Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Di Amuk Ibu Suri


__ADS_3

Meskipun sempat terpukul mendengar kabar meninggalnya Melati, tapi Anggrek tidak bisa pulang ke tanah air. Hal ini bukan tanpa alasan, Anggrek tengah hamil muda tentu saja Arjuna melarang keras Anggrek untuk pulang terlebih jenazah Mendiang Melati telah di kebumikan.


Saat ini meski belum siap untuk berkomunikasi langsung dengan orang tua angkatnya Anggrek tetap berhubungan baik dengan Mawar. Apkah Mama dan Papa Raharja belum pernah mencoba menyapa Anggrek sejak tahu kebenarannya? Jawabannya adalah sudah pernah menyapa tapi Anggrek yang belum siap menerima telepon itu. Anggrek masih ingin menjaga hati, setidaknya sekitar 1 atau 2 bulan lagi. Bukan karena belum memaafkan tapi hati ini belum lagi siap mengingat luka lama yang masih dengan indah menganga.


"Sayang ayo makan buah dulu, ini sudah Mamah potong-potongin. Masih seger banget!" kata Mamah yang membawa semangkok buah di tangannya ke arah Anggrek yang tengah berjibaku dengan design busana yang tengah di rancangnya.


"Terima kasih Mah," kata Anggrek dengan senyuman meneduhkannya.


"Arjuna pulang jam berapa nanti Nak? Mamah harap hari ini ngak pulang larut kayak kemaren ya," kata Mamah dengan wajah bete seraya menghidupkan televisi di ruang keluarga tempat mereka duduk.


"Abangkan kerja juga buat kita Mah, selagi ngak keseringan pulang larut masih di maklumin. Tapi kalau keseringan berarti Abang ngajar war sama Anggrek Mah," kata Anggrek seraya cengengesan.

__ADS_1


"Harus itu, ngak bisa ngak war. Enak aja, istri lagi hamil muda dia malah ngak pengertian gitu karena makin awet kencan sama kertasnya. Cukup Papah aja yang ngeselin waktu Mamah hamil Arjuna jangan nurun ke anaknya juga bikin kesel soalnya," kata Mamah dengan menggebu-gebu.


"Sayang Mamah cuma mau ingatkan, kamu boleh kerja. Tapi kalau udah capek jangan di paksa ya! Bawa istirahat, ingat kamu ngak lagi sendiri. Ada Baby yang ikut merasakan apa yang kamu rasa," kata Mamah seraya melihat pada perut sang menantu yang masih terlihat datar.


"Iya Mah," kata Anggrek seraya mengusap perut datarnya.


Malam telah tiba saat ini Anggrek tengah makan potongan buah di temani susu hamil miliknya yang tadi di siapkan oleh Mamah mertua tercinta. Kamu cari Arjuna? Arjuna sedang di perjalanan pulang setelah di omeli panjang kali lebar kali tinggi sehingga pria tampan itu langsung ngacir pulang ke rumahnya setelah mendengar amukan Ibu suri.


Arjuna segera melepaskan sepatunya dan meletakkannya ke rak sepatu dan menggantinya dengan sendal rumah. Arjuna melihat ruang televisi masih menyala lampunya, jika Mamah ngak mungkin si Mamah pasti udah tidur apalagi Papah lagi keluar kota.


Terlihat Anggrek masih mengunyah buahnya dan di temani oleh susu hamil yang tingga setengah gelas.

__ADS_1


"Loh Sayang, kok kamu belum tidur?" Tanya Arjuna pada Anggrek.


"Belum ngantuk Bang, mumpung Abang udah pulang Anggrek siapkan air madi dulu ya. Mandi air hangat aja ya, biar capeknya hilang!" kata Anggrek tapi sebelum sempat wanita cantik itu melangkah Arjuna telah lebih dahulu menggendong Anggrek ala bridal style.


"Udah tenang, kamu ngak boleh capek. Air hangatnya biar Abang aja yang siapkan, kamu harus langsung tidur! Abang ngak mau tahu!" kata Arjuna pada Anggrek yang membuat Anggrek kian tersipu.


"I love you Abang!" kata Anggrek ketika Arjuna hampir masuk ke kamar mandi.


"Love you to Honey," kata Arjuna seraya memberikan finger love.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2