
"Sayang apa kau pernah kepikiran untuk mencari siapa Ayah kandungmu?" tanya Arjuna begitu keduanya duduk di ruang keluarga saat Anggrek tengah makan buah dan Fateen terlelap dipangkuannya sedangkan Faris dan Faqih tengah terlelap di karpet yang dibentang khusus untuk keduanya.
"Kepikiran tentu pernah Abang. Hanya saja aku juga memiliki ke khawatiran yang tinggi, takutnya Ayahku tidak pernah menerima kehadiranku. Jika Mama saja begitu mengasingkan aku karena aku adalah kesalahan dan aib baginya apalagi Ayahku. Bahkan Mama dengan jelas mengatakan jika Ayahku adalah pria beristri, apakah dia masih mengharapkan aku jika dia memiliki Anak dan Istri?" tanya Anggrek membuat Arjuna terdiam.
Melihat Arjuna yang terdiam Anggrek hanya tersenyum. Dia tahu jika Arjuna juga bingung menanggapi pertanyaannya.
"Jangan terlalu dipikirkan Abang. Lagi pula kehidupan kita tetap berjalan pada porosnya meski aku hidup tanpa Ayah kandungku. Lagi pula menanyakan pada Mama juga hal yang percuma karena Mama sekarang selalu lepas kendali jika melihat dan mendengar seseorang bertanya mengenai Masa lalunya dan diriku. Biarkan waktu yang bicara," kata Anggrek.
"Bagaimana perkembangan pembangunan butik yang tengah kau lakukan Sayang? Apa kau tidak membutuhkan investor? Suamimu yang paling tampan sejagat raya ini siap menjadi investor terdepan bagimu," kata Arjuna pada Anggrek.
"Auw! Sayangku kenapa kamu mencubitku Sayang. Nanti kalau kamu salah cubit bahaya Sayangku," kata Arjuna mengedipkan matanya manja pada sang Istri.
"Ihhh Abang omes!" kata Anggrek dan Arjuna malah tertawa.
"Omesnya juga cuma sama kamu Sayangku!" kata Arjuna dan kembali tertawa.
"Oh Tuhan dunia rasa milik berdua yag lain hanya rayap dan kutu!" kata Kai yang datang membawa juz pesanan sang Nyonya Bos.
"Nyonya Bos, kapan Sofia akan berkunjung kemari. Aku takutnya Bos laknutku ini akan mengusirku ke UK karena Ariana sendirian. Kapan aku bisa pendekatan jika gadisnya belum pernah aku temui," kata Kai yang memelas membuat Arjuna tertawa.
"Dari kabar yang Sofia jelaskan, hari ini dia akan kemari untuk memesan gaun rancangan sekeluarga dan juga gaun pernikahan untuk Kakak kembarnya Sofyan," kata Anggrek membuat Kai berbunga-bunga.
"Nyonya Bos, apa kau tidak punya foto atau apapun yang berbaur dengannya?" tanya Kai kembali.
"Mas Kai tenang saja, dia tidak akan memaksa jika Mas Kai memang tidak berkenan menikah dengannya. Temanku itu orangnya santai jadi Mas Kai jangan tegang, nanti saudara kembar dan kedua orang tuanya juga akan ada sekalian Mas Kai sampaikan keinginan untuk melakukan ta'aruf agar semuanya dipermudah. Umi dan Abi juga bukan orang yang pemarah, begitupun Sofyan selagi semuanya masih didalam jalur," kata Anggrek.
__ADS_1
"Tapi Nyonya Bos, bagaimana dengan masa laluku yang kelam. Aku bukan laki-laki yang baik, aku sering minum-minum..." perkataan Kai terpotong karena Anggrek memberikan kode untuk berhenti berbicara.
"Masa lalumu adalah sepenuhnya milikmu Mas. Kalaupun kamu jadi menikah dengan Sofia yang perlu Mas Kai beritahu hanya sesuatu yang memang akan merugikan Sofia di masa depan jika bersama denganmu. Salah satunya penyakit, aku yakin melihat peraruran yang ketat di keluarga Sofia, Mas Kai pasti akan diminta melakukan cek kesehatan secara menyeluruh sebelum pernikahan dilaksanakan begitu juga Sofia. Jadi baik Mas Kai maupun Sofia sama-sama tidak dirugikan disini. Mengenai siapa kamu dan seburuk apapun kamu dimasa lalu itu cukuplah untuk Mas Kai simpan serapat mungkin tanpa diungkit lagi," kata Anggrek yang membuat Arjuna semakin jatuh cinta pada sang istri untuk kesekian kalinya.
