
Pagi itu Mawar tengah memasak untuk Papa dan Mamanya. Papa sedang bersiap untuk ke kantor sedangkan Mama tengah menyiram tanaman di luar.
Masakan yang di masak oleh Mawar tidak terlalu rumit hanya memasak nasi goreng dan juga membuat teh hangat untuk kedua orang tuanya dan juga dirinya. Bagaimana pernikahannya dengan Abimanyu? Jangan di tanya lagi sesuatu yang didapat dengan cara yang tidak baik juga berakhir dengan tidak baik, pernikahannya dan Abimanyu kandas beberapa bulan yang lalu di meja hijau.
Kini Mawar hanya mampu mereguk pahitnya jadi janda muda, tapi meski begitu ada satu hal yang Mawar syukuri saat ini dia sedang mempelajari lebih agama secara rutin di pondok pesantren Al-Mukmin. Setelah kejadian naas yang menimpa Melati banyak perubahan dalam diri Mawar, terlebih jika mengingat penyiksaan yang di lakukan oleh Abimanyu padanya. Beruntung Anggrek masih mau berbaik hati memaafkan kesalahannya dan menuruti anjuran dari Anggreklah Mawar mondok di Pesantren Al-Mukmin selama 1 bulan belakangan.
Sungguh Allah maha baik, melalui belajar di Pondok Al-Mukminun Mawar mendapat banyak ketenangan hati dan dia juga mendapat pekerjaan di sana dan pastinya juga mendapat penghasilan juga walaupun tidak banyak tapi Mawar sangat bersyukur.
"Nak, sudah selesai masaknya?" tanya Mama yang datang dari luar.
"Sudah Ma, ini Mawar mau angkat ke meja makan dulu," kata Mawar seraya mengangkat wadah nasi gorang yang dia buat beserta telur mata sapi yang di buatnya.
"Anggrek gimana kabarnya Ma? Kapan kembali ke Indonesia?" tanya Mawar ketika melihat Mamanya membawa teh hangat yang tadi di buatnya.
"Mawarkan sekarang tengah hamil 6 bulan, Arjuna tidak ingin sesuatu yang tidak di inginkan menimpa Anggrek jika harus bepergian jauh. Kemungkinan Anggrek akan melahirkan disana hingga anaknya nanti usia 2 atau 3 tahun. Apalagi Mama dengar usaha Arjuna tengah maju pesat di sana dan Anggrek juga harus mengelola butik miliknya," kata Mama tanpa menoleh.
"Enak ya jadi Anggrek ya Ma, punya suami tajir-melintir kayak Arjuna. Anggrek sendiri juga lulusan S2 dari luar negeri dan punya usaha butik yang cukup besar atas namanya sendiri," kata Mawar menanggapi perkataan Mamanya seolah mengeluhkan kondisinya saat ini.
"Setiap orang itu punya jalannya masing-masing, ngak ada yang sempurna. Anggrek juga menjalani itu semua bukanlah hal yang mudah, kamu tahu sendiri bagaimana pernikahan Anggrek dengan Abimanyu. Bahkan pernikahannya bersama pria yang didambakannya hanya bertahan beberapa jam hingga berakhir dengan talak di pelaminan. Tanpa Mama jelaskan juga kamu tahu siapa dalangnya bukan," kata Mama dengan wajah dan ekspresi tidak bisa di jabarkan.
__ADS_1
"Aku benar-benar minta maaf Ma, aku terbakar api cemburu saat melihat kehidupan Anggrek yang terlihat sangat indah dan damai. Anggrek selalu mendapatkan apa yang dia mau, dia berprestasi, cantik dan juga kreatif. Apapun yang dia lakukan seolah punya magic sendiri dan terbentuk begitu indah," kata Mawar pada sang Mama.
Mama menghela nafas panjang, apakah selama ini dia terlalu memanjakan Mawar dan Melati hingga keduanya menjadi seperti ini? Demi Allah! Yang di katakan oleh Mawar mengenai Anggrek hanyalah cover dari anaknya itu sedangkan aslinya Anggrek menggapai itu dengan susah payah dan juga jatuh bangun untuk mengejar semua ketertinggalannya.
