
Satu minggu berlalu dan selama itu Melati tidak ada kabar sama sekali. Bahkan di teleponpun sama sekali tidak bisa.
"Mawar, apa kamu masih belum mendapatkan telepon ataupun kabar dari Kakak kamu?" tanya Mama pada Mawar yang tengah duduk di ruangan keluarga.
"Aku juga bingung Ma, sampai sekarang tidak ada kabar apapun dari kak Melati. Apalagi nanti malam Kak Jeff dan keluarganya mau ke sini untuk makan malam bersama dan membahas persiapan pernikahan mereka," kata Mawar dengan wajah bingungnya.
"Kamu tahu ngak siapa-siapa saja yang menjadi teman-teman kakak kamu?" tanya Mama kembali pada Mawar.
"Kak Melati itu tidak terlalu punya banyak teman Mah, bahkan sejak kemarin aku sudah menghubungi teman-teman dekat Kak Melati tapi mereka sama sekali ngak tahu kemana Kak Melati Ma," kata Mawar.
"Oh iya Ma, Mawar nanti ngak bisa ikut serta makan malam karena harus pulang ke rumah Mas Abimanyu. Takutnya nanti Mas Abi bingung kenapa aku belum pulang karena tadi pergi belum izin sama Mas Abi," kata Mawar pada sang Mama.
"Jangan biasain kayak gitu Dek! Kamu itu seorang istri, kalau mau ke luar rumah wajib izin sama suami dulu," nasehat Mama pada Mawar.
"Iya Ma," kata Mawar dengan nada yang ogah-ogahan.
"Mama berbicara bukan tanpa alasan Sayang, kamu pasti masih ingat betul bagaimana kisah kandasnya hubungan Abimanyu dengan adik kamu Anggrek. Mama jadi ngerasa bersalah pada Anggrek, apa kabar dia di luar sana? sudah sebesar apa kandungannya? Apa dia berhasil menemukan ayah dari anaknya?" kata Mama seraya menerawang kejadian 5 bulan yang lalu. Dimana dia harus mengikhlaskan anak yang selama ini dia besarkan dan juga selalu membanggakan dirinya dengan prestasi yang di miliki olehnya.
"Buat apa sih Ma, kenangin itu anak pungut. Dia hanya bisa buat malu keluarga aja. Aduh jangan ingat-ingat dia lagi Ma, dia itu hanya aib di keluarga kita," kata Mawar yang berlalu langsung ke kamarnya yang ada di lantai atas.
Mama hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia harus bagaimana, meski kecewa tapi jujur saja dia juga merindukan putrinya itu. Meskipun seluruh dunia mengatakan jika Anggrek hanyalah anak pungut dan pembawa aib bagi keluarga mereka tapi Anggrek tetaplah anaknya. Anak yang di baliknya tersimpan banyak rahasia yang tidak semua orang tahu.
"Maafkan Mama, Anggrek. Mama harap di manapun kamu berada selalu dalam lindungan Allah," kata Mama mengusap matanya yang berair saat mengingat masa-masa bersama sang putri bungsu.
Malam telah menyapa, Mawar yang tadi berpamitan sejak sore dari rumah sang Mama ternyata tidak langsung pulang akan tetapi pergi ke tempat yang tidak akan pernah di duga oleh semua orang sebelumnya.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 10 malam, Mawar memasuki rumah mertuanya yang saat ini dalam kondisi seluruh lampu yang ada di luar dalam keadaan mati. Tadi yang membukakan lintu adalah si Mbak yang bekerja di rumah sang mertua. Ya setelah pemberontakan yang di lakukan oleh Mawar akhirnya Mami mertuanya setuju mengerjakan 2 orang ART tambahan yang membantu pekerjaan di rumah.
Setibanya di kamarnya Mawar langsung di kagetkan dengan suara sang suami yang tengah bersandar di kepala ranjang mereka.
"Dari mana aja kamu?" tanya Abimanyu dengan suara lantang.
"Kamu kenapa sih Mas? Ngagetin aja, bukan urusan kamu aku dari mana saja itu terserah aku," kata Mawar dengan kesal dan berlalu ke kamar mandi tanpa mau mendengarkan amukan sang suami.
Setengah jam berlalu Mawar keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang terlihat lebih segar. Di lihatnya di ranjang sang suami masih betah dengan laptop dan juga beberapa berkas yang ada di tangannya.
Saat Mawar akan naik ke kasur perkataan Abimanyu membuat Mawar menghentikan langkahnya.
"Besok ngak usah pulang aja kalau sudah jam segini," kata Abimanyu dengan santainya.
"Aku ngak ada temaga buat marah sama kamu," kata Abimanyu.
"Karena aku sedang mengumpulkan data untuk menceraikan kamu tanpa kamu sempat mengambil sepeserpun dariku," kata Abimanyu dalam hati.
"Kau pikir aku tidak tahu kamu wanita seperti apa Mawar, hal terbodoh yang aku lakukan adalah mempercayai apa yang telah kamu perankan dengan kakakmu yang mengakibatkan pernikahanku dan Anggrek bahkan sebelum lima jam berlalu," kata Abimanyu dalam hati, bahkan tanpa terasa Abimanyu meremas erat kertas yang di pegangnya dan membuat Mawar menyernyitkan keningnya melihat sang suami yang memandang kosong ke dapan sedangkan tangannya meremas kertas yang di pegangnya.
"Mas kamu kenapa?" tanya Mawar.
Tanpa menjawab pertanyaan sang istri, Abimanyu keluar dan membawa tablet kerjanya keluar kamar.
Suangguh suasana hatinya teramat kacau saat mengingat kesalahan terbesarnya. Lebih baik dia mencari sesuatu yang bisa meringankan beban hatinya.
__ADS_1
Abimanyu pergi ke balkon yang ada di lantai 2 di ruang keluarga. Abimanyu menikmati rintik hujan dengan segelas teh hangat di tangannya.
"Kok belum tidur Mas?" tanya si Papi yang kebetulan keluar dari kamar dan melihat sang anak pergi ke balkon yang ada di ruang keluarga.
"Belum Pih," kata Abimanyu tanpa menoleh.
"Ada masalah?" tanya Papi yang juga ikut duduk di kursi sebelah Abimanyu.
"Mawar selingkuh Pi," perkataan Abimanyu sukses membuat Papi tersedak minumannya.
"Jangan mengada-ngada kamu Abimanyu, Papi ngak mau kejadian pernikahanmu dengan Anggrek terulang kembali bersama dengan Mawar! Kamu jangan asal berspekulasi kamu harus selidiki kebenarannya," kata Papi menatap Abimanyu dengan tatapan yang serius.
"Aku juga sedang menyelidikinya Pi. Hal yang paling membuat aku terpuruk adalah, Anggrek tidak bersalah Pi," kata Abimanyudengan suara lirih.
"Aku tidak hanya merusak mengacaukan hidupnya tapi juga menghancurkan hidupnya Pi. Fitnah yang aku tebarkan terlalu kejam dan menghancurkan Anggrek tanpa tersisa karena hanya mendengar keterangan sepihak Pi," kata Abimanyu tidak lagi kuasa menahan tangis karena rasa bersalah yang menggerogoti hatinya.
"Sudah jangan terlalu menyesali apa yang sudah terjadi. Masa lalu bukanlah kuasamu untuk mengubahnya, yang bisa kamu lakukan sekarang adalah perbaiki kesalahan kamu sama Anggrek dan temui dia untuk meminta maaf padanya," kata Papi yang hanya di angguki oleh Abimanyu.
"Apa kamu tahu di mana Anggrek sekarang?" tanya Papi pada Abimanyu.
Abimanyu memberikan ponselnya dan menunjukkan ajang fasion show yang di ikuti oleh Anggrek. Wanita muda itu tampak sangat menawan dengan gaun indah yang melekat di tubuhnya. Bagai tertampar kenyataan, Papi terkejut saat melihat Anggrek ternyata sangat sering mengikuti event Fasion Show dengan menggunakan rancangannya dan juga menjadi model lomba sekaligus.
Kabar terbaru yang tersebar di sana adalah, wanita cantik pemenang ajang Fasion Show terbesar di USA itu telah menikah dengan seorang pemuda asal Indonesia yang ternyata adalah seorang pengusaha ternama karena sukses sejak usianya yang masih sangat muda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1