
Dengan sekuat tenaga Melati berusaha melepaskan tali yang mengikat tangannya. Tapi saat hampir terlepas dia malah ketahuan oleh Jenny.
"Oh-oh kamu ketahuan tikus kecil!" kata Jenny dengan wajah kejam dan mendekati Melati dengan tampang menyeramkan.
"Harusnya Kau bersyukur Sayang aku tidak jadi menghancurkan wajah yang selama ini kau bangga-banggakan!" kata Jenny seraya mencengkram kedua pipi Melati dengan keras.
"Jangan betmimpi terlalu banyak untuk bebas Sayang! Kau tenang saja, meski aku ingin menjualmu pada sahabatku yang seorang Mucikari di rumah Bordil tapi tidak jadi, aku urungkan niatku karena aku masih punya sedikit hati saat melihatmu aku merasa sedikit tidak tega. Jadi aku memilih untuk mencarikan mu secara langsung pelanggan yang akan menggunakan dirimu sebagai pengahangat ranjangnya Sayang! Kamu pasti senangkan? Padti dong? Udah biasakan di belai-belai sama kekasihmu?" tanya Jenny dengan tatapan menghina dan juga rasa kesal yang menggunung pada Melati.
"Jenny, kamu perempuan! Aku mohon lepaskan alu dari sini! Kamu pikir keluarga aku akan diam-diam saja saat aku tidak kembali ke rumah? Tidak Jenny! Mama dan Papa ku pasti akan memenjarakan kamu saat tahu jika kamu menjualku begini!" teriak Melayi dengan wajah penuh amarah bercampur ketakutan yang begitu besar.
"Oh Tuhan, aku takut. Jeffffff! Tolong aku! Aku takut, dia mau laporin kita ke polisi Sayang!" adu Jenny seraya bermanja di dada sang kekasih.
"Aduh kasian banget Sayangnya aku sampe ketakutan gini," kata Jeff seolah juga merasakan hal yang sama.
"Hahahahaha, kamu pikir kita akan ketakutan begitu jika kamu ingin melaporkan kita? Hei perempuan ngak berguna! Asal kamu tahu, bahkan jika aku ingin membunuhmu yanpa buktipun bisa aku lakukan! Tapi ngak mau aja, terlalu mudah buat kamu! Ngak ada tantangannya, padahalkan kamu suka tantangan! Apalagi kalau kita lagi di kasur bareng, uhh panas banget Sayang! Jadi sekalian aku kasih kamu pekerjaan yang menyenangkan ini," kata Jeff tanpa beban.
"Kamu gila Jeff! Sakit kamu!" kata Melati dalam tangisannya.
"Kamu yang bikin aku sakit Sayang! Kamu yang bikin aku gila! Kamu cuma mau harta ajakan! Itu yang jadi motif kamu buat nikah sama aku kan? Dasar sampah!" kata Jeff lalu menjambak rambut Melati dengan kasar ke belakang hingga wanita cantik itu terpekik karena menahan rasa sakit di kepalanya.
"Rasanya aku ingin sekali menyiksamu Sayang! Tapi tunggu dulu! aku masih berbaik hati dan memberikan kau waktu untuk bersenang-senang! Karena jika aku menghias wajahmu dengan pukulan maka hargamu akan berkurang cantik!" kata Jeff dan di sambut tawa menggelegar dari Jenny dan Jeff.
Tok...Tok...Tok
"Tuan, Nona di luar ada Bapak Budi dari BB Company," kata sang ART yang mengetuk pintu itu.
"Baiklah Bik, terima kasih," kata Jeff pada sang ART yang memang ada di apartmentnya saat itu.
"Selamat bersenang-senang Sayang! Awas kalau kamu buat aku kesal ya!" kata Jeff dan Jenny seraya berlalu keluar.
__ADS_1
"Kamu serius nyerahin dia gitu aja sama Pak Budi? Ngak di dandanin dulu?" tanya Jeff pada sang kekasih.
"Udah Kamu tenang aja. Aku lagi mau ngambil gaun yang sexy buat dia. Ya pasti aku dandanilah masak penampilannya kacau begitu aku kasih sama Pak Budi! Yang bener aja? Yaudah sana kamu temani si Budi dulu untuk bicara," kata Jenny.
Sedangkan Melati saat ini tengah panik. Berhubung dia telah lepas dari ikatan tangannya, dia segera berlari ke arah pintu jendela kaca apartment milik sang mantan calon suaminya itu. Saat dia ingin membuka ternyata malah terhalang terali besi.
