
"Abang, jangan diam aja. Aku dimaafkan akunya?" tanya Anggrek dengan air mata yang sudah mulai menganakan air matanya.
Salah, Anggrek dan Arjuna tidak sedang diatas mobil. Saat ini Anggrek sedang mengantarkan teh hangat sebagai peneman sang suami yang sedang bekerja di ruangan kerjanya. Ya hari ini sudah terhitung 18 jam Arjuna tidak saling berbicara dengan Anggrek.
Dalam diamnya pria tampan itu masih mengupas buah dan juga membuatkan susu hamil untuk istrinya. Tapi semuanya dilakukan dalam diam. Sekalipun Anggrek menangis tidak menggoyahkan kemarahan Arjuna.
"Abang!" panggil wanita cantik itu mendekati sang suami. Tapi Arjuna sama sekali tidak menoleh padanya dan jemari kekarnya tetap mengulik kertas putih dan juga laptop kerjanya.
"Abang," lirih suara Anggrek terdengar lirih, ya bukan tanpa alasan. Kepala Anggrek sedari tadi tersa pusing akan hatinya lebih pusing melihat sikap suaminya yang mengacuhkannya.
Tub
__ADS_1
Tubuh Anggrek meluruh dan membuat Arjuna terkejut lalu memeriksa tubuh istrinya dan Arjuna langsung terkejut begitu merasa tubuh istri.
"Ya Allah, sayang tubuh kamu panas banget," kata Arjuna.
Dengan panik Arjuna menghubungi Dokter kandungan yang menangani sang istri yaitu Dokter JN yang biasa dia datangi ataupun datang ke kediamannya untuk memeriksa sang istri.
"Sayang, kamu jangan bercanda begini! Ngak lucu tahu, makanya kamu jangan selalu tempramen dan suka seenaknya. Bagaimanapun suamimu ini seorang pembisnis dan bertemu dengan berbagai macam orang. Mungkin hari itu memang salah Julia dan Aku karena aku tidak bisa bersikap tegas pada si cunguk Julia!" kata Arjuna mengusap tangan Anggrek yang masih tidak sadarkan diri.
"Dokter JN, bagaimana kondisi istri saya? Dia tadi tiba-tiba pingsan," kata Arjuna memberondong Dokter wanita paruh baya itu dengan pertanyaan.
Dengan telaten Dokter JN memeriksa kondisi Anggrek, sesekali Dokter JN menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Apa ini ada hubungannya dengan video yang viral kemarin?" tanya Dokter JN menatap serius pada Arjuna.
Pelan tapi pasti pria tampan itu menganggukkan kepalanya. Melihat reaksi Arjuna membuat Dokter JN menghela nafas panjang, sudah dia duga jika pasutri ini pasti akan bertengkar terkait masalah kemarin.
"Anggrek pingsan karena tekanan darahnya tinggi dan mengalami stress yang berat. Meski kandungannya sudah 6 bulan hal ini tetap tidak akan aman, resikonya tetap tinggi terlebih Anggrek hamil dua bayi sekaligus," kata Dokter JN.
"Lalu sekarang bagaimana kondisinya Dokter? Apa istri saya akan baik-baik saja? Bagaimana kondisi Twins? Anggrek telah menunggunya berbulan-bulan bahkan rela menyerahkan semua pekerjaan pada Amanda," tanya Arjuna dengan tergesa-gesa dan raut kekhawatiran tidak lepas dari dirinya.
"Sekarang kamu masih beruntung Arjuna, karena kondisi Anggrek hanya melemah dan anak kalian sangat kuat bertahan dalam kondisi tubuh ibunya yang mengalami stresa berat dan darah tinggi. Jadi, jika memang ingin menjaga kondisi Anggrek tetap stabil saya harap kamu bisa mengontrol dia agar tetap bedrest dan jangan banyak pikiran!" kata Dokter JN seraya tetap menuliskna beberapa resep dan vitamin untuk Anggrek.
"Pastikan Anggrek menghabiskan vitaminnya dan untuk sementara obat kemarin dihentikan dahulu. Mengenai scandal kemarin pastikan jika istrimu tidak berpikir yang macam-macam akibat wanita setengah siluman itu! Saya tidak ingin kamu menyesal, karena penyesalan selalu datang diakhir!" kata Dokter JN setelah memberikan vitamin pada Arjuna.
__ADS_1
"Hubungi saya jika terjadi hal darurat!" kata Dokter JN.