
Pagi itu Mawar bekerja di perusahaan sebagai tukang bersih-bersih sama sekali bukan impian Mawar. Tapi demi menggapai impian culasnya jadi apapun boleh yang penting dia bisa mendapatkan apa yang Anggrek dapatkan. Pagi itu Mawar kembali nekat, dia datang menggunakan pakaian yang sangat minim dan berdandan begitu menggoda, untuk menyamarkan penampilannya wanita itu menggunakan masker dan langsung menaiki lift khusus karyawan dan berarti dia harus menambah menaiki tangga darurat agar bisa menemui sang pujaan hati.
Arjuna akan datang lebih awal apalagi dari kabar yang dia dengar jika akan ada rapat pemegang saham pagi ini jadi kesempatan baginya untuk menjebak sang pujaan hati atau minimal tebar pesona agar Arjuna sadar jika Mawar jauh jauh jauh lebih baik dari pada Anggrek yang cengeng, jelek dan sok blasteran. Padahal dia hanya modal tampang itupun Mawar yakin sangat banyak krim dan kram yang digunakan sang Adik hingga membuat Arjuna begitu bucinnya akan istrinya itu.
1 jam kemudian
Sudah satu jam Mawar menunggu di ruangan Arjuna, bosan, haus dan lapar dia rasakan. Jangan lupa panas sekali. Ada apa ini bagaimana mungkin ruangan seorang CEO begitu panas padahal dia sudah menyetel AC agar dingin dan sejuk.
Sedangkan di belahan bumi yang lain Kai sedang sibuk tertawa seolah tengah menonton sinetron warkop yang begitu menyenangkan. Ya melalui layar komputernya sahabat baik Arjuna itu tengah meretas server keamanan suatu tempat dan mengamati seseorang.
"Kai kau tidak ingin kehilangan pekerjaan bukan hanya dengan tertawa dan tertawa tidak menentu sepeti itu?" tanya Arjuna pada sang sekretarisnya itu.
"Bos harusnya kau datang dan lihat kemari, dia sudah kepanasan seperti ulat keket. Dan konyolnya dia masih bertahan menunggu dirimu disana dan dengan sangat percaya dirinya dia yakin jika kamu akan datang keruangan itu." kata Kai tertawa.
"Siapa?" tanya Arjuna menyernyitkan keningnya. Terlebih dia tidak membuat janji dengan siapapun, lagi pula kemana Ariana mengapa dia membiarkan orang lain memasuki ruangannya sedangkan dia tidak ada ditempat.
"Apa Ariana tahu mengenai hal ini?" tanya Arjuna berjalan mendekat kearah Kai sedangkan matanya terpaku pada tablet ditangannya.
"Dia tahu Bos, hanya saja aku melarangnya mengusir Mawar, biarkan dia tahu rasa kepanasan diruanganmu tapi masih berharap kau datang dan terpesona akan dirinya. Hahahahaha," kata Kai yang kembali tertawa saat Mawar mencari air ke kamar mandi membasahi tubuhnya dengan sedikit air agar rasa pnas itu hilang.
"Mawar?" tanya Arjuna dan pria tampan itu mendekat melihat ke arah tablet sang sekretris.
"Mengapa dia menggunakan pakaian seperti akan ke club malam? Apa dia tidak sadar jika itu kantor?" tanya Arjuna sedikit kesal melihat cara Mawar yang bersikap seperti wanita malam.
__ADS_1
"Dia ingin membuatmu terpesona padanya Bos. Gimana cantik ngak? Gratis Bos," kata Kai menaik turunkan alisnya pada sang Bos.
"Jijay gue! Iiiii, Bini gue jauh lebih menggoda dari pada dia, punya gue satu-satunya lagi. Ngak doyan gue yang gratisan, buat lu aja! Kasian udah karatan karena jarang dibelai!" kata Arjuna tertawa dan meninggalkan Kai sendirian.
"Bos kebangetan lu! Bentar lagi gue bakal nikah sama Sofia!" kata Kai semangat membantah perkataan Arjuna..
"Kayak dia mau aja sama lu!" kata Arjuna dan berlalu dari sana.
Setelahnya Arjuna menghampiri Anggrek yang tengah memasak sarapan untuk mereka sedangkan Bibi Carol dan Zizi tengah bermain bersama triplet.
"Sayang masak apa?" tanya Arjuna memeluk Anggrek dari belakang.
"Aku melihat daging jadi aku membuat sop saja Bang dan beberapa lauk yang sudah jadi diatas meja," kata Anggrek pada Arjuna.
"Bang aku mau bicara mengenai Kak Mawar," kata Anggrek membuat Arjuna melepaskan pelukannya dari sang istri.
"Ada apa lagi dengannya sayang? Apa dia meminta sesuatu lagi? Dia itu sudah dewasa Sayang ngak harus kamu selalu memikirkan tentang dia. Lama-lam itu orang aku masuki juga ke rumah sakit jiwa biar sadar! Heran hidupnya bikin rusuh aja tiap hari!" kata Arjuna yang teramat kesal.
