Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Trauma


__ADS_3

Menghela nafas kasar, Arjuna menghempaskan tubuhnya di kursinya. Lelucon macam apa ini? Digoda oleh Kakak Iparnya sendiri yang jauh lebih muda darinya? Besok dia akan terbang ke Mesir dan kemungkinan menetap disana selama sebulan. Bagaimana dia bisa mempercayai jika Mawar tidaka akan mengambil kesempatan mengacaukan anak dan istrinya jika dihari pertama bekerja saja wanita jadi-jadian itu sudah bertingkah.


"kai kau persiapkan penerbanganku menggunakan pesawat pribadi untuk besok malam," kata Arjuna sambil memejamkan matanya begitu menyadari jika sekretarisnya memasuki ruangan.


"Kau akan pergi sendiri Arjuna mengapa harus menggunakan pesawat pribadi mending lu sewain biar jadi duit dan bisa bantuin banyak orang," kata Kai protes.


"Besok gue mau berangkat bareng sama Anak-anak dan Bini gue. Ngak oercaya gue ninggalin dia disini, apalagi Bokap gue lagi perjalanan ke Jepang sama Nyokap. Lu taukan betapa gigihnya Mawar buat merong-rong Anggrek? Nanti yang ada kesehatan Anggrek malah terganggu padahal ada tiga Nyawa yang bergantung pada Bini gue." kata Arjuna.


"Iya deh Bapak sayang Anak dan Istri, Oh iya btw, Arthur akan bertamu ketempat lu. Katanya mau menjenguk anak-anak lu dan Anggrek. Lu tahu sendiri Kekasihnya Arthur meninggal dunia dan membawa bayi laki-laki yang tengah dikandungnya setelah dicelakai oleh Barkha." kayta Kai yang sebenarnya ikut sedih dengan kisah yang menimpa sahabat lamanya itu.


"Berapa lama dia akan menetap di USA?" tanya Arjuna.


"Katanya dia akan berada disini untuk 3 hari tapi dia hanya punya hari ini untuk bertemu kita-kita karena besok dia akan ada transaksi yang membahayakan. Dan dia tidak ingin kita terlibat dalam dunia gelapnya itu," kata Kai.


"Baiklah bagaimana jika kita bertemu dikediaman ku saja. Anggrek pasti akan kesulitan jika aku memintanya keluar rumah. Meski sudah ada Bibi yang membantu tapi wanitaku itu tidak ingin anaknya dirawat oleh orang lain. Dia ingin membesarkan Anak-anak kami dengan penuh cinta, oooh istriku yang manis," kata Arjuna membayangkan sang istri.


"Ya Rob, Bos ku yang bucin!" kata Kai yang membuat map berwarna kuning melayang ke  kepala Kai yang malah disambut tawa keduanya.


"Ariana, hari ini tunda semua yang berkaitan dengan pekerjaanku. Aku tengah kedatangan kawan lama, jika memang ada surat yang harus ditandatangani tolong letakkan saja dimeja kerjaku!" perintah Arjuna dan berlalu dengan sekretaris somplaknya itu.


"Makanan gimana?" tanya Kai yang malah panik sendiri.


"Aku telah mengabari koki di restoku untuk menyiapkan masakan dan hidangan special dan langsung dihidangkan di rumahku. Tamu kita hanya Arthur bukan? ngak sampe ratusan manusia mengapa kau begitu heboh?" tanya Arjuna yang membuatnya kembali menyadarinya jika sang Bos adalah Sultan kearifan lokal karena kesederhanaannya.

__ADS_1


"Sayang, sebentar lagi sahabat lama Abang yang membantu menangani kasus kita kemarin akan bertamu kerumah. Sekarang kamu dimana?" tanya Arjuna pada sang istri.


"Aku tengah merancang busana di ruang samping kolam renang Abang, anak-anak kita juga bersamaku. Apa Abang akan pulang tepat waktu?" tanya Anggrek yang sebenarnya sedikit cemas setelah mengalami penyerangan waktu itu.


"Iya Sayang sekarang Abang tengah dalam perjalanan pulang bersama dengan Kai," kata Arjuna.


Mendengar perkataan Arjuna membuat Anggrek merasa lega. Namun tubuh wanita cantik itu kembali membeku saat mendnegar bel nyaring dibunyikan. Memang Kevin dan 9 orang temannya masih menjaga rumah tapi jika kejadian penyerangan itu tereka ulang Anggrek tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Tubuhnya mulai berkeringat dingin karena biasanya anggota keluarga masuk menggunakan kata  sandi bukan membunyikan bel. Baik di pintu pagar maupun dipintu masuk rumah.


"Sore Nyonya Cantik! Tampaknya aku datang lebih awal," kata Arthur  yang membuat tubuh Anggrek membeku dan pensil eletroniknya terjatuh.


