Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Sial Semuanya Gagal!


__ADS_3

"Eh stop deh kamu ngak usah sok ganteng jadi laki-laki! Aku itu kemari karena ada kerjaan sama Anggrek. Kita itu sama-sama kerja dan mencari nafkah jadi ngak usah julid jadi manusia!" kata Manda menanggapi ejekan yang Kai lontarkan padanya.


"Eh cewek jadi-jadian lu tu seharusnya sadar kalau lu tu harusnya udah ngurus suami dan anak di rumah dan nungguin suami pulang kerja ini malah mencari nafkah untuk diri sendiri prihatin gue sama keturunan ningrat inggris katenya!" kata Kai semakin julid.


"Mending nikah ama Abang, Neng biar Abang nafkahin," kata Kai menaik turunkan alisnya menggoda Amanda.


"Gila kamu ya? Lebih baik ngak nikah deh dari pada punya suami julid kayak kamu!" kata Amanda pada Kai yang membuat Kai cengegesan.


"Aduh Sayang bagaimana mungkin kamu bilang aku gila sedangkan aku sudah dewasa dan berakal bahkan lebih dari kata wajib untuk segera menikah karena sudah mampu secara lahir dan batin, hanya menunggu kamunya siap ngak aku lamar untuk menjadi teman hidupku dan menjadi Ibu dari anak-anakku. Tenang aja sayang, kalau udah nikah Abang ngak julid kok tapi romantis tis tis deh pokoknya!" kata Kai kembali.


"Anak orang jangan lu godain mulu napa eh! Nanti kalau baper gimana? Kamu wajib tanggung jawab!" kata Arjuna yang tiba lengkap dengan laptop dan beberapa berkas ditangannya.


"Ya kalau baper tinggal diajak nikah apa susahnya sih Jun!" kata Kai sok santai karena lagi di rumah.


"Aku ngak masalah jika memang kamu serius dengan Sekretarisnya Anggrek tapi kamu juga harus tahu jika ngak ada istri manapun mau jika suaminya belum selesai dengan masa lalunya. Kamu boleh katakan itu jika kamu benar-benar sudah mampu melupakan perempuan itu!" kata Arjuna tegas..


"Sudah jangan bahas dia, jadikan hari ini meeting diluar?" tanya Kai pada Arjuna dan pria tampan itu mengangguk saja.


"Mah aku titip Anggrek di rumah ya, jangan biarkan satupun dari keluarga siluman ular itu datang kemari menamui Anggrek tanpa pengawasan aku. Terkadang orang jahat punya 1001 rencana dan akal licik dari pada kita," kata Arjuna yang diiyakan oleh Mamah.


"Anggrek mana kenapa ngak keluar padahal Amanda sudah datang?" tanya Mamah pada sang putra.


"Anggrek lagi mandi Mah, bentar lagi juga keluar," kata Arjuna.


"Kenapa kediamanmu penuh dengan penjaga bersenjata?" tanya Kai yang memang melihat pemandangan yang sedikit tidak biasa dikediaman sang Bos.


"Anggrek tengah hamil tua, terlebih keluarga Raharja semuanya ada disini. Aku masih belum percaya membiarkan Anggrek hanya bedua dengan Mamah. Kau sendiri tahu bagaimana riwayat Mawar dia pernah menjadi simpanan para pengusaha, todak menuntut kemungkinan hal yang sama dia lakukan disini. dan pastinya dengan begitu dia bisa bertindak gila terhadap Anggrek dan aku tidak ingin itu terjadi," kata Arjuna.

__ADS_1


"Kenapa kau terlalu fokus pada Anggrek bisa jadi yang diincar oleh wanita itu bukan Anggrek tapi dirimu! Kau tahu orang bisa bertindak nekat bahkan gila jika sesuatu yang dia inginkan tidak tercapai. Aku hanya mengingatkan terserah bagaimana rencanamu untu kedepannya," kata Kai pada Arjuna.


Sementara disisi lain di sebuah ruangan mewah dengan aksen gelap melingkupi ruangan itu karena pemilik ruangan tidak menyukai kecerahan dan cahaya.


"Apa jadi wanita kampung itu punya saudara beda Ayah tapi se Ibu dan selama ini hubungan mereka tidak baik?" tanya Wanita itu pada pria yang berpakaian seperti khas mata-mata.


"Dari informasi yang saya dapatkan dia adalah anak yang sangat di benci oleh Ayah dan Ibunya karena hadir dari sebuah kesalahan. Bahkan riwayat sebelumnya menyatakan jika Anggrek Raharja adalah wanita yang di talak oleh suaminya di pelaminan setelah beberapa jam pernikahan dan kabar buruknya dia fitnah oleh Kakaknya yang telah meninggal dan juga Kakaknya yang sekarang meninggali salah satu apartment Tuan Arjuna," kata Pria itu kembali.


"Me na rik," kata wanita itu mengeja perkataannya.


