Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Menjaga Hati


__ADS_3

Pagi ini Anggrek dan Arjuna tengah melakukan olahraga pagi, eits ini olahraga beneran ya. Anggrek dan Arjuna beriringan tangan berjalan menikmati suasana pagi dihari libur Arjuna.


Ya pagi ini sebenarnya bukan hari libur, tapi demi sang istri tercinta Arjuna terpaksa meliburkan diri di kantor. Untungnya sang Papah tengah disana sehingga Papah yang menggantikan setiap jadwal yang Arjuna miliki.


"Sayang, mau sarapan disana ngak sayang?" tanya Arjuna saat melihat kedai sarapan yang tampak rami dikunjungi para pekerja yang berburu sarapan pagi.


"Boleh deh Bang, sesekali ngak papa kali ya," kata Anggrek yang menggenggam erat tangan suaminya dan berjalan bersama.


Setibanya disana Arjuna langsung tanggap memesan makanan serta minuman untuk dirinya dan sang istri. Sedangkan Anggrek sudah duduk cantik dan sibuk dengan tabletnya. Meski hanya duduk tapi tangan wanita cantik itu tampak lincah dan cepat membentuk pola ditabletnya.


"Kita menunggu sebentar ya Sayang," kata Arjuna begitu duduk disamping sang Istri.

__ADS_1


"Iya Bang, ngak papa. Lagian kita ngak terburu-buru, janjian demgan Dokter JN juga nanti siang jam 11.30," kata Anggrek tersenyum menatap sekilas sang Suami.


"Yang aku perhatikan kamu makin tujuh bulanan, gambarnya bajunya makin banyak aja? Apa ngak capek? Ingatloh kamu bawa dua bayi sekaligus dalam perut kamu," kata Arjuna pada Anggrek.


Anggrek mengghentikan sekilas goresan tangannya ditabletnya, dan tersenyum menatap Arjuna.


"Abang, aku tidak memaksakan diri untuk bekerja. Tapi entah kenapa belakangan ini merancang busana sudah menjadi kegiatan yang sangat mengasikan bagiku. Bahkan aku melakukannya disela-sela masak ataupun makan. Tidak masalah, jika aku lelah aku akan berhenti. Mungkin ini bawaan bayi kita," kata Anggrek mengusap perutnya.


"Apapun itu yang penting si Dedek lahir selamat dan kamu lahirannya sehat. Laki-laki ataupun perempuan sama saja, Abang sangat menantikan kehadiran anak-anak kita," kata Arjuna mengusap kepala sang istri.


"Oh iya, tadi malam Abang lihat kamu sangat serius berbicara dengan Mawar. Memangnya ada apa Sayang? Apakah dia mengganggumu lagi? Kenapa kamu sepertinya tadi malam menahan tangis saat dia menelpon?" tanya Arjuna menatap intens mata sang istri yang dimana ada kegelisahan tampak jelas dimatanya.

__ADS_1


"Abang harap kamu ngak menyembunyikan apapun dari Abang ya sayang," kata Arjuna lirih.


"Apalagi jika itu tentang masa lalu kelam kita berdua. Abang ingin berusaha untuk terus memperbaiki diri Abang agar kamu dan anak-anak kita nantinya merasa nyaman dengan Abang," kata Arjuna dengan suara serak.


Anggrek merasa terharu akan perkataan suaminya. Jujur saja jika Arjuna ingin bertingkah layaknya Cassanova dia sangat-sangat bisa. Wajah tampan dan punya segudang uang bahkan bisa dibilang sarang duit, lalu apa kurangnya? Tentu saja tidak ada, tapi melihat kesungguhan sang suami pada dirinya dan juga calon anak-anaknya membuat Anggrek merasa sangat bahagia.


"Jangan pernah berubah Bang, Anggrek ingin Abang selalu jadi suami siaga dan perhatian seperti ini meskipun nanti Anggrek tidak lagi hamil," kata Anggrek menyandarkan tubuhnya pada Arjuna.


"Pasti sayang, meski Abang bukan laki-laki pertama yang mencintaimu dengan tulus tapi Abang ingin menjadi suami yang selalu menjadi sandaran ternyamanmu," kata Arjuna.


Tepat saat Anggrek akan buka suara mengenai curhatan Mawar padanya, makanan mereka tiba. Anggrek bersyukur pesanan mereka mengalihkan perhatian Arjuna, bukan apa-apa tapi Anggrek juga takut apa yang akan dia ceritakan nantinya akan membuat Arjuna merasa buruk dan juga cemburu. Satu yang pasti Anggrek benar-benar tidak ingin Arjuna merasa perasaan keduanya, karena menjaga hati suaminya adalah hal yang sangat-sangat penting baginya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2