"Hei, bukankah tidak sopan jika tamu datang ke rumah tapi kau malah membelakangiku? Wah anak-anak manis ini sangat menggemaskan layaknya cerminan Arjuna dalam rupa mini," lagi Arthur bersuara dan mendekat untuk melihat bayi itu lebih dekat.


"Jangan! Jangan! Aku dan bayiku tidak bersalah! Jangan sakiti kami!"  teriak Anggrek histeris belum lagi tabletnya yang terlempar hingga membuat Arthur kaget. Satu yang Arthur ketahui jika istri sahabatnya sepertinya mengalami gangguan panik yang berlebihan.


Hingga Arjuna datang dan memeluk erat tubh sang istri yang langsung melunglai begitu Arjuna pulang dan berada di sampingnya.


"Kai tolong hubungi Dokter JN!" teriak Arjuna kasar sedangkan Arthur menahan air matanya yang keluar. Tidak, dia tidak cengeng hanya saja, mengingat kejadian pilu yang baru menimpanya 2 bulan lalu tidak menuntut kemungkinan Olivianya juga akan bereaksi seperti ini jika kekasih hatinya itu masih hidup.


Setelah suasana tenang, Arjuna masoh dalam keadaan sendu menatapsang istri yang masih belum sadarkan diri.


"Trauma? Hampir saja aku melakukan tindakan bodoh Kai! Jika saja Arthur tidak datang aku pasti tidak akan tahu jika Anggrek mengalami trauma yang begitu besar mengenai kejadian penculikan dan juga penyerangan kemarin sebelum melahirkan.


"Sabar, yang penting sekarang kau sudah tahu dan tahu apa yang harus kau lakukan. Setidaknya kau masih bisa melihatnya secara nyata. Jaga mereka sebaik mungkin jangan sampai kau menyesal seperti dirirku yang kehilangan Olivia dan calon anak kami," kata Arthur.

__ADS_1


"Malam ini kau akan tetap disini bukan?" tanya Arjuna pada Arthur.


"Bukan bagaimana, hanya saja transaksi harus dilakukan besok dini hari. Aku tidak mungkin meninggalkan jejak dan membahayakan kalian semua. Cukup aku yang kehilangan, aku tidak ingin kehilangan lagi. Lagi pula aku sudah sangat bahagia mempunyai tiga keponakan secara langsung," kata Arthur.


Yang lainnya tertawa begitu juga Arthur, semuanya tertawa dengan titik sendu masin-masing. Hingga Anggrek sadarkan diri dan oarang pertama yang langsung dicarinya adalah Arjuna.  Setelah tahu jika teman Arjuna telah datang Anggrek menjadi diam dan hanya bicara seperlunya. Karena dia sama sekali tidak mengingat Arthur yang membuatnya takut secara berlebihan, karena pada saat shock yang Angrek lihat wajah Arthhur tampak buram hingga dia tida tahu rupanya dan dia juga enggan bertanya pada sang suami yang tengah kedataangan tamu.


Setelah berbicara cukup lama dan Arthur juga sempat menggendong ketiga Baby gemoy anak Arjuna dengan Anggrek akhirnya Arthur dan Kai pulang dari kediaman Arjuna.


Saat ini anak-anak telah terlelap dan Anggrek mengambil kesempatan untuk bermanja dengans ang pujaan hatinya.


"Sayang apa kamu ingat kejadian sebelum kamu pingsan?" tanya Arjua memancing pembicaraan.


"Jadi aku benar-benar pingsan Bang? Bukan tertidur? Aku sangka aku tertidur dan mengalami mimpi buruk," kata Anggrek kembali seraya menatap sendu sang suami.


"Apa kamu sering mengalami gangguan kecemasan setelah Anak kita lahir? Karena penyerangan yang kita alami dua bulan yang lalu?" tanya Arjuna kembali mengusap kepala sang istri yang tengah menyandar padanya.


"Aku tidak tahu  Bang, awaalnya aku merasa tidak sadar. Tapi jika aku benar pingsan sepertinya benar adanya. Karena itu aku juga melarrang semua pegawai dan keluarga membunyikan bel ketika masuk. Karena kita juga diserang dadakan dari jauh ketika kita sedang tidak dirumah." kaata Anggrek.


"Mau periksa ke psikolog?" tanya Arjuna kembali seraya menatap sayang sang istri.


"Apa Abang ngak malu?" tanya Anggrek yang sudah berkaca-kaca hendak menangis.


"Hei, sayang mengalami guncangan setelah kejadian besar itu wajar. Abang jusru akan merasa sangat bersalah apabila Abang ngak tahu apa-apa soal kesehatan kamu," kata Arjuna menatap lekat wajah cantik sang istri.

__ADS_1


"Terima kasi, terima kasih." Anggrek semakin mendekap erat sang suami.


__ADS_2