
Dengan cekatan Anggrek memasak Ayam kecap dan sayur capcai. Karena sibuk di dapur Anggrek tidak menyadari jika sang Suami telah pulang dari kantor.
"Fokus amat Yang? Sampe ngak dengar aku ucap salam dan manggil-manggil kamu dari tadi!" kata Arjuna yang tiba-tiba memeluk Anggrek dari belakang yang tengah mengaduk ayam kecap dipenjerangan.
"Astagfirullah Bang! Aku kira tadi setan!" kata Anggrek kaget dan berakhir mengusap dan menepuk tangan suaminya.
"Masa iya ada setan setampan dan sekeren plus tajir melintir kaya Abang, Dek!" kata Arjuna semakin mengeratkan pelukannya.
"Udah-udah! Abang mandi dulu sana, biar segar setelah itu kita makan bersama. Nanti malam aku mau nagih janji buat temanin aku nonton di bioskop malam ini!" kata Anggrek beruntun.
"Ya Allah Yang! Gitu amat, suaminya baru pulang kerja masa langsung diusir buat mandi! Kangen aku tu sama kamu belum hilangloh Sayang!" kata Arjuna.
"Udah-udah, jangan ngambek. Abang mau mandi pake air hangat? Pasti capekkan pulang dari kerja?" tanya Anggrek yang langsung mematikan kompornya dan mengambil tas kerja suaminya.
"Ayo!" kata Anggrek menggenggam tangan sang suami untuk ke lantai dua kediamannya.
"Kalau diginiin terus jadi makin lope-lope deh aku sama kamu Yang!" kata Arjuna dengan merangkul erat tubuh istrinya.
"Abang," kata Anggrek lirih karena sebenarnya dia ngak mau merusak suasana hati suaminya tapi dia juga tidak aanggup menahan lebih lama lagi.
"Ya sayang?" tanya Arjuna.
"Abang tahukan kalau aku lagi sensitive sama bau-bauan?" tanya Anggrek dan Arjuna langsung menjauh seketika.
"Kamu mual ya? Abang bau keringat banget ya! Ya udah kamu lanjut masak aja, Abang ngak mau lihat kamu muntah-muntah kaya dua hari yang lalu," kata Arjuna dan berlalu dari sana dengan langkah lebar tapi Anggrek menahan sang suami.
"Iya tapi Abang ngak harus lari juga. Aku mau menyiapkan air hangat suapaya badan Abang enakan. Udah ngak papa, tapi jaga jarak ya?" kata Anggrek dengan mata berkaca-kaca dan membuat Arjuna tidak bisa berkata-kata.
"Oke sayangku. Tapi kita ngak boleh dekat-dekat ya? Ah padahal aku tuh rindu berat!" kata Arjuna dengan aksen lebai.
__ADS_1
"Abang tumben?" tanya Anggrek ketika mereka sudah dilantai kamar.
Saat Arjuna akan bertanya lebih, Anggrek lebih dahulu pergi dari sana. Anggrek pergi kekamar mandi untuk menyiapkan aur hangat untuk suaminya.
"Abang, udah siap!" kata Angrek keluar dari kamar mandi.
"Bantuin buka baju," kata Arjuna dengan mengerjap-ngerjabkan matanya seolah mendadak jadi balita dewasa yang polos.
"Masyaallah, Suamiku kenapa ya? Kok manja banget? Tapi aku suka, tiap hari aja gini!" kata Anggrek perlahan melepaskan dasi dan berlanjut ke benang-benang yang lainnya yang cukup menjadi bahasan mereka saja.
Setelahnya Arjuna berlalu ke kamar mandi dan Anggrek pergi keluar untuk menyiapkan makan malam untuk sang Suami.
Setelah Arjuna mandi, tubuhnya terasa segar dan nyaman. Dia melihat kearah pakaian yang disediakan sang istri, membuat Arjuna menyernyitkan keningnya.
"Apa ini ajang ngidam aneh istriku? Kenapa dia hanya menyediakan kaos putih dan celana selutut seolah aku hanya akan di rumah saja? Ya sudahlah pakai saja, dari pada nanti dia nangis runyam urusannya. Kacau pertahanan militer negara nanti," kata Arjuna mengenakan pakaian yang disediakan sang istri.
