
Setelah pengumuman kemenangan yang di terima Anggrek, saat ini Anggrek dan Arjuna lengkap dengan 11 orang team studio termasuk Amanda tengah melakukan makan malam di restoran ternama di kota tempat tingga mereka sekarang.
"Aku sungguh tidak menyangka Beb, akhirnya kita menang setelah perjuangan panjang kita. Aku bukan tidak percaya pada rancangan ataupun penampilanmu.Tapi ya kamu tahulah seeprti apa dirimu beberap jam yang lalu, sangat-sangat tidak bisa di tebak. Mood mu berubah-ubah, kamu lagi dapet ya?" tanya Amanda pada Anggrek karena kebetulan mereka duduk bersebelahan. Ya posisi Anggrek berada di tengah-tengah Arjuna dan Amanda.
"Ngak juga, mungkin aku terlalu capek jadinya mudah marah dan protes kali," kata Anggrek yang hanya menanggapi sekilas perkataan Amanda.
Anggrek sibuk dengan makanan dan minumannya. Bahkan sepertinya wanita bertubuh langsing dan indah bak Model itu tidak lagi memperdulikan jikalau dia bisa saja memiliki tubuh yang lebar karena terlalu banyak makan.
"Anggrek kamu yakin makan sebanyak itu?" tanya Amanda saat Anggrek lagi-lagi meminta tambahan makan setelah mengabiskan dua porsi yang di makannya.
"Aku lapar banget Beb! Udah ah, jangan ganggu. Abang Arjuna aja ngak masalah, ngak papakan Bang? Kalau aku makan banyak kan Bang?" tanya Anggrek pada Arjuna yang tengah meminum minumannya setelah selesai makan.
"Iya Sayangnya Abang, kamu boleh makan sepuasnya. Ngak ada diet-dietan Abang suka bini Abang jadi montok," kata Arjuna pada Anggrek yang di sambut senyuman sumringah oleh Anggrek.
"Ya ampun dunia rasa milik berdua yang lain pada ngontrak," kata Amanda saat melihat kemesraan sahabat baiknya dengan sang suami.
"Iri bilang Bos!" kata Anggrek pada Amanda.
"Aamiin ya Allah, semoga jadi Bos beneran. Allah maha mendengar," kata Amanda.
"Aamiin," kata semua yang ikut makan termasuk Anggrek dan Arjuna mengamini.
"Baiklah Para Sahabat seperjuanganku. Hari sudah kian larut ada baiknya kita kembali ke kediaman masing-masing. Mengenai hadiah tenang besok di kantor kita bahas dan juga Insyaallah kita akan segera membuka Butik AA Colection perdana kita dari hasil Event World Fasion Show hari ini," kata Anggrek pada para pekerja dan juga sahabat baiknya Amanda yang telah berjuang bersama dari titik nol.
"Amanda kamu bawa mobil?" tanya Anggrek saat sang sahabat akan beranjak dari kursi.
"Tenang Bu Bos, Amanda adalah wanita kuat yang kemana-mana selalu di balik stank kemudi sendiri bukan di samping stank kemudi karena Mas Yayang belum ketemu," kata Amanda yang berakhir mengundang senyum malu Arjuna dan tawa dari Anggrek.
__ADS_1
"Ya sudah silahkan kejar Mas Yayang kamu tu!" kata Anggrek pada Amanda.
"Siap Komandan dalam waktu kurang dari 24 jam saya akan halal bersama Song Joong Ki Oppa," kata Amanda yang semakin halu.
"Setiap perkataan adalah do'a jadi tolong di aminkan saja," kata Amanda yang lagi-lagi dengan lelucuan garingnya.
"Aamiin, semoga tercapai ya Oppanya. Kasian kamu menghalu terus jadi gimana-gimana gitu," kata Anggrek.
Saat ini Anggrek tengah berada di dalam mobil bersama sang suami. Dari tadi wanita cantik itu selalu menguap, selain kenyang setelah makan wanita cantik itu sangat-sangat mengantuk.
"Kalau ngatuk kamu tidur saja Sayang. Nanti kalau sudah tiba aku bangunkan," kata Arjuna pada Anggrek.