Arjuna dengan laptopnya tengah menanda tangani berkas yang dikirimkan oleh bawahannya melalu email. Sedangkan Anggrek tengah merapikan tanaman Rose yang berwarna-warni didepan balkon kamarnya yang selalu menenangkan hati Anggrek ketika memandangnya.
"Tante," kata Zizi yang memeluk Anggrek dari belakang.
"Iya Sayang," kata Anggrek mengusap rambut Zizi yang masih basah menandakan jika cucu Bibi Carol itu baru saja selesai mandi.
"Tante bagaimana jika kita pergi ke taman bersama Dedek Faqih, Faris dan Fateen?" tanya Zizi.
"Sayang, hari ini Tante tidak bisa. Karena Teman Tante dari jauh akan kemari untuk beberapa urusan. Besok atau lusa jika Tante tidak sibuk kita akan jalan-jalan bagaimana?" tanya Anggrek pada gadis manis yang bergelayut dilengannya itu.
"Ya sudah sekarang, Zizi nonton saja bersama Nenek dahulu ya," kata Anggrek yang hanya bisa dipatuhi oleh Zizi.
Akhirnya yang dinanti Kai sedari tadi datang. Tamu dari Lebanon itu akhirnya tiba juga bersama rombongan keluarganya. Sesuai dengan tujuan awal bertamu jika ingin memesan pakaian juga mengundang Anggrek dan Suaminya untuk menghadiri pesta pernihakan Sofyan yang akan dilakukan sebulan lagi.
"Aku sungguh tidak menyangka temanku yang begitu mentereng namanya diantara para Dosen karena kepintarannya sekarang sudah punya bayi-bayi yang begitu manis," kata Sofia yang menatap gemas pada anak-anak Anggrek.
"Jika kamu ingin menggendongnya, coba saja sekalian latihan siapa tahu sebentar lagi bertemu orang yang tepat dan diwaktu yang tepat," kata Anggrek.
"Aamiin," kata Sofia dan Sofyan bersamaan.
"Oh iya Sofia, kamu masih ingat perkataanku tempo hari mengenai sahabat baik Suamiku?" tanya Anggrek.
__ADS_1
"Pria asal Korea Selatan itu?" tanya Sofyan yang memang kebetulan tergabung dalam pembicaraan mereka kala itu.
"Iya Sofyan, beliau ada disini tengah berada diruang kerja suamiku," kata Anggrek.
"Apa tadi yang sempat menyapa dengan Mas Arjuna?" tanya Sofia yang diangguki oleh Anggrek.
"Bagaimana Kak?" tanya Sofia pada Sofyan Kakak kembarnya.
"Kakak tidak masalah jika memang kamu ingin mencobanya. Kamu sudah cukup umur dan juga dari segi finansial Kakak tidak lagi meragukan," kata Sofyan yang memang Sofia adalah gadis yang mandiri. Gadis cantik seumuran Anggrek itu adalah seorang pengajar di kampus terkemuka di Lebanon.
"Sofia ingin mencobanya Kak, entah mengapa hati Sofia condong meskipun belum mengenal baik dirinya," kata Sofia memerah merasa malu karena hatinya dengan tidak tahu dirinya sudah berkata iya meski dia masih belum mengenal baik siapa pria asing itu.
"Jangan lupa ikut sertakan Allah dalam memilihnya. Pasangan hidup adalah hal yang terpenting dan akan menemani kita seumur hidup, meski Mas Kai orang baik aku tetap ingin kamu meminta petunjuk pada yang Maha Cinta," kata Anggrek pada sang sahabat yang diangguki oleh Sofia.
Dua bulan berlalu
Hubungan Kai dan Sofia bukan hanya terpisah jarak namun juga negara. Kai yang menjadi tangan kanan Arjuna kerap kali diminta melalang buana sehingga waktu bertemu kian menipis.
Hati Sofia juga kian meragu, dia mulai memiliki rasa pada pria yang tengah melakukan taa'aruh padanya. Namun jika Kai selalu berpergian jauh dan terkadang membutuhkan waktu lama tentu Sofia harus mengikuti sang suami, karena sejatinya Sofia tidak percaya hubungan LDR.
Hari ini keduanya berjumpa, Kai tampak tampan khas pria dari negeri ginseng.
"Bagaimana, apakah kamu mau menerima pinanganku? Untuk menjadi istriku dan Ibu untuk anak-anakku nanti?" tanya Kai pada Sofia dan tentunya Sofyan ada menemani keduanya.
Air mata Sofia jatuh, dia berada didua pilihan. Ingin menerima tapi karirnya harus dia tinggalkan sedangkan menolak hatinya yang tersakiti karena telah lama menaruh hati pada pria tampan itu.
__ADS_1