
Rupanya setelah meninggalkan Mawar, Kai berlari mengikuti sang Bos.
"Gila ya itu cewek! Aku sangka dia benar-benar sudah berubah, ternyata dia hanya kedok berubah tapi tidak betul-betul berubah. Aku semakin khawatir dengan apa yang kau khawatirkan akan terjadi," kata Kai menatap serius pada Arjuna.
"Sudah jangan dipikirkan lagi, kau silahkan kembali ke kantor. Aku akan pulang ke rumah," kata Arjuna pada Kai.
"Baiklah Bos bucin, emang mau kemana sama Nyonya sampai buru-buru pulang?" tanya Kai yang masih satu mobil dengan Arjuna.
"Aku melihatnya beberapa hari ini sangat murung, aku khawatir itu akan mempengaruhi kesehatannya. Rencannya aku akan mengajaknya ke pantai," kata Arjuna.
Kai dan Arjuna berpisah di perjalanan, melalui sambungan telepon Arjuna meminta Anggrek untuk berdandan karena dia akan membawa Anggrek ke tempat yang indah.
"Meski aku hanya pergi ke pantai tapi ini akan berlangsung hingga malam menjelang, jadi pastikan kalau kalian berada didekat kami. Jangan diperlihatkan secara jelas, gunakan baju biasa dan berbaur tapi pastikan selalu dalam jarak dekat tapi aman," kata Arjuna pada seseorang melalui sambungan telepon.
Ya Arjuna sekarang semakin meningkatkan keamananya pada Anggrek. Bukan hanya pada Mawar tapi juga pada rekan kerja hingga musuhnya. Ya alasan lain yang membuat Arjuna protektif karena satu bulan yang lalu rekan kerjanya asal UK yang bekerja sama dengannya disini mengalami nasib mengerikan yang pastinya membuat siapapun merasa sangat ngeri.
Ya begitu pulang dia mendapati sang istri yang tengah hamil 5 bulan meninggal dunia dengan kadaan dimutilasi dan darah dimana-mana. Lengkap dengan note catatan ancaman untuk dirinya.
Karena itu Arjuna berusaha lebih awas lagi, meski dia merasa tidak memiliki musuh tapi bukankah sebagai pengusaha tanpa dicari juga musuh senantiasa hador tanpa diminta.
__ADS_1
"Sayang memangnya mau bawa aku kemana? Mamah jadi sendirian kan?" tanya Anggrek pada Arjuna begitu dia mendudukan bokongnya dikursi penumpang.
"Ngak papa sayang, Abangkan sesekali bawa kamu. Lagian Mamah ngak sendiri di rumah, ada Bibi Carol dan Bibi Al. Palingan sebentar lagi Papah juga pulang buat makan siang. Mana sanggup Papah jauh-jauh dari Mamah," kata Arjuna seraya tertawa.
"Ih Abang jangan bandel deh! Itu Karena Papah dan Mamah romantis hingga hari tua makanya mereka tetap manis hingga hampir memiliki cucu," kata Anggrek seraya tersenyum dan mengusap tangan kekar sang suami.
"Semoga kita hingga hari tua bisa tetap bersama dan romantis kaya gini terus ya Bang. Anggrek sayang sekali sama Abang," kata Anggrek menatap sang suami penuh cinta.
"Ayang udah dong, jangan gombalin Abang terus nanti kalau Abang terbