
Arjuna tengah menatapi sang istri yang tengah menidurkan triplet. Faris dan Faqih telah terlelap setelah menyusu pada Anggrek. Sedangkan sekarang Anggrek tengah menidurkan Fateen yang tengah semangat menyusu pada Anggrek.
"Sayang, Abang ada yang ingin Abang katakan padamu terkait bisnis Abang," kata Arjuna pada sang Istri.
"Ada apa Bang? Jika memang ada yang ingin diceritakan Abang jangan ragu. Rumah tangga itu kuncinya adalah komunikasi jika memang ada yang ingin dibicarakan silahkan bicara aku akan mendengarkannya dengan baik," kata Anggrek.
"Begini Sayang Abang baru saja menerima kerja sama di Timur Tengah dengan salah satu pengusaha ternama Timur Tengah. Kemungkinan Abang akan sering bepergian kesana dan meninggalkanmu sendiri disini Sayang. Apa kamu tidak keberatan?" tanya Arjuna.
Anggrek tersenyum dan mengelus kepala sang Putri yang baru tumbuh rambutnya. Arjuna melihat sang istri hanya tersenyum tanpa menanggapi dirinya.
"Sayang apa tidak masalah? Apalagi kejadian yang baru-baru ini menimpa kita yang mengakibatkan kita semua hampir meregang nyawa," kata Arjuna harap-harap cemas menatap sang istri.
"Abang, hidup dan mati itu ditangan Allah. Musibah juga dari Allah, bahkan ketika Allah mengatakan iya kita tidak akan mampu meghindarinya sekalipun kita bersembunyi didalam benteng besi yang terkuat. Satu hal yang paling kita sadari Abang, erlindungan terbaik adalah perlindungan dari Allah. Jadi Abang jangan khawatirkan kami, hanya cukup do'akan dan jadilah suami dan Ayah yang protektif seperti biasa. Kami bersama Abang yang akan selalu menjadi suport paling depan agar karir dan prusahaan Abang menjadi lebih berjaya. Tapi ingat jaga mata dan hati, ini anakmu hadirnya ngak tanggung-tanggung loh Bang langsung brojol tiga!" kata Anggrek yang meletakkan Fateen pelan-pelan ke box bayi.
"Oh iya Abang, tadi siang Kak Mawar bilang dia mau melamar pekerjaan di kantor kamu. Kira-kira ada ngak lowongan buat Kakakku itu Bang? Sekalian dia cari jodoh agar bisa melepas masa lajangnya. Aku khawatir jika Kak Mawar terlalu lama melajang dia akan kembali pada sisi gelapnya," kata Anggrek yang tidak mengetahui sepak terjang Mawar.
"Dia ingin menjadi apa memangnya? Bukannya dia hanya lulusan SMA? Apa dia tidak ada niatan untuk kuliah sambil bekerja? Jika dia ada keinginan untuk lanjut kuliah aku ada saran jika dia diletakkan di bagian pemasaran untuk eksekutif lapangan," kata Arjuna enteng.
"Katanya ngak mau kuliah Bang, dia ngak mau stress karena banyak tanggung jawab. Kira-kira ada ngak bang lowongan yang masih buat dia? Aku sudah tawarkan bekerja di butik tapi dia tidak ingin bekerja denganku karena katanya ngak sesuai dengan pasionnya dia Bang," kata Anggrek.
__ADS_1
"Aku harus kasih kerja apa sama dia? satu-satunya yang ngak butuh ijazah di kantor dan hanya untuk tamatan SMA hanya cleaning service. Selebihnya minimal dia kuliah sambil kerja untuk mentamatkan sarjananya. Maka dari itu aku tawarkan dia kuliah, jadi nanti gajinya bisa buat dia bayar kuliah dan juga jajan toh semua kebutuhan dia dan Mama kita yang tanggung. Lalu apa lagi masalahnya?" tanya Arjuna menjadi sangat sensi jika sudah bicara tentang Mawar.
"Sudahlah Bang, yang merasakannya juga dia bukan kita! Biarkan saja, dia ingin bekerja sebagai cleaning service aku juga ngak tahu kenapa dia berpikir begitu. Kalau dia ngak maukan dia bisa berhenti kapan sajakan Bang?" tanya Anggrek yang sebenarnya juga kurang yakin apa motif sang Kakak mau bekerja sebagai tukag bersih-bersih dikantor sang suami.
""Kalau itu mau kamu ya aku bisa apa Yang. Udahlah sumpek aku bahas dia mending aku tidur," kata Arjuna yang langsung merebahkan tubuhnya diranjang.
