
"Apa Mas Kai berkenan memberikan tenggang waktu sebulan lagi untuk aku memberikan jawaban?" tanya Sofia yang membuat Kai mengangguk pasrah.
Dia bisa apa jika nanti yang dia harapkan tidak dia dapatkan. Bersyukur Arjuna selalu memberikanya beban pekerjaan yang tidak tanggung-tanggung sehingga dia tidak ada waktu untuk galau apalagi meratap. Jika pulang kerja memang matanya sudah benar-benar minta ampun ingin tidur.
"Baiklah Sofia, Mas tidak keberatan jika memang kamu masih membutuhkan waktu untuk menjawab. Jika memang Sofia sudah punya jawaban Mas bersedia menerima jawabannya meskipun nantinya kurang menyenangkan untuk disampaikan, sampaikan saja. Setidaknya Mas lega jika sudah tahu apa yang akan Mas dapatkan," kata Kai berusaha tersenyum pebar meski luka lama dihatinya mulai menganga lebar.
Setibanya di kantor Arjuna, Kai mendudukkan tubuhnya lesu. Seolah gairah hidupnya ikut tertinggal di Lebanon bersama sang pujaan hati Sofia.
"Kenapa Lu! Kusut amat itu muka kayak baju belum disetrika!" kata Arjuna yang menatap heran Kai yag duduk dengan wajah lesu.
"Sofia lagi?" tanya Arjuna.
"Ya begitulah," kata Kai tampak pasrah.
"Sabar, jika memang jodoh dia juga ngak akan lari kemana. Nikmati saja prosesnya. Dari pada pusing mending kamu dhuha dulu biar fresh," kata Arjuna pada Kai yang diangguki oleh pria tampan itu.
Tidak lama kemudian Anggrek masuk ke ruangan sang suami lengkap dengan stroller bayi yang membawa ketiga anak-anak mereka.
"Tumben kesini Sayang?" tanya Arjuna yang merasa sedikit heran pada istrinya yang sidah mampir ke kantornya pagi-pagi begini padahal keduanya baru saja terpisah.
"Aku malas di rumah Bang, rasanya aku mau kembali ke US. Ada Amanda, Kak Mawar dan juga Mama disana. Tapi ngak ada kamu, akukan ngak sanggup jauh dari kamu," kata Anggrek yang sudah duduk dipangkuan sang suami.
"Oh manjanya istriku, tapi aku suka." kata Arjuna mengecup wajah sang istri.
__ADS_1
"Mamah dan Papah sudah kembali ke Indonesia, kita kapan Bang?" tanya Anggrek pada suaminya.
"Semoga semuanya lancar dan kita bisa segera pulang ke tanah air ya Sayang," kata Arjuna pada sang istri.
"Oh iya Bang, mengenai pria yang dijodohkan oleh Kak Ariana pada Kak Mawar..." Anggrek menghetikan pembicaraannya.
"Mengapa?" tanya Arjuna menatap bingung sang istri.
"Kak Mawar menolak semua pria yang direkomendasikan oleh Kak Ariana. Aku harus bagaimana Bang? Aku bingung juga karena hampir setiap hari aku mendengar celotehan Kak Mawarbyang tidak henti-hentinya mengeluh dan ingin kita kembali ke US atau tidak dia ikut kesini," kata Anggrek yang membuat Arjuna menghela nafas.
"Aku harus bagaimana sayang? Aku juga tidak kalah bingungnya dengan Kakakmu itu. Jujur saja aku sangat nyaman jika dia berjarak begitu jauh dariku karena jika dekat kamu tahu sendiri dia selalu mencari kesempatan dalam kesempitan," kata Arjuna yang membuat Anggrek tertegun.
Yang dikatakan sang suami benar, tapi dia adalah satu-satunya kerabat yang Anggrek miliki sejak Papa Taufik meninggalkan Mawar dan Mama Ayana.
Selang Anggrek ke kamar, Kai kembali dan mengatakan jika Arjuna akan melakukan rapat penting hari ini.
"Baiklah, semuanya sudah disiapkan? Ayo kita berangkat!" kata Arjuna yang diangguki oleh Kai.
