
Malam itu Aggrek pergi bersama sang suami tanpa sebab mengabari sang Kakak Mawar. Kenapa? Berkat Amanda Anggrek sibuk seharian hingga malam menjelang. Bersyukur Bibi Carol dan Bibi Al bisa mengurusi kelengkapan yang akan dibawa oleh sang majikan. Tentu saja Anggrek hanya memberikan apa-apa saja yang perlu dipersiapkan agar tidak ada yang terledor.
"Sayang, apa kau merasa baik-baik saja tanpa Mamah? Ah aku sangat merinduukan ketiga cucuku yang gemoyy itu? Apakah badannya semakin temok?" tanya Mamah melalaui video call.
"Mamah bisa melihatnya sendiri, mereka sepertinya jugga sudah sangat merindukan Mamah. Kapan Mamah pulang?" tanya Anggrek pada sang mertua.
"Mamah juga sebenarnya ingin pulang sayang, tapi sekaali lagi seppertinya Arjuna harus dihajar sampai bonyok. Dia bekerja begitu keras hingga membuat proyek baru sebelum proyek laManya selesai. Kau tahu sayang, suamimu itu sangat menyebalkan tapi, Mamah sanagt bersyukur dia sadar akan tanggung jawabnya jika sekarang dia sudah tidak muda lagi. Belum tentu dikehamilan keduamu hanya dua anak bisajadi langsung lima anak. Ah Mamah membayangkannya saja sudah tidak sanggup Sayang," kata Mamah dengan senyuman bahagia membayangkan punya delapan cucu.
Anggrek?
Dia sudah bergidik ngeri melahirkan 3 Anak saja sudah gimana-gimana gitu yakan. Masa hamil dan melahirkan lima Anak sekaligus? Memangnya aku perempuan apaan walau ada yang melahirkan sebanyak itu sekali melahirkan. Tapi apapun itu Anggrek hanya berharap yang terbaik untuk Anak dan suaminya dimasa depan.
"Sayang kamu kenapa kok malah bengong?" tanya Mamah yang menyadari jika menantunya sudah bengong karena perkataannya.
"Kamu itu ngadi-ngadi aja deh Mah, ya jelas Anggrek jadi bengong begitu. Ngelahirin aja baru dua bulan yang lalu langsung tiga baby lagi, masa Mamah langsung minta agar Anggrek hamil lagi. Mintanya ngak tangung-tanggung minta lima cucu secara langsung? Oh Mamah tersayang," kata Papah yang tiba-tiba sudah dibelakang Mamah.
__ADS_1
"Iya Mamahkan cuma bercanda Pah. Jika diseriusin Mamah mah seneng banget, tapi apapun itu yang Mamah harapkan Anggrek dan Arjuna serta cucu-cucu Mamah yang cantik dan ampan dalam keadaan sehat dan bahagia," kata Mamah yang di Aamiinkan oleh Anggrek dan Papah.
"Mengingat kamu dan Arjuna mungkin akan lebih dari satu bulan disana pastikan Bibi Carol dan Bibi Al mengikuti kalian berdua," kata Mamah pada Anggrek.
"Iya Mah. Bibi Carol yang ikut, karena Bibi Al harus stay di rumah untuk hal-halyang tidak terduga Mah. Apalagi Mamah dan Kakak sekarang hanya sendiri di apartment dan Papa entah pergi kemana," kata Anggrek dengan wajah sendu.
Mamah menghela nafas panjang andai saja mereka bisa menyampaikan bagaimana sifat Mawar yang sebenarnya. Beruntung Arjuna adalah pria yang awas, terbiasa dengan banyak wanita hingga masa sekarang dan memegang prinsip no *** before married membuat Arjuna lebih terjaga.Kalau tidak Mamah tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada rumah tangga Anggrek.
Sementara disebuah ruangan gelap dan pengap perusahaan raksasa di USA, sepasang laki-laki dan perempuan tengah memadu kasih hingga *******-******* menjijikan itu terdengar sampai keluar ruangan. Beruntung tempat itu sepi dan jarang terjamah. Sialnya Kai harus mencari dokumen yang sempat diletakkan digudang besar bawah tanah milik perusahaan. Kai tidak bisa menunda mengambilnya karena dua jam lagi dia harus menemani penerbangan sang Bos yang cerewetnya minta ampun. Walau dia belum tahu bagaimana rasanya bekerja kepada orang lain karena sejak kuliah dia sudah bestie bersama Arjuna.
"What kegilaan macam apa ini? Mereka bercinta ditempat gelap dan pengap seperti itu? Apa mereka tidak takut bertemu Ibu dari pandawa?" gerutu Kai. Hingga ponsel pria itu berdering nyaring yang membuat Kai terkejut begitu juga dua sejoli yang tengah memadu kasih bersama.
"Kai tolong bawa berkasnya segera, waktuku tidak banyak! Kau harus segera datang aku tidak ingin terlambat! Apa lagi besok pagi aku ada rapat penting Kim Jongin!" kata Arjuna kesal pada sahabatnya itu.
"Iya-iya sahabat cerewet aku akan segera sampai. Kau tenang saja semuany akan sesuai dengan kekinginanmu," kata Kai.
__ADS_1
Sedangkan didalam ruangan ternyata Mawar dengan rekan kerjanya yang baru saja dia temui hari itu. Y Mawar melangkah semakin jauh hanya demi secuil informasi tentang Arjuna.
"Sebenarnya jika kau melanjutkan sekolahmu kejenjang yang lebih tinggi kau bisa menjadi sekretaris CEO dan itu akan sangat membantumu untuk memikat Tuan Arjuna, Nona," kata Pri itu mengusap kening Mawar yang penuh keringat dan meninggalkan Mawar yang terkapar begitu saja.
Sedangkan Arjuna dan Anggrek bersama Bibi Carol dan cucu Bi Carol yang masih berusia 8 tahun ikut menemani kepergian Arjuna ke Timur Tengah untuk berbisnis. Sedangkan Anggrek bukan hanya menemani sang suami tapi juga akan melakukan terapi disana agar bisa segera pulih.
"Woi, Juna Kampret tungguin gue!" teriak Kai yang sudah melewati semua batas kesopanan.
"Kai kamu mau gajimu dipotong?" tanya Arjuna bertepatan dengan penerbangan dilakukan.
"Tolonglah Sayangku, cintaku, pujaan hatiku walau cuma duitnya aja, aku udah ketiban apes gara-gara mencari berkas yang kamu minta masa harus potong gaji juga?" tanya Kai memelas yang membuat Arjuna bergidik ngeri.
"Kena apes apaan lu?" tanya Arjuna.
"Aku ketemu orang lagi asik hiya-hiya gitu beb di samping gudang,"" kata Kai yang mengedipkan matanya genit pada Arjuna.
__ADS_1
"Jangan gitu ih! Jijay gue, gue ngak doyan lekong! Tobat lu keburu mati entar!" kata Arjuna.
"Setan!" teriak Kai kesal yang malah menjadi tertawaan orang-orang tapi dapat pukulan halus dari Ibu muda karena takut membangunkan triplet yang tengah tertidur.