"Baiklah Abangku Sayang, jika dirimu memaksa. Aku akan tidur, jangan sedih aku tidur karena paksaan dirimu," kata Anggrek dengan dramatis dan langsung memejamkan matanya menyelami alam mimpi.
Tidak membutuhkan waktu lama Anggrek dan Arjuna telah sampai di basement mobil tempat mereka memarkirkan mobil mereka.
Arjuna menghentikan ciumannya saat Anggrek mengalungkan tangannya pada leher sang suami.
"Sayang kita lanjutkan di Apartment saja ya, Abang pengen lebih," kata Arjuna dan menggendong sang istri ala bridal style tanpa merasa keberatan sama sekali.
Ya sebagai seorang designer dan juga Model untuk brandnya sendiri cukup membuat Anggrek menjaga berat badannya dan tentu saja membuat tubuh Anggrek ramping dan mempesonah.
"Abang, kok makin ganteng deh? Kalau aku cinta gimana?" tanya Anggrek pada sang suami saat mereka sedang di dalam lift.
"Cinta sama suami itu ngak salah Sayang, malah berpahala. Abang juga Sayang sama kamu," kata Arjuna pada sang istri.
"Abang belum cinta padaku?" tanya Anggrek pada Arjuna dengan wajah sendu.
__ADS_1
"Sayang beri Abang waktu untuk menjawab hal ini ya. Sudah jangan membahas yang berat-berat, nanti malah sedih. Kita akan tetap belajar saling menerima, saling sayang dan saling cinta. Yang terpenting sekarang Abang milik kamu seorang," kata Arjuna tersenyum menenangkan pada Anggrek.
Anggrek menyembunyikan wajahnya di dada sang suami yang tengah menggendongnya. Bukan apa-apa dia sudah tidak kuasa mebahan air mata dan terlihat oleh Arjuna membuatnya semakin lemah saja.
"Bagaimana denganku? Bagaimana jika aku sudah sangat mencintaimu dan takut kehilangan dirimu Abang? Apakah rasa ini tidak seharusnya ada? Tapi aku tidak mampu membendungnya, Ya Allah aku harus bagaimana? Aku tidak akan di campakkan lagi bukan?" semua pertanyaan menakutkan itu bersileweran di kepala kecil Anggrek.
"Ya Allah, apapun itu semuanya aku pasrahkan padamu," lirih hati Anggrek kerika dalam gendongan Arjuna.
Setibanya di depan pintu Apartment, Anggrek masih belum di turunkan oleh Arjuna. Meski tadi Anggrek telah meminta di turunkan tapi pria tampan itu enggan menurunkan snag istri dari gendonganya.
"Buka saja Sayang pintunya, ngak usah turun," kata Arjuna.
"Tapi nanti Abang capek," kata Anggrek oada sang suami.
"Ngak akan capek kalau buat Istri Abang tersayang mah," kata Arjuna.
Tanpa protes Anggrek memasukkan pin untuk pintu apartment mereka dan mereka masuk ke dalam rumah, tidak lebih tepatnya hanya Arjuna karena posisinya Anggrek dalam gendongan sang suami.
"Apa kamu lelah Sayangku? Jika kamu terlalu lelah kuta tidur saja, ngadon dedeknya bisa kapan-kapan saja," kata Arjuna ketika berhasil meletakkan sang istri di atas ranjang. Arjuna menemukan tatapan yang tidak biasa dari sang istri untuk dirinya.
Hal ini membuat Arjuna menduga jika Anggrek tengah merasa tidak nyaman atau terlalu letih.
Maka dari itu Arjuna menyarankan sang istri untuk beristirahat saja.
"Ngak Abang, aku juga pengen lagi pula kita harus banyak berusaha agar dedek bayi segera hadir," Anggrek memeluk sang suami dari belakang dan mereka melakukan ibadah suami istri yang penuh pahala itu. Ya jika pasangan halal jangankan yang lain-lain, pegangan tangan saja berpahala. Bahkan berebicara romantis saja berpahala. Begitulah kisah perasaan manis dan pilu yang silih berganti hadir di rumah tangga Arjuna dan Anggrek.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1