Kai dan Arjuna meninggalkan ruangan setelah berpamitan pada Anggrek. Saat Anggrek sedang sendiri, lagi Mawar datang menelponnya bagai teror agar dia diperbolehkan ikut bersama Adik bungsunya yang sekarang tengah di luar negeri.
Anggrek tidak akan khawatir jika saja Mawar menerima permintaannya agar Mawar menikah dengan laki-laki yang dia jodohkan ataupun mencari jodoh sendiri.
Sayangnya Mawar menolak dan mengaku jika di kantor orang sering membulinya sedangkan pengakuan dari Ariana tidak demikian. Mawar yang memang hanya bekerja sebagai tukang bersih-bersih cenderung bersikap arogan dan menjual nama Arjuna maupun Anggrek. Hal itu cukup membuat Ibu tiga anak itu sakit kepala. Tidak ingin bertambah pusing Anggrek memilih untuk tidur.
__ADS_1
Sedangkan disebuah restoran kelas bintang lima dan dalam ruangan private Arjuna tengah meeting bersama salah satu pengusaha berpengaruh asal Rusia.
"Senang bisa bertemu dengan Anda Mr Lev Dimitri," kata Arjuna pada Tuan Lev yang menjadi rekan kerjanya beberapa detik yang lalu.
"Saya tertarik dan penasaran bagaimana anak muda sepertimu bisa sangat menguasai pasar Mr Arjuna. Maka dari itu Saya menerima perjanjian kerja sama yang Anda tawarkan," kata Mr Lev.
"Sekali lagi senang bisa bekenalan denganmu Mr Lev," kata Arjuna dengan senyuman sumringah.
"Saya juga senang bertemu dan bisa berbicara denganmu Mr Arjuna. Oh iya dari informasi yang saya dapatkan Anda telah menikah dan memiliki tiga buah hati kembar, apakah Anda berkenan menghadiri jamuan pesta ulang tahunku bersama istri dan Anak-anakmu?" tanya Mr Lev.
"Hmmm bukan apa-apa Tuan Lev hanya saja saya mengkhawatirkan jika membawa mereka dikeramaian. Terlebih mereka baru berusia tiga bulanm sedang sangat membutuhkan perhatian ekstra," kata Arjuna menolak secara halus.
"Saya faham mengenai itu Mr Arjuna, karena itu saya secara khusus mengundang Anda dan keluarga secara private di kediaman saya malam nanti," kata Mr Lev tanpa bisa Arjuna tolak lagi.
Setelahnya mereka berpisah dan kembali kepada kesibukan masing-masing. Arjuna lebih banyak diam sedangkan Kai fokus menyetir mobilnya.
"Lu kenapa? kok kayaknya gusar amat? Amat aja ngak gusar?" tanya Kai memecahkan kesunyian malam.
"Mr Lev adalah orang yang sangay berpengaruh Kai. Bahkan di dunia bawah tanahpun sama, Arthur tahu persis siapa Mr Lev dan bagaimana politiknya. Aku menginginkan bekerja sama dengannya karena memang ingin memperluas jaringan bisnisku, bukan menggadaikan keluargaku. Kau tahu sendiri Mr Lev selalu menggunakan keluarga ataupun sesuatu yang berharga milik cliennya untuk menyetiri mereka," kata Arjuna dengan tampang kusut.
"Aku rasa tidak begitu Bos. Kita sendiri tahu jika Mr Lev salah satu pengusaha yang mengedepankan kejujuran dan kebenaran terlebih sejak Nyonya Demitri tiada. Lagi pula Mr Lev tidak punya anak maupun keluarga dia hanya sebatang kara. Bisa jadi dia ingin bertemu dengan Nyonya besar hanya untuk menghibur lara hatinya yang sepi. Orang setua Mr Lev biasanya sudah memiliki menantu dan Cucu, jadi wajar jika dia ingin tahu keluargamu," kata Kai yang tidak bisa Arjuna bantah.
Bagaimanapun Mr Lev tidak pernah menyerang lawannya tanpa alasan. Selalu ada alasan kenapa dia menyerang rekan bisnisnya dan Arjuna tidak akan membiarkan Mr Lev memiliki alasan untuk menyerang istri dan anak-anaknya.
__ADS_1