Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Jadikan Pelajaran


__ADS_3

Siang ini Anggrek dan Arjuna tengah mengantri didepan ruangan Dokter JN. Sebenarnya Anggrek dan Arjuna tidak harus mengantri, tapi yang namanya keinginan Ibu hamil itu aneh-aneh dan mood swing jadilah keduanya mengantri atas keinginan Anggrek.


Mungkin Anggrek ngidam ingin mengantri dengan Ibu-Ibu hamil lainnya. Hingga ada seorang wanita muda yang sepertinya sekitaran usia 25 atau 26 tahun.


"Sudah berapa bulan Nyonya kehamilannya?" tanya Anggrek sontak mengalihkan perhatian wanita muda itu pada Anggrek.


"PujinTuhan, sudah 5 bulan Nyonya," kata Wanita muda dihadapan Anggrek.


"Masyaallah, apakah sudah tahu jenis kelaminnya?" tanya Anggrek antusias.


"Puji Tuhan, perempuan Nyonya," kata wanita itu antusias dan tampak sangat senang sekali.


"Alhamdulillah, apa Nyonya kesini sendiri?" tanya Anggrek yanh sedari tadi tidak melihat siapapun disamping wanita itu.


"Ya seperti itulah Nyonya. Bagaiman dengan Nyonya, apakah Nyonya datang sendiri?" tanya Wanita itu kembali.


"Tidak Nyonya, saya datang bersama suami Saya. Oh iya sedari tadi kita belum sempat berkenalan, nama Saya Anggrek," kata Anggrek mengulurkan tangannya.


"Saya Angeline Nyonya, apakah yang disamping Nyonya Suami Anda?" tanya Angeline menatap lamat pada Arjuna.

__ADS_1


Arjuna? Jangan kalian tanyakan lagi, sedari tadi dia sibuk sendiri dengan gadgetnya.


"Abang, kenalin ini Angeline," kata Anggrek pada Arjuna.


Arjuna hanya tersenyum sekilas tanpa menanggapi lebih bahkan tidak menyebutkan namanya juga.


"Auw, sakit sayang," ringis Arjuna saat merasakan pahanya perih dicubit oleh Anggrek.


"Ngak sopan Abang. Masa ada orang yang mengulurkan tangan kamu sama sekali tidak merespon bahkan menyebutkan namapun yidak," bisik Anggrek.


"Tolonglah Sayang, Abang sedang tidak ingin berdebat sekarang. Jangan protes atau berdebat kita pulang," bisik Arjuna tegas pada istrinya.


Tidak lama kemudian nama Anggrek dipanggil. Dengan semangat dan bahagia Anggrek maupun Arjuna memperhatikan monitor yang menampilkan kedua anak kembar mereka.


"Apakah Kamu ingin menlihat jenis kelaminnya?" tanya Dokter JN yang ikut menimpali pandangan bahagia kedua pasutri itu.


"Tidak, Dokter," kata keduanya seraya tersenyum.


"Kami ingin nanti jadi kejutan saja, baik laki-laki maupun perempuan kami akan sangat bahagia Dokter," kata Anggrek yang diangguki oleh Arjuna.

__ADS_1


Setelahnya keduanya pulang, saat ini Anggrek dan Arjuna tengah berada dalam mobil. Anggrek menikmati suara murottal al-qur'an yang mengalir ditelinganya melalui pemutar suara dimobil Arjuna.


"Bang, Abang tadi kenal sama Angeline?" tanya Anggrek kembali.


"Dia adalah mantan kekasih Kai, aku tidak mengenalnya dengan baik. Tapi melihat bagaimana kacaunya Kai saat mereka putus aku tahu semua tidak baik-baik saja, dan permasalahan tidak datang dari Kai. Aku nt


tahu betapa bucinnya Kai padanya," kata Arjuna dengan santainya.


"Ya walau begitu kita tidak boleh ikut campur Sayang. Bagaimanapun itunranah dia bersama dengan Kai," kata Anggrek menatap sang suami.


"Sayang, Kai sudah kenal denganku sejak dibangku kuliah. Ancur-ancurnya aku dia tahu, aku sudah menganggapnya saudaraku meski kita selalu formal karena itu permintaan Papah dan Mamah." kata Arjuna memegang tangannya Anggrek dan tetap fokus pada jalanan.


"Jadi maknanya?" tanya Anggrek menatap geli sang suami.


"Maknanya ya, Aku ngak terima kalau Adik akundi kecewain apalagi sampai mabok-mabokkan. Meskipun aku ini ngak baik-baik amat tapi aku bukan pencinta minuman sayang, apalagi melalui minuman aku malah melukai kamu," kata Arjuna menatap sendu sekilas sang istri.


"Itu hanya masa lalu Abang, jadikan pelajaran ambil hikmahnya agar kedepannya jadi lebih baik," kata Anggrek.


"Terima kasih Sayangku," kata Arjuna bahagia.

__ADS_1


__ADS_2