"Ngak! Ngak! Aku ngak mau ngelakuin dosa lagi dengam berzina dengan pria yang tidak aku kenal! Ya Allah tolong aku," Melati yang biasnya tidak pernah ingat pada sang penciptanya kali ini ingat karena tengah terjepit situasi.
"Pokoknya aku harus bisa melarikan diri dari sini," kata Melati.
Melati nekat berlari kecil keluar kamar dan saat ingin membuka pintu, pintunya lebih dulu di buka oleh Jenny hal itu membuat Jenny semakin tersenyum iblis pada Melati.
"Mau kemana kamu Sayang? Sudah tidak usah takut? Bukankah kamu sidah biasa melakukan hal ini dengan kekasih-kekasihmu sebelumnya? Termasuk dengan mantan kekasihku bukan?" tanya Jenny mencengkram erat tangan Melati.
"Tahu apa kamu tentang hidupku brengsek!" teriak Melati yang sudah tidak lagi tahan dengan perbuatan Jenny.
Plak
Plak
"Dasar kurang ajar, beraninya kau menamparku wanita ******!" teriak Jenny yang kalap langsung memukul Melati membabi buta hingga membuatnya lupa niatnya ingin menjual Melati.
'Dasar perempuan perebut calon suami orang! Harusnya saya yang marah padamu! Sekarang kamu malah mau menjualku? Apa kamu tidak malu?" tanya Melati pada saat wanita itu bisa menguasai keadaan karena sekarang dia berhasil menampar-nampar Jenny berkali-kali karena tengah duduk di perut wanita itu.
Jenny yang sebenarnya jago bela diri menjadi kalap melihat tingkah Melati. Dengan sekali banting sekarang Melati berteriak kesakitan.
"Aaakkkk. Sakit Gila!" kata Melati dengan keras.
"Akan ku buat kamu gila beneran wanita murahan!" teriak Jenny dan menarik kasar tubuh Melati hingga membuat Melati tidak sempat melawan.
__ADS_1
"Aduh! Tolong! Sakit Jennny! Lepaskan rambutku!" kata Melati saat Jenny menarik keras rambutnya. Tidak tanggung-tanggung Jenny mendorong Melati secara keras hingga membentur sanding meja dan pelipisnya berdarah. Tidak sampai di sana, Jenny yang kalap menendang Melati dengan sangat kasar berkali-kali hingga terdengar bunyi retakan di tulang rusuk Melati.
Sedangkan di luar sana Jeff mendengarnya tapi dia tidak menduga jika Jenny tengah melakukan kriminal pada Melati. Karena dalam pikiran Jeff saat ini mereka bertengkar karena Melati menolak untuk di dandani oleh Jenny.
"Ampun! Tolong! Ini sakit Jenn," kata Melati yang di ambang kesadarannya.
Berkali-kali di hempaskan ke benda keras dan berkali-kali di tendang sungguh membuat Melati tidak lagi mampu untuk mengangkat kepalanya. Semuanya terasa sangat sakit namun dia harus meminta tolong pada siapa? Siapa yang akan menolongnya.
Bagai kerasukan setan, Jenny tersenyum saat melihat ada pisau buah yang teramat tajam di atas nakas. Terlebih wanita itu semakin senang saat melihat sang lawan sudah terlentang penuh darah di pelipis, pipi dan bibir.
"Hiasan pelacur itu akan sangat indah jika menggunakan warna merah darah bukan? Aku akan mendandanimu Sayang! Agar Pak Budi memberikanmu nilai beli yang tinggi! Hahahahahaha," tawa Jenny menggelegar di kamar itu.
Hingga
Cukk
Cukk
Cukk
Tidak hanya sekali tapi Jenny menikam Melati tepat di jantungnya berkali-kali hingga membuat Melayi tidak lagi mampu melawan.
Dalam penghujung nafasnya Melati menangis dan memohon ampun pada sang pencipta saat mengingat dosa-dosanya. Kini Melati teramat takut saat kematian benar-benar nyata dan tubuhnya serasa dikuliti karena sakit yang di rasakannya.
Tapi bagi Melati jika memang ajalnya datang hari ini itu jauh lebih baik setidaknya dia telah melindungi kesuciannya sebagai wanita. Ya meski sangat mencintai Jeff tapi Melati tidak sampai sebuta itu hingga memberikan tubuh yang telah dia jaga bertahun-tahun untuk suami sah nya. Meski tidak bisa Melati pungkiri jika dia juga tidak berpacaran sehat.
"Ya Allah maafkan aku," tangis dalam diam itu keluar di antara rasa sakit saat meregang nyawa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1