Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Penuh Teka Teki


__ADS_3

Suasana meja makan menjadi hangat karena canda tawa yang menemani suasana makan malam diantara semuanya. Radislav sangat tidak menyangka jika Putrinya adalah orang yang sangat welcome dan punya pemikiran terbuka.


"Bagaimana hari-harimu Nak, setelah bersama pria sibuk yang menyebalkan ini?" tanya Mr Lev yang menyela obrolan mereka.


"Aku sangat menikmati hariku Paman, Abang juga selalu membawaku kemanapun dia pergi jadi selama ini semuanya tidak ada masalah Paman. Meskipun Abang sibuk tapi Abang bukanlah Suami yang selalu mementingkan bisnis diatas segalanya, sesibuk apapun pastinya kami akan selalu menjadi prioritas Abang," kata Anggrek menatap sang suami dengan senyum hangat yang menbuat Arjuna tersipu malu karena perkataan sang Istri.


"Baiklah Nak, aku sangat bahagia mendengar semuanya," kata Radislav.


"Bagaimana jika kalian semua menginap disini?" tanya Radislav pada Anggrek dan Arjuna.


"Aku ikut Abang aja, Daddy. Semuanya tergantung Abang Arjuna apakah tidak ada jadwal pagi besok?" tanya Anggrek pada sang suami.


"Sayang, semuanya bisa dikendalikan oleh Jinyoung dan Hana. Aku rasa ada baiknya, lagi pula kasian anak-anak kalau harus kena angin malam,'' Alibi Arjuna karena ingin Anggrek dan keluarganya punya hubungan yang lebih akrab lagi.


"Baiklah, aku setuju Daddy," kata Anggrek.


Sesuai dengan janji pada saat makan malam maka sekarang mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama. Radislav menikmati waktu bersama Anak, Menantu dan ketiga cucunya.


"Nak, ada sesuatu yang ingin Daddy katakan padamu. Daddy harap dengan kamu mengetahui kebenaran ini tidak menciptakan jarak tmyang terlalu besar diantara kita," kata Mr Radislav menatap lekat putrinya.


"Aku selalu memagang prinsip lebih baik sakit tapi dikatakan sejujurnya dan lebih awal ketimbang ditunjukkan manisnya tapi dipenghujung kepahitan itu disampaikan oleh orang lain Daddy," kata Anggrek tenang.


Perlahan tapi pasti Mr Radislav menceritakan semua identitas dirinya. Mengenai siapa dia dan bagaimana kesehariannya dan apa pekerjaan yang dia geluti hampir di seluruh hidupnya.


Anggrek sedikit terdiam, dia takut jujur saja sangat takut. Berarti Ayah kandungnya adalah seseorang yang berlimur darah ditangannya, dia bukan orang bodoh yang tidak tahu bagaimana kerja kartel mafia.


"Selain itu Daddy punya 4 anak angkat laki-laki yang berarti mereka saudara angkatmu. Mereka ingin menemuimu dan ingin mengenalmu lebih dekat, meski mereka semua orang-orang yang berdarah dingin bahkan terkesan seperti psikopat tapi akan lebih baik berterus terang dari pada lari Nak. Daddy ngak selamanya bernafas untuk menjaga kalian semua, Daddy takut jika sesuatu yang berbahaya...


"Dad, aku percaya pada Tuhanku. Apapun itu aku tidak akan mengalami kemalangan dan musibah kecuali atas seizin Tuhanku. Sekuat apapun benteng yang melindungi, jika Tuhan sudah berkata pulang sejanakpun kita tidak bisa mengatakann tunggu Dad," kata Anggrek serius.


Sekali lagi Radislav merasa terpukul, sangat banyak yang menakutinya tapi dia tetap tidak bisa menghentikan kecelakaan yang menimpa mendiang istrinya. Sekuat apapun dia, dia tetap tidak mampu mencegah roh Istrinya pergi setelah mengalami dua tahun koma di rumah sakit.


"Apapun yang Daddy lakukan dimasa lalu hingga sekarang aku tidak bisa mendukung ataupun melarang karena banyak waktu yang kita lewatkan tanpa saling mengenal satu sama lain. Biarkan waktu yang memberikan jawaban untuk setiap perjalanannya Daddy. Tapi seperti aku tidak mencampur baurkan semuanya begitu juga aku dengan Kakak Angkat aku nanti Daddy, ada batasan yang teramat jelas antara kami karena kami tidak ada hubungan darah. Dosa bagiku bila aku bersentuhan walau hanya menggenggam tangannya," kata Anggrek dan Radislav tahu itu karena sebelumnya Radislav telah mencari banyak sedikit informasi mengenai agama yang dianut oleh Anaknya itu.


"Terima kasih Sayang," kata Radislav yang mengusap kepala sang Putri.


"Sayang sepertinya Faqih, Faris dan Fateen sudah terlelap," kata Arjuna.

__ADS_1


"Bawa saja ke kamar yang disana," kata Mr Radislav seraya meminta tolong pada pelayan yang akan menunjukkan kamar pada Putrinya agar membawa cucu-cucunya ke kamar.


Setelah Anggrek dan anak-anak ke kamar sekarang tinggal Arjuna dan Radislav.


"Aku yakin banyak sedikit kau telah mengetahui siapa aku, Arjuna. Apalagi kau berteman baik dengan Arthur, bahkan dari senter kabar yang terdengar kau pernah bekerja sama dengan Arthur selama dua tahun didalam dunia Mafia?" tanya Radislav.


