Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Wanita Tidak Bernasab


__ADS_3

"Sepertinya ini sudah waktunya Anda untuk menepati janji Anda Nyonya. Saya tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Lebih cepat lebih baik, Anggrek harusbtahu kebenaran ini semuanya sekarang begitu juga suami dan Anak perempuan Anda," kata Mamah dengan penuh penekanan membuat Mama dari Mawar itu terdiam dan tersentak disaat yang bersamaan.


"Ya Allah, aku baru saja mendapat kebahagiaan bertemu dengan putri bungsuku. Apakah kebahagiaan ini harus kandas secepat ini?" tanya Mama lirih dalam hatinya.


"Sebenarnya ada apa Bu Besan kenapa sedari kemaren menanyakan kebenaran tentang istri saya dan Anggrek? Rahasia apa sebenarnya?" tanya pria paruh baya yang juga Ayah angkat dari Anggrek.


"Kita dengarkan langsung dari mulut istri Anda Tuan. Saya rasa akan lebih pas jika Istri Anda yang mengatakannya," kata Mamah yang semakin membuat Ibu dari Mawar dan Anggrek itu memucat.


"Ma, jika memang ada yang harus dikatakan maka katakan saja. Bagaimanapun Anggrek juga penasaran dengan Rahasia yang sedari kemaren Mamah dan Abang bahas tapi Anggrek sama sekali tidak mengerti," kata Anggrek mengusap tangan Ibu yang telah membesarkannya.


Mata Mama memerah menahan tangis, rahasia kelam yang dia tutup puluhan tahun akhirnya harus dia bongkar. Sungguh dia tisak sanggup tapi apa dayanya? Janji yang mengantarkannya bertemu dengan Anggrek saat ini adalah fakta tentang kebenaran itu.

__ADS_1


"Pa sebenarnya anak yang Mama lahirkan 23 tahun silam belum meninggal dunia...."


Perkataan dari Mama Anggrek dan Mawar iyu sontak membuat Papa menyernyit tidak percaya.


"Apa maksud Mama? Bukankah, Putri kita 23 tahun lalu meninggal dunia karena serangan jantung? Karena itu juga Mama dan Papa mengadopsi Anggrek dari Ibu muda yang tidak mampu membesarkan Anggrek dihari dia dilahirkan," kata Papa membuat Mama semakin tidak kuasa manahan tangisnya.


"Anak yang Mama lahirkan 23 tahun lalu, tidak pernah meninggal dunia Pa. Anakku, putriku masih ada hingga sekarang tapi dengan egoisnya aku tidak bisa menyampaikan kebenaran ini meskipun aku sangat ingin," lagi air mata Mama menetes begitu derasnya.


"Anak itu Anggrek Pa. Anak yang Mama lahirkan 23 tahun silam adalah Anggrek," kata Mama kembali dengan jantung bertalu-talu. Sungguh dia sangat takut jika sang suami akhirnya bertindak tegas akan masa kelam dari masa lalunya.


"Apa maksud kamu Anggrek adalah Putri kita? Dari DNA bahkan dilihat dari parasnyapun orang akan langsung tahu jika dia bukanlah keturunanku kecuali kamu bermain serong dibelakangku?" tanya Papa kejam dan mengepalkan tangannya erat. Sungguh dia tidak ingin sang istri menjawab hal itu dengan benar, karena jika benar maka Papa juga tidak tahu harus bertindak bagaimana? Dia mencintai istrinya namun pengkhianatan hingga menghadirkan seorang anak diantara keduanya sungguh tidak mampu dia terima.

__ADS_1


"Papa tahu semasa muda, Mama kerja sebagai sekretaris dari perusahaan asing. Awalnya kami hanya sebagai rekan kerja hingga kecelakaan itu terjadi, saat itu Mama khilaf hingga hal itu terus berulang karena Papa sibuk dan Mama juga sibuk....


Plak


"Pa!" teriak Aggrek dan Mawar bersamaan melihat Ibu mereka ditampar oleh Ayah mereka.


"Maafin Mama, Pa. Ini sudah lama dan Mama tidak pernah mengulanginya lagi, Mama sangat mencintai Papa. Karena itu juga Mama selalu menekankan kebahagiaan Anggrek agar Papa tidak tersakiti dengan fakta ini. Apakah semua penderitaan Anggrek selama ini tidak cukup sebagai kesalahannya yang hadir tanpa diharapkan dan juga sebuah aib?" pertanyaan Mama merubuhkan hati dan pertahanan Anggrek.


Wanita cantik itu limbung beruntung Arjuna cepat tanggap menahan berat tubuh sang istri.


"Apa kamu bilang? Apakah harus kesalahanmu ditanggung oleh anak yang baru lahir dan tidak berdosa? Kau menjadikan anak perempuanmu wanita tidak bernasab, sungguh aku tidak menyangka jika wanita yang selama ini aku nikahi adalah wanita yang kejam!" kata Papa dan meninggalkan Mama yang tergugu dalam tangisan penyesalan yang mendalam.

__ADS_1


__ADS_2