"Apalagi yang kau ketahui tentang ****** itu?" tanya Wanita itu kembali.


"Maksudnya saudara dari Nyonya Anggrek?" tanya pria itu kembali.


"Pastinya begitu! Apalagi yang kau ketahui tentang wanita ****** ini, aku akan memanfaatkan luka yang menganga diantara saudara ini untuk mendapatkan Arjuna dan juga perusahaannya. Bagaimanapun wanita kampungan dan udik itu tidak pantas bersanding dengan Arjuna yang tampan dan kaya raya!" kata wanita itu tersenyum sinis.


"Beberapa tahun saat Anggrek menjalani pendidikannya disini dia menjadi wanita panggilan dan simpanan para pengusaha kaya. Dilihat dari sifatnya yang menghalalkan segala cara demi uang bahkan membuat pernikahan Nyonya Anggrek berakhir di pelaminan pastinya juga karena uang lagi," kata pria itu kembali.


"Bagus, kau cari dia dan culik dia agar aku bisa mengajaknya bekerja sama, karena dari penjagaan yang begitu ketat di rumah Arjuna aku pasti tidak akan bisa masuk untuk mencelakai wanita kampungan itu. Tapi jika keluarga pastinya wanita kampung itu akan luluh," kata wanita misterius itu.


"Tapi Nona, Tuan Arjuna melarang semua anggota Raharja untuk datang dan mendekat pada Anggrek tanpa pengawasan darinya," kata Pria itu kembali.


Pyar


Suara pecahan vas bunga yang dia lemparkan ke dinding dan hampir mengenai kepala mata-mata yang bekerja untuknya.


"Makanya jangan bodoh! Cari setiap celah yang ada walau sebesar titik yang bahkan semut saja tidak lolos tetap kita cari celahnya. Jika tidak mungkin untuk mencelakainya maka buatlah dia seolah-olah mengkhianati suaminya. Arjuna adalah pria yang sangat pencemburu, tinggal diberikan sedikit percikan api maka pernikahan konyolnya bersama wanita kampungan itu akan tamat! Tamat! Hahahahahahahaha!" tawa wanita itu menggelegar.

__ADS_1


Sedangkan didalam taxi Mawar meminta pak supir mengikuti Arjuna yang tengah dalam perjalanan menemui cliennya.


Setibanya diresto, aura Arjuna yang tengah melakukan presentasi kerja sama bersama dua orang asing asal Rusia membuat Mawar kian tartawan hatinya untuk memiliki Arjuna.


Tepat setelah Arjuna selesai meeting dan Cliennya pergi, Mawar langsung menghampiri Arjuna dan tidak tangung-tanggung wanita yang telah membuka hijabnya itu berpakaian teramat sexy hingga *********** hampir lebih dari separuh yang ditampakaan agar tampil menawan dan bisa merebut suami dari Adiknya yang teramat beruntung itu.


Hup


Arjuna terperanjat dan sontak mendorong Mawar hingga jatuh ke lantai dan sontak terdengar bunyi 'creatttt' dari bajunya yang sobek karena jatuhnya yang sangat jauh dari kata anggun.


"Hhahahahaha, astaga masih ada ya orang kurang akal kayak lu! Masa laki orang lu peluk-peluk dadakan kaget tau kirain tadi setan ternyata emang setan beneran! Baju lu  sobek noh!" Kata Kai tanpa basa basi.


"Kai sudah tinggalkan  saja, tapi saya sungguh sangat miris melihat Anggrek yang sudah kembali mempercayaimu dan kau kembali berulah," kata Arjuna sinis pada Mawar yang berusaha ingin mnedekat pada Arjuna tapi tidak bisa karena sobekan bajunya yang teramat panjang.


"Jangan diulangi lagi! Kamu itu cantik dan berharga ngak harus merebut suami orang apalagi suami Adik sendiri," kata Kai yang menyelimuti tubuh Mawar dengan jasnya.


"Mas Arjuna! Tolong aku, aku ngak bisa berdiri karena kakiku terkilir," teriak Mawar saat Arjuna akan berlalu.


"Kai, kau urus dia. Aku harus segera pulang, pesan taksi saja untukmu dan dia!" kata Arjuna meninggalkan keduanya.


"Ayo," kata Kai berusaha membimbing Mawar saat mereka tinggal berdua saja.


"Tidak usah! Saya bisa sendiri, najis jika harus dipegang-pegang kacung kayak kamu!" kata Mawar yang lengsung berdiri dan mendorong tubuh Kai hingga Kai sendiri speechless karenanya.


"Wah wah wah, mantep bener itu ipar si Arjuna. Amit-amit ketemu dia lagi ngerinya ngalahin Laverna!" kata Kai dan berlalu dari sana.


"Sial semuanya gagal!" kata Mawar dalam taxi yang membawanya pulang.

__ADS_1


__ADS_2