Setelahnya Arjuna siap berpakaian, laki-laki tampan itu bergegas pergi ke lantai satu untuk menemui sang istri.
"Abang mau makan sekarang? Soalnya aku udah ngak tahan, kayaknya keinginan si Twins yang mau makan ayam kecap sama capcai. Padahal masakan pagi tadi juga masih banyak," kata Anggrek yang sedikit merasa bersalah pada suaminya.
"Sayang, Abang ngak masalah kalau kamu masak banyak. Lagi pula kita ngak hanya berdua ada Bibi Carol, Mamah dan Papah. Lagi pula tadi pagi Abang dan Papah ngak sempat sarapan makanya makanannya masih banyak. Kamu masak ayam kecapnya juga ngak kebanyakan kok masih taraf wajar," kata Arjuna pada sang istri.
"Terima kasih Abang," kata Anggrek pada Arjuna.
Setelahnya keduanya makan dengan hikmat sesekali diselingi dengan canda tawa diantara keduanya.
"Kapan periksa si kembar ke Dokter lagi, Sayang?" tanya Arjuna pada Anggrek.
"Sepertinya dalam waktu dekat Bang, kemaren kata Dokter JN kita harus kembali setelah vitaminnya habis. Dua hari lagi vitamin aku habis, apa Abang akan menemani aku menemui Dokter JN?" tanya Anggrek penuh harap.
__ADS_1
"Abang ngak janji ya Sayang, soalnya kalau jam normal Dokter JN itu jam kerja Abang," kata Arjuna dengan tatapan sendu.
"Sekarangkan sudah ada Papah disini Bang, lagi pula ada Kai yang bisa diandalkan untum setiap kondisi mendesak. Masa iya karena pekerjaan Abang ngak bisa temanin aku periksa kandungan?" tanya Anggrek pada Arjuna dengan mata berkaca-kaca andalannya.
"Udah dong sayang jangan nangis. Iya nanti Abang kondisikan dengan jadwal kerja Abang ya," kata Arjuna masih menawar.
"Iya atau tidak?" tanya Anggrek mempelototi sang suami.
"I i iya sayangku. Besok Abang akan bicara pada Kai agar jadwal Abang waktu istri tercinta Abang ini periksa dikosongkan," kata Arjuna pasrah dan menggarukkan keningnya yang tidak gatal.
"Kenapa begitu wajahnya? Terpaksa? Ngak ikhlas? Ini anak kamu loh Bang! Dia ngak ada tiba-tiba! Kok tega banget jadi laki!" kata Anggrek yang sudah hujan lokal.
"Masyaallah istriku, bidadariku, belahan jiwaku dan Ibunda dari anak-anakku. Tidak sayang, Abang sama sekali ngak keberatan. Udah ya nangisnya, nanti air matanya ngambek karena disuruh kerja rodi mulu," kata Arjuna lemah lembut.
"Kerja rodi maksudnya?" tanya Anggrek makin sewot.
"Eh iya Abang baru ingat, Abang ada stok es krim matcha di kulkas. Sayangnya Abang mau ngak? Segerloh, manis lagi uuuhhhh," kata Arjuna mengalihkan pembicaraan agar Anggrek tidak lagi menangis.
"Iya? Aku mau, ambilin," kata Anggrek dengan memasang wajah yang kian menggemaskan.
"Oke sayangku," kata Arjuna berlalu dari sana.
"Ya Allah, gini amat! Amat aja ngak gini. Sering putus nyambung kaya kabel lampu dan berakhir sebelum memeliki eh sekalinya punya istri, Ya Allah. Cantik banget sih iya, pintar juga iya, mandiri jangan ditanya banget loh. Tapi...." kata Arjuna mendumel sendiri.
"Kenapa pas hamilnya mode nyebelinnya on terus . Untuk sayang, kalau ngak?" kata Arjuna bermonolog ria menuju kulkas.
"Sayangnya ngak punya pilihan untuk ngak sayang karena aslinya sayang pake buanget. Ya udahlah nikmatin aja, mungkin bawaan twins, masih untung dia manja sama aku kalau ngak mau dekat-dekat bisa bahaya kesejahteraan hidupku terutama si..." kata Arjuna menjeda kalimatnya.
"Es krim datang!" teriak Arjuna mendekati meja Anggrek.
__ADS_1
"Yey!" kata Anggrek semangat karena es krim sudah didepan mata.