
Suasana didepan ruang operasi masih menunggu dengan tegang dan takut akan hal yang terjadi pada Anggrek yang tengah dioperasi didalam ruangan. Arjuna sudah tersadar dari pengaruh obat bius tapi Anggrek masih ditangani dokter.
Hingga dua orang perawat berlari kedua arah yang berbeda karena kondisi Anggrek yang semakin genting. Hal itu semakin membuat Arjuna merasa gelisah,
"Mah, bagaimana kondisi Anggrek dan kedua anakku Mah," kata Arjuna sudah berlinang air mata.
"Suster!" Panggil Mamah yang juga khawatir memanggil Perawat tapi sang suster tidak menanggapi karena harus secepat mungkin sampai keruang operasi.
Setelah menunggu lama hingga 6 jam, Anggrek baru selesai ditangani dan Dokter keluar dari ruangan operasi. Arjuna dengan bantuan Kevin langsung berdiri menghampiri Dokter dengan cepat.
"Dokter bagaimana kondisi istri dan Anak saya?" tanya Arjuna menayakan kondisi sang Istri pada Dokter yang menangani sang istri.
Dokter menghela nafas panjang dan tersenyum tidak lebar.
"Mari kita sama-sama berdo'a ya Tuan, karena kabar buruk yang harus saya sampaikan kondisi Nyonya Anggrek tidak begitu baik dan sangat lemah. Nyonya Anggrek masih belum sadarkan diri dan harus dirawat dengan sangat ketat agar kondisi Nyonya Anggrek bisa membaik. Tapi ada kabar baik yang mengiringi dengan kondisi Nyonya Anggrek.
"Nyonya Anggrek melahirkan 3 bayi kembar, dua laki-laki dan satu perempuan. Semuanya dalam keadaan sehat dan tanpa kekurangan satupun. Saya dan kita semua hanya bisa berharap agar kondisi Nyonya Anggrek bisa membaik dan sehat seperti semula," kata Dokter Albert yang menangani Anggrek diruang Operasi.
"Alhamdulillah, ternyata ada yang bersembunyi didalam rahim Anggrek Mah. Mah semoga Anggrek cepat pulih, Arjuna ngak akan sanggup tanpa Anggrek Mamah," tangis Arjuna kembali dan memeluk sang Ibunda.
"Sayang tenang Nak, kondisi Anggrek pasti akan membaik. Kamu harus kuat demi anak-anak kamu dan juga istri kamu. Anggrek butuh support dari kamu Nak," kata Arjuna.
"Oh iya Dokter apakah kita bisa menjenguk Menantu dan cucu saya?" tanya Mamah pada Dokter yang akan meninggalkan ruangan operasi itu.
"Sebaiknya tunggu dipindahkan keruang perawatan dahulu Nyonya, karena sekarang Nyonya Anggrek dan anak-anaknya tengah dibersihkan." kata Dokter pada Mamah.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama Anggrek yang dengan kondisi pucat dan sudah dibersihkan didorrong dengan ranjang oleh beberapa perawat dan Dokter yang memantau kondisi tubuh Anggrek.
"Dokter saya tidak ingin anak kai dipisahkan Dokter, karena kondisi sebelum istri saya melahirkan dan anda tahu persis seperti apa kondisi istri saya," kata Arjuna pada Dokter dan Dokter Albert yang mengiyakan dan meminta Suster menyiapkan incubator untuk ketia bayi yang lahir prematur itu.
"Mah, kata Papah apa tentang yang menyerangku? Aku khawatir jika dia datang lagi dan mengacaukan kehidupanku dan Anggrek," kata Arjuna.
"Mamah yakin Papah akan melakukan yang terbaik untuk menemukan siapa dalang dibalik penyerangan ini. Tapi kita tidak bisa mendesak Papah Nak, kita hanya bisa menunggu dengan sabar agar kondisi Anggrek dan kamu membaik setelahnya kita bisa memecahkan puzzle siapa yang telah melakukan penyerangan begitu gila," kata Mamah mengusap ammbut Arjuna.
Sesuai dengan keinginan Arjuna, semuanya dirawat disatu ruangan VIP yang besar dan luas. Arjuna tidak ingin memberi celah pada musuhnya untuk mencelakai istri dan anak-anaknya.
Sedangkan ditempat pengantaran obat tengah masuk wanita misterius yang tersenyum culas saat melihat suster tengah meracik obat yang akan dimasukkan ke infus Anggrek.
"Mmmmpppp," suara tertahan dari sang suster dan berhasil dengan perawat itu pingsan ditangannya.