"Iya Mr Radislav.."


"Daddy, panggil aku begitu Nak. Aku ini Ayah mertuamu meski terlambat mengatakannya tapi tidak mengubah kebenaran jika aku adalah Ayah dari Anggrek," kata Radislav yang diangguki oleh Arjuna.


"Aku titipkan Putriku padamu, tolong jaga dia baik-baik. Oh iya, jika aku mengajarkan banyak hal militer pada Anggrek tolong jangan marah. Karena menjadi Putriku berarti mencari banyak musuh, aku ingin menyembunyikannya tapi sepertinya pergerakanku diketahui oleh Putra-Putraku. Kami terbiasa dengan kekerasan dan haus darah membuat aku takut Nak," kata Radislav.


Ya seorang Radislav yang tidak pernah merasa takut sekarang merasa ketakutan karena memiliki anak yang ingin dia jauhkan sejauh mungkin dari senjata api tapi sepertinya tidak bisa karena bukan hanya musuhnya yang bisa menjadi musuh Anggrek, rekan bisnis bahkan masa lalu Arjuna juga bisa sangat membahayakansang anak.


"Papahku selalu mengatakan padaku Dad. Jika kita sauayang pada seseorang maka jangan terlalu dimanja, kita tidak pernah tahu sampai kapan nafas ini berhembus. Jika kita masih ada kita akan berusaha melindunginya sebaik mungkin tapi sampai kapan Dad? Bukankah sebagai manusia kita juga tidak berdaya, bahkan atas diri kita sendiri," kata Arjuna memandang jauh kedepan.


Ya Arjuna kembali mengenang saudara kembarnya yang telah meninggal dunia. Meski begitu, sekarang hanya mampu merindu tanpa bertemu.


"Beristirahatlah Nak, ini sudah larut. Istrimu sendiri didalam," kata Radislav yang diangguki oleh Arjuna.


Arjuna memasuki kamarnya bersama sang istri. Begitu dia mencuci mukanya dan menyadari satu hal. Semua perlengkapannya bersama sang istri dan anak-anak mereka telah Mr Radislav siapkan.


"Kalau sudah tidak sanggup masih ada hari esok, jangan sampai terlambat bangun," kata Arjuna pada istrinya.


"Aku merasa gelisah Abang," kata Anggrek dan menutup al-qur'an kecilnya.


"Karena ini tempat yang baru?" tanya Arjuna dan Anggrek hanya menganggukkan kepalanya saja. Arjuna menghela nafas. Dia tahu pasti jika sang istri merasa tidak nyaman.


"Beristigfarlah, Allah sebaik-baiknya penenang dikala gundah," kata Arjuna dan Anggrek hanya menganggukkan kepalanya dan masuk kepelukan sang Suami.


Sementara di tempat berbeda tengah terjadi baku tembak antara team Stefan dengan lawan.


Dor


Dor


Dor

__ADS_1


"Cepat! Jangan membuang waktu lebih lama lagi!" teriak Xio pada yang lain.


"Bang**t mereka masih mengejar kita!" teriak Wu Yihan memberi tahu Stefan.


"Oh My God! Dia ingin bermain-main. Ayo teman-teman kita bersenang-senang! Habisi semuanya tanpa tersisa!" teriak Stefand dan maju paling depan.


Baku hantam tidak bisa terelakkan, team lawan banyak yang tumbang dan beberapa dari orang Stefand ada yang terluka.


"Hiaaaaaaaa!" teriak team lawan yang memberi komando agar mundur karena sudah tidak lagi memilikintenaga untuk melawan.


"Sudah jangan di kejar! Biarkan saja, kita tidak akan sekejam itu untuk kali ini," kata Stefand menyeringai.


Hingga


Booom


Ledakan yang membuat semua pasukan musuh yang melarikan diri bercerai-berai bahkan ada yang hancur karena ledakan.


"Kau salah mencari lawan Bung!" seringai Stefand dan yang lainnya hanya mampu bergidik ngeri.


"Cepat bawa barangnya! Letakkan ditempat biasa, aku ada janji bersama Barack dan yang lainnya!" kata Stefand yang meninggalkan rombongan.


Setibanya di markas, Stefand mengambil wine untuk menghilangkan dahaganya dan memejamkan matanya sejenak.


"Hoi Bung! Bagaimana misimu?" tanya Marvell yang duduk disebelahnya.


"Semuanya sesuai dengan rencana!" kata Stevand.


"Bagaimana Anak kandung Daddy? Kau pernah melihat rupanya?" tanya Stefand masih tetap memejamkan matanya.


"Sangat anggun dan mampu membuatmu melupakan si Ja****g itu," kata Marvell.


"Tapi sayangnya dia telah punya suami dan anak," kata Marvell kembali.


"Daddy sudah sangat-sangat baik padaku, aku tidak akan mampu mengecewakan Daddy," kata Stefand.


"Aku harap juga begitu," kata Marvell sinis.

__ADS_1


Disisi lain Anggrek semakin menyurukkan wajahnya didada bidang sang Suami seraya menuruti perintah Arjuna agar berzikir dan melupakan kegelisahannya.


"Apapun itu Ya Allah, untuk semua teka-teki ini aku pasrahkan semuanya pada-Mu Ya Allah," lirih Anggrek dalam hatinya.


__ADS_2