"Oh iya sayang? Kamu sudah minum susu Ibu menyusui?" tanya Arjuna kembali
"Belum Bang," kata Anggrek dengan tampang biasa karena memang dia sedari tadi sangat sibuk bekerja dan juga mengurusi ketiga anak-anaknya.
"Loh kok belum soh Sayang. Ini nih yang Abang paling ngak suka sama kelakuan kamu, kesehatan kamu itu nomer satu sayang! Masa iya semuanya dijagain Abang baru pulang kerja disiapin ini dan itu eh kamunya belum minum susu dan pasti belum minum vitamin juga?" tanya Arjuna sinis pada sang istri sedangkan Anggrek hanya meringis karena memang dia lupa semuanya terlebih Amanda rajin sekali berulang kerumah hari ini lebih dari lima kali sehari kayak sholat fardhu ditambah sunnah.
"Abang mau bikin susu buat istri Abang yang bandel," kata Arjuna yang tertelan oleh pintu hingga suaranya terdengar kecil namun mampu membuat hati Anggrek menghangat.
"Abang apapun nanti yang kedepannya tetap jadi Suami yang manis seperti ini. Anggrek sangat bahagia," kata Anggrek menatap fotonya bersama sang suami yang diambil saat awal mereka tiba di rumah setelah triplet hadir dikehidupan keduanya.
Pagi hari menjelang, Mawar teramat senang karena dari yang Mawar dengar dia bisa bekerja dikantor sang Adik Ipar sebagai cleaning servise. Terlebih dia masuk melalui jalur khusus dan bisa berselindung dibalik nama Adik Iparnya Arjuna. Siapa yang berani menindasnya? Tentu tidak akan ada bukan?
"Ma, lanjutin aja gilanya. Papa ngak akan kembali pada Mama kalau Mama terus mengalami depresi seperti ini!" kata Mawar pada sang Mama yang sekarag tengah dipasung dan diikatnya di kamar tidur sang Mama. Apakah Arjuna tahu? Jelas dia tahu, tapi Mawar keras kepala dan tidak ingin sang Mama dirawat di rumah sakit jiwa. Sedangkan Anggrek memang belum diberi tahu karena trauma yang menimpa kejadian saat akan melahirkan saja belum sembuh. Mana mungkin Arjuna membebankan hal sebesar ini pada sang istri.
__ADS_1
Pagi ini Mawar telah tiba di breafing bagian makanan yang kerja dikantor Arjuna. Double kill dimana Mawar menjadi penyiap makanan dana minuman bagi para atasan-atasan kantor salah satunya dengan mengantarkan minuman dan makanan untuak Arjuna. Sehingga dia punya akses sangat besar untuk bertemu dengan sang pujaan hatinya.
"Pagi Tuan, saya bawakan kopi," kata Mawar saat memasuki ruangan Arjuna dan Arjuna sama sekali tidak melihatnya hanya menyuruhnya meletakkan disamping meja.
"Apa Tuan mmbutuhkan makanan atau minuman dingin?" tanya Mawar kembali agar sang pujaan hati mau menatapnya.
"Tidak kau boleh keluar! Akan ada Kai dan Ariana yang akan menyiapkan jika memang diperlukan. Keluarlah!" kata Arjuna kembali sedangkan matanya masih menatap angka-angka yang akan menjadi dolar untuk menguntungkan perusahaanya.
"Tuan Ahhahhgggg," Mawar mendesah kecil dan memegang pundak Arjuna yang sontak membuat laki-laki itu terpelonjak kaget.
"Kamu? Kenapakamu disini? Siapa yang membiarkan kamu berurusan langsung denganku?" tanya Arjuna tajam.
"Sayang kamu jangan sok naif aku tahu pasti kamu butuh penyaluran has*** karena Istrimu baru melahirkan. Aku siap walaupun harus menjadi simpananmu!" kata Mawar penuh godaan bahkan wanita yang berstatus Kakak dari Anggrek itu malah membuka kancing baju atasannya.
"Kai!" teriak Arjuna setelah memencet tombol telepon yang menjadi penghubung langsung sekretarisnya yang kadang-kadang perlu dihajar karena telah emasukkan wanita penggoda kedalam ruanganya.
"Keluar!" Kata Kai menyeret Mawar dari ruangan sang atasan. Jangan lupakan Kai langsung menemui atasan cleaning service agar mengalihkan pekerjaan Mawar dan jangan pernah membiarkan cleaning service manapun menyajikan minuman keruang Tuan Arjuna jika masih ingin bekerja disana.
Di ruang ganti meski telah dimarahi habis-habisan Mawar malah merasa sanagt kesal bagaimanapun dia harus bisa mendapatkan Arjuna tapi bagaimana caranya? Misinya menjadi wanita penggoda hari ini malah berakhir dengan gagal total.
__ADS_1