"Perawat bodoh! Tapi Arjuna tidak kalah bodohnya dariku! Hahahahahaha, kau kira dengan berada dalam satu ruangan dengan orang terkasihmu maka mereka akan selamat? Kau salah besar Arjuna!" kata wanita itu tersenyum licik.
"Ada kata-kata terakhir Wanita malang? Kau seharusnya tidak masuk kehidupan Arjunaku tapi kau nekat maka kaupun harus Tamat anak muda yang malah! Hahahahahaha," kata hati wanita Iblis yang ingin menyuntikkan cairan racun ke tabung infus Anggrek. Saat suntikan racun itu akkan ditusukkan
Prang!
Lemparan itu mengenai tepat tangan wanita Iblis itu hingga suntikan racun itu terjatuh dan bertepatan dengan itu Arjuna melempari tangan kiri wanita itu dan pintu sontak terbuka.
"Tangkap dia!" teriak Arjuna yang juga ikut melompat mengejar wanita gila yang langsung melarikan diri dengan cepat begitu menyadari jika dia masuk jebakan.
"Mau kemana kamu Nona?" teriak Kevin dan beberapa pasukan yang lain tapi tetap harus ada yang menjaga didepan kamar rawat Anggrek.
__ADS_1
"Iblis! Dia ingin menyuntikkan racun pada istriku! Ya Allah siapa dia? Aku harus menangkapnya segera aku yakin jika ini adalah orang yang sama. Bagaimanapun aku membutuhkan benda elektronik yang bertenaga canggih untuk mengetahui siapa dalang yang menyerangku. Kau ingin main-main denganku, aku yakin tadi yang datang adalah seorang wanita. Kita lihat saja kau pasti akan kalah denganku Nona, kau salah memilih lawan!" kata Arjuna dengan wajah mengeras menahan amarah.
Tidak lama setelahnya Dokter Albert masuk untuk mengetahui kondisi Anggrek dan anak-anaknya. Arjuna tetap diam dan tenang mengamati setiap orang yang menemati Dokter Albert, Arjuna tidak ingin kecolongan lagi. Istri dana anak-anaknya harus dalam keadaan baik-baik saja.
"Tuan!" kata Kevin yang mendatangi Arjuna dengn nafas ngos-ngosan.
"Target lolos setelah pasukan bantuannya datang dan mengacaukan kondisi IGD rumah sakit!" kata Kevin yang membuat amarah Arjuna kian meroket.
"Berapa orang yang datang menyerang?" tanya Arjuna kembali.
"Ada sekitar 60 orang yang menyerang kita dan menjadikan pasien Dokter sebagai tawanan!" kata Kevin.
"Baik. kau keluarlah dulu. Akan aku pikirkan strategy berikutnya bagaimana menangkap penjahat utama dalam kasus ini." kata Arjuna.
"Apa kita tidak sebaiknya melaporkan hal ini pada pihak kepolisian? Setidaknya kita akan bergerak lebih cepat jika meminta bantuan aparatur negara," kata Kevin pada Arjuna.
"Dia adalah orang yang biasa berkelit pada hukum, justru melaporkan dia kepada polisi hanya akan menambah masalah baru karena dia adalah orang yang kebal akan hukum. Itu hanya akan membuang waktu kita," kata Arjuna dan Kevin menganggu keluar untuk menunggu.
Sekitar jam 12 malam, Arjuna masih setia duduk menggenggam tangan sang Istri berharap istrinya akan membuka mata. Telebih ini sudah 24 jam Anggrek tidak sadarkan diri, bahkan triplet haruus meminum susu formula yang malah membuat ketiga anak-anaknya semakin menagis rewel karena kata Dokter susu formula tidak cocok untuk sang buah hati.
"Sayang bangunlah, kasian anak-anak kita dia tidak hanya membutukkan dirimu tapi juga sangat membutuhkan asi darimu. Aku juga rasanya sangat hampa dan sepi tanpa kamu Sayang," kata Arjuna mengusap tangan sang istri lembut.
Hingga terasa pegerakan tangan Anggrek dan perlahan mata indah itu mengerjab.
"Sayang kamu sudah sadarkan diri?" tanya Arjuna langsung memencet tombol merah disamping ranjang untuk memanggil Dokter.
__ADS_1
"Dokter! Dokter! Tolong periksa kondisi istri saya dia tlah sadarkan diri," kata Arjuna padahal Anggrek masih berusaha membuka matanya yang teramat berat untuk terbuka.