"Apa yang kamu katakan tadi hanyalah cover dari Anggrek. Anggrek yang terlihat sukses dan menyilaukan mata kamu sekarang adalah Anggrek yang di tempa dengan kerasnya kehidupannya sejak kecil Mawar! Kamu tahu sendiri Papa dan Mama memberika perlakuan yang sangat berbeda pada Anggrek. Selama ini bahkan tetanggapun banyak yang menyadari jika Anggrek sering di anak tirikan dirumah ini, luka itulah yang membuat Anggrek tidak sulit untuk mandiri. Dia sudah terbiasa berteman luka," kata Mama menengadahkan air matanya.
Mama tahu apa yang di alami oleh Anggrek tidak lepas dari akibat perbuatan bodohnya. Karena kebodohannya anak kandungnya harus menjadi begitu tersisihkan, tapi Mama juga takut hidup susah. Mama masih sangat bersyukur saat Papa tidak meninggalkannya saat mendapat kabar kurang menyenangkan dari dirinya yang saat itu tengah mengandung Anggrek.
Ditempat lain tengah musim salju, Anggrek tengah duduk di ruang tengah sedang mengulang-ulang hafalan al-qur'annya. Saat ini Anggrek hanya berdua bersama sang suami Arjuna, Mamah dan Papah mertuanya tengah pulang ke Indonesia.
"Masyaallah, sholehahnya istri Abang! Semoga si dedek ngikutin tingkah laku Uminya nanti ya, kalau lahirnya cowok jadi anak yang sholeh dan kalau cewek jadi anak yang sholehah," kata Arjuna seraya membaca sholawat ketika mengelus perut istrinya dan itu berhasil membuat Anggrek tersenyum.
Anggrek hanya mengaggukan kepala saja. Tidak lama kemudian Arjuna kembali dengan laptop dan tablet khusus untuk keperluan kerjanya. Tidak lama setelahnya Arjuna tenggelam dengan meeting yang memang tengah dilakukannya secara daring dikediamannya.
Setelah selesai bermurajaah, Anggrek menutup Al-qur'an miliknya. Lalu Anggrek meminum susu yang di buat oleh suaminya seraya menatap wajah tampan suaminya yang tengah bekerja.
Ada buah yang telah di potong-potong kecil olehnya, Anggrek sebenarnya sangat terharu oleh sikap suaminya. Arjuna benar-benar menepati janjinya sebagai suami siaga. Sebenarnya tanpa diminta juga Arjuna selalu menunjukkan tanggung jawabnya, Arjuna juga tidak pernah berbicara kasar apalagi sampai membentaknya.
"Nikmat Allah mana lagi yang aku dustakan Ya Allah," lirih Anggrek dari dalam hatinya.
__ADS_1
"Jangan ditatapin terus Dek, ntar kalau jatuh cintanya makin parah ke Abang takutnya Abang yang repot," kata Arjuna tanpa melihat pada istrinya.
"Berarti Abang harus bertanggung jawab kalau aku jatuh cinta parah tanpa tertolong lagi ke Abang," kata Anggrek kembali menggoda sang suami dengan kata-katanya.
"Ah! Apa yang harus Abang lakukan supaya bisa bertanggung jawab akan cintamu wahai Bidadari hatiku?" tanya Arjuna mendongak saat sang Istri sudah duduk di sampingnya yang tengah bekerja dihadapan laptopnya.
"Udah Bang, gombal mulu ah," kata Anggrek menjawir hidung mancung sang suami.
"Lah Dedek yang mulai Dedek yang marah? Kumaha atuh Neng?" tanya Arjuna seraya tertawa.
"Abang mau teh? Biar Anggrek buatkan? Sebagai teman kerja," kata Anggrek masih menatap wajah Arjuna yang sangat dekat jaraknya dengan wajahnya.
"Boleh Sayang, makasih ya," kata Arjuna seraya tersenyum.
Anggek berdiri ke dapur untuk membuat segelas teh hangat untuk suaminya. Setelah membuat teh hangat Anggrek mengambil Cake yang tadi dibuatnya untuk cemilan sang suami.
Begitu secangkir teh dan kue tersaji di meja, Arjuna mengucap terima kasih pada Anggrek seraya mengecup sayang pipi istrinya.
"Bang, aku boleh pelihara kucing?" tanya Anggrek mengalihkan atensi sang suami.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...