"Bang apa kita tidak bisa menjodohkan Kak Mawar dengan seseorang yang Abang kenal? Mungkin rekan bisnis maupun teman?" tanya Anggrek pada Arjuna.
"Aku bisa saja menjodohkannya dengan teman-temanku yang masih betah melajang, tapi permasalahannya apakah Kakakmu tercinta itu mau? Aku khawatir dia berdalih lagi? seperti saat aku memintanya untuk kuliah sambil bekerja tapi dia malah tidak ingin lagi belajar aku bisa apa jika dia uadah begitu!" kata Arjuna dengan wajah penat.
"Sudahlah Sayang, aku sudah cukup letih dengan pekerjaan jangan lagi dibebankan dengan Mawar yang ada aku yang jadi Sinting Yang. Bahas dia itu kayak ngak ada habis..." perkataan Arjuna dengan sejuta omelannya karena kesal berakhir ketika Anggrek menempelkan bibirnya di bibir sang suami. Seolah mendapat lampu hijau Arjunapun melanjutkan keiinginannya yang sejak tadi terpendam.
__ADS_1
Dan berakhir Bibi Carol harus memasak sedangkan anak-anak dititipkan pada pelayan rumah dan Kai rapat sendirian via daringdari Indonesia. Sungguh Bos teladan yang patut diberikan tendangan.
Siang hingga malam menjelang jadwal Arjuna oadatnya sudah seperti mudik lebaran panjang runtut dan tiada jeda. Bekerja bagai kuda demi istri dan anak-anak tercinta. Mawar jangan tanyakan sebelum Arjuna meledak. Apa tidak ada nama Setan selain Mawar?
Melalui bantuan Kai, masalah perjodohan Mawar yang diminta oleh Anggrek tetap berjalan. Tapi tentu saja bukan Kai yang mengerjakan tetapi Ariana. Demi apapun Kai sudah sangat sibuk hingga untuk memikirkan jodoh sendiri saja dia tidak punya waktu.
Anggrek memasuki ruangan sang Suami, tampak Arjuna tengah terlelap lengkap dengan dasi dan jas yang sudah jatuh dilantai. Laptop yang menyala dan tablet yang masih digenggam olehnya. Tanpa terasa air mata Anggrek keluar melihat sang suami tidur karena kelelahan, sedangkan Kai masih betah dengan ketikannya di seberang arjun adan rambut yang sudah seperti sarang burung karena di usap terus menerus.
"Mas, jika memang sudah lelah tidurlah. Kenapa begitu terbungkuk dan terpekur mengejar dunia? semuanya tidak akan kita bawa mati," kata Anggrek dengan suara lirih dan meletakkan segelas susu hangat untuk Kai dan tentu saja bertentangan dengan Kai yang sebenarnya membutuhkan Kopi.
"Tapi ini menyangkut kehidupan jutaan karyawan yang dipertaruhkan Nyonya Bos. Bagaimana kami bisa lali," kata Kai lirih dan menengadahkan kepalanya karena pusing yang mendera.
"Apa ada masalah?" tanya Anggrek.
"Sedikit, dan sebentar lagi kami akan menemukan titik terangnya," kata Kai yakin sedangkan Arjuna yang emndengar percakapan sang Istri dengan Kai malah terbangun dari tidurnya yang sebenarnya juga baru terlelap.
"Bawa sholat aja dulu Bang, titipkan semuanya pada Allah. Mudah baginya membuat sesuatu yang mustahil jadi biasa," kata Anggrek menyadari raut strees dari sang suami yang sanga kentara.
Arjuna bangkit dan memeluk obatnya, baginya kehadiran sang istri adalah Obat terbaiknya beruntung Anggrek ada disana jika tidak mungkin Arjuna akan bekerja seperti orang gila tanpa tau arah.
Pelan tapi pasti Arjuna mengikuti langkah sang istri dan memilih membersihkan diri sebelum menghadap sang pencipta. Dia bisa apa karena memang mahkluk itu kemampuannya terbatas, yang kita punya hanya do'a dan ikhtiar sedangkan hasil adalah miliknya.
Dalam sujudnya disepertiga malam Arjuna memperbanyak tangisnya, entah apa yang sekarang menimpanya dia hanya ingin bermuhasabah. Apa yang dikatakan istrinya benar, jika dia terus memaksakan hanya akan jalan buntu yang dia temukan sedang dia bertambah pusing karena manusia itu terbatas. Didalam do'anya Arjuna mengadukan semuanya, kegelisahan kegundahan tanpa ragu Arjuna curahkan pada Rab-Nya.
__ADS_1
Setelahnya selesai berkeluh kesah Arjuna merebahkan kepalanya di pangkuan sang istri. Dengan sabar Anggrek memijit kepala sang suami yang sedari tadi terlihat menyernyit menahan pusing. Ternyata Arjuna malah terlelap dalam pangkuan sang istri karena kepalanya yang teramat berat.