
"Apakah kesayangan Abang ingin di belikan sesuatu?" tanya Arjuna dari seberang sana.
"Apa Abang tidak lelah?" tanya Anggrek seolah-olah benar-benar memastikan jika sang suami merasa lelah atau tidak. Padahal demi Allah, Arjuna tahu jika itu hanya basa-basi kelewat basi yang biasa sang istri tanyakan beberapa waktu belakangan.
Dan jika Arjuna berkata lelah hanya akan dua hal yang terjadi. Nangis sampe pagi seraya berkata Abang jahat atau ngambek awet hingga berhari-hari.
"Nikmat mana lagi yang Kau dustakan Arjuna," lirih Arjuna yang tidak mampu di dengar oleh istrinya di seberang sana.
"Tidak Sayang. Memangnya Sayangnya Abang mau makan apa?" tanya Arjuna dengan suara ceria khas para sales menawarkan produknya.
"Aku mau Abang belikan teh turki dan baklava. Abang ngak keberatankan? Aku pengen banget soalnya, padahal tadi sempat lewat di tempat yang jual tapi ngak kepikiran. Kepikirannya waktu Abang tanya mau di bawakan sesuatu apa tidak," kata Anggrek dengan wajah memerah malu seolah sang suami ada di sampingnya.
__ADS_1
"Baiklah Sayangku, istri kesayangan Abang. Nanti akan Abang bawakan pulang ya," kata Arjuna sebelum menutup teleponnya.
Setelah selesai menutup sambungan teleponnya Arjuna segera merapikan semua berkas dan juga perlengkapan berkas-berkas kantor yang harus segera dia selesaikan. Jika nanti masih memungkinkan untuk mengerjakannya di rumah maka Arjuna akan kerjakan di rumah dan jika tidak maka dia akan kerjakan di kantor. Bagaimanapun dia bekerja bagai kuda seperti ini agar sang istri tercinta bahagia, jadi dia harus pulang lebih awal karena istri tercinta telah memanggil untuk pulang ke rumah mereka.
"Langsung pulang Pak Bos? Bukannya tadi rencananya ingin lembur?" tanya Wirawan yang merasa heran dengan sang Bos yang tidak jadi lembur sesuai dengan perkataannya sore tadi.
"Wirawan, saya membawa semua berkas-berkas yang perlu saya kerjakan. Jika nanti sempat saya kerjakan di rumah maka saya selesaikan jika tidak terpaksa besok selesaikan lagi. Hari ini saya tidak bisa lembur karena istri saya meminta saya untuk cepat pulang," kata Arjuna tanoa ingin mengatakan hal yang lebih pada sang sekretaris.
"Beruntungnya Nyonya Anggrek, bahkan Tuan Arjuna yang terkenal gila kerja saja sampai di buat sebegitu menurutnya oleh Nyonya Anggrek karena cinta. Massyaallah kekautan cinta memang dahsyat," kata Wirawan saat melihat sang Big Bos berjalan dengan tergesa saraya melihat ke jam yang bertengger di pergelangan tangan kekarnya.
"Akhirnya sampai juga, semoga Anggrek belum tidur. Ada-ada saja istriku, lama-lama keluakuannya sudah seperti wanita hamil muda saja yang selalu kepingin ini dan itu," kata Arjuna seraya tersenyum dan memasukkan sandi apartment kediamannya dan sang istri.
__ADS_1
Saat memasuki apartementnya ternyata yang meminta makanan serta minuman telah tertidur pulas di atas sofa ruang keluarga dengan keadaan laptop masih terbuka dan juga kertas design yang bertebaran sana-sini dan jangan lupa kemeja dan jas kerja yang kemaren Arjuna gunakan sekarang menjadi ganti guling sang istri.
"Ya Allah! Sayangku, gimana Abang ngak tambah cinta coba sama kamu," kata Arjuna segera beralu ke arah dapur untuk mencuci tangan dan wajahnya.
"Sayang! Bangun, ini Abang udah bawa pesanan kamu. Ini ada teh Turki dan Baklava," kata Arjuna seraya menghujami wajah sang istri yang tengah tertidur pulas.
"Ehmm hmmm," gumam Anggrek yang perlahan membuka mata indahnya.
"Abang udah pulang, kapan sampainya?" tanya Anggrek yang langsung memeluk tubuh kekar sang suami yang berada di depannya.
"Aku kangen, maaf ya Abang jadi hqrus cepat pulang karena aku merengek ingin Abang pulang. Aku juga ngak tahu kenapa belakangan ini mood dan prasaan aku itu makin nyusahin, aku udah coba ngak gitu tapi malah ngak sanggup Abang," kata Anggrek yang kembali menangis deras dalam pelukan sang suami.
__ADS_1
"Sayang sudah jangan menangis, Abang menyayangi kamu luar dalam dan menerima setiap sikap dan perlakuan kamu. Udah ngak apa, ayo sekarang istri Abang yang cantik cuci muka dulu setelah itu minum teh Turki bersama dengan Baklava," kata Arjuna dengan senyuman meneduhkan khas milik pria itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...