
Sejak Arjuna dan Anggrek saling mengungkapkan rasa yang meraka rasakan di hatinya masing-masing hubungan keduanya semakin erat saja.
Seperti saat ini, Arjuna tengah sibuk dengan berkas-berkas yang sengaja dia bawa pulang untuk mengerjakannya di rumah. Hal ini bukan tanpa alasan, selain merindukan Anggrek jika mereka berpisah terlalu lama di sisi lain Anggrek juga sangat manja panya sekarang ini.
Meaki heran sengan kelakuan sang istri tapi Arjuna menikmati kepossesifan dan juga kebergantungan sang istri pada dirinya.
Clek
Pintu terbuka, Anggrek muncul dengan busana tidurnya. Wanita muda bertubuh hampir mendekati sempurna itu tampak sangat manis dengan gaun tidur terusan hingga lutut bertali spagetti di pundaknya.
"Abang, masih lama?" tanya Anggrek dengan wajah kesal karena sang suami tidak kunjung masuk ke kamar mereka.
"Kalau kamu ngantuk, langsung tidur saja Sayang! Jangan nunggu aku, ini kayaknya masih lumayan lama," kata Arjuna seraya menatap sekilas istrinya yang menatap kesal pada dirinya.
__ADS_1
"Ngak bisa tidur sendirian di kamar, mata aku tu ngak mau tidur kalau Abang belum di kamar," kata Anggrek yang sekarang sudah berada di samping sang suami.
"Kenapa? Kamu takut atau ada sesuatu?" tanya Arjuna yang menyangka jika sang istri menginginkan sesuatu. Seperti kemaren Anggrek tiba-tiba mengajak keluar dan ingin menikmati kulineran malam meski mereka sudah makan malam.
"Ngak, aku tu maunya tidur di peluk sama Abang! Abang jadi laki kenapa ngak peka amat sih? Nikahin aja itu sekalian kertasnya! Sebal deh aku," kata Anggrek masih betah dengan ngomel-ngomel pada sang suami.
"Ya sudah jangan marah-marah Sayangku. Ayo kalau memang mau tidur di peluk Abang, ayo kita ke kamar," kata Arjuna setelah menyimpan file-fe pekerjaannya dan mematikan laptopnya.
"Gendong Abang! Aku capek," kata Anggrek tapi tidak dengan wajah manja tapi dengan wajah kesal.
Anggrek tersenyum dengan seperempat hati.
"Yah kok gitu sih senyumnya? Yang ikhlas dong Sayang, senyum itu harus ikhlas kayak gini," kata Arjuna seraya tersenyum lebar pada sang istri.
__ADS_1
Anggrek yang di suruh senyum bukannya senyum malah menangis sesenggukan. Bahkan sekarang memukul-mukul kecil bahu Arjuna.
"Abang! Aku tuh capek, aku mau tidur dan sekarang aku ngak mau jalan! Maunya tu di gendong Abang ngertiin aku dong!" Bentak Anggrek karena merasa kesal dan juga suasana hati yang kacau. Entah mengapa dia juga tidak mampu mengontrol emosinya sendiri.
Arjuna yang hampir terpancing emosi menjadi bingung menghadapi Anggrek ketika wanita muda itu tiba-tiba berlutut dan nangis dengan menutupi wajahnya.
"Ya Allah, aku salah lagi?" tanya Arjuna pada dirinya sendiri dan tentu saja dalam hati.
"Sayang, iya ayo sini Abang gendong! Udah jangan nangis lagi, katanya tadi ngantuk mau tidur? Ayo sekarang kita ke kamar kita," kata Arjuna menggendong sang istri ke kamar mereka.
Lain dengan Anggrek yang di perlakukan layaknya Ratu dan mengalami mood swing saat ini maka berbeda di sebuah apartement elit yang ada di sebuah apartment elit kawasan ibu kota Indonesia.
Di sebuah kamar yang megah, sepasang kekasih tengah memadu kasih yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan. Sedangkan di luar kamar yang pintunya tidak terlalu tertutup, seorang wanita muda tidak kuasa menahan tangis dan amarah ketika melihat kekasihnya yang sebentar lagi akan menikah dengannya tengah memadu kasih dengan wanita yang sama seki tidak di kenalnya.
__ADS_1
Rasa pilu dan sakit hati tidak mampu di jabarkan wanita itu. Merasa tolol dan ingin berlalu tapi kakinya membeku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...