baru," kata Arjuna dengan raut wajah marah dan juga cemas karena hubungan Anggrek dan keluarga yang sudah membuang istrinya itu semakin dekat.


Bukan tanpa alasan, jika Melati sjaa bisa mati terbunuh maka tidak menutup kemungkinan ketika Anggrek terlalu dekat bahkan pulang ke tanah air dia akan jadi target selanjutnya dan demi Allah Arjuna sangat tidak ingin itu terjadi.


"Dia mendapatkan perawatan ke jiwaan akan tetapi dia di rawat di penjara khusus dengan oengawalan super ketat," kata Anggrek.


"Kenapa orang seperti itu masih di biarkan hidup? Kenapa tidak di hukum mati saja, apalagi ini bukan kasus pertamanya," kata Arjuna menggebu-gebu karena kesal dan tidak terasa keduanya sudah tiba di depan vila temapt mereka menetap selama liburan.


"Abang, sabar. Tidak semua yang kita harapkan bisa jadi kenyataan, ketika sudah mengdengar hal mengerikan seperti itu ya kita harus lebih hati-hati jangan terlalu percaya pada orang lain," kata Anggrek.


"Itu juga yang Abang ingin katakan Sayang! Abang ngak masalah hubungan kamu dan keluarga angkat kamu membaik tapi kamu juga harus hati-hati. Ingat kamu punya keluarga yang sangat menyayangi kamu, ada Abang, Mamah, Papah dan semua teman-teman dekat kamu di sini," kata Arjuna ketika mereka sudah di dalam Vila.


Selesai mengunci vila dari dalam, Arjuna memeluk Anggrek erat untuk meluapkan rasa khawatirnya.


"Insyaallah semuanya akan baik-baik saja, jangan terlalu mengkhawatirkan hal yang belum pasti. Yok katanya mau tadarusan bareng sambil nunggu magrib?" tanya Anggrek.


Keduanya berwudhu dan tadarusan untuk menunggu waktu magrib. Keduanya terlihat sangat menikmati pacaran halal ala Arjuna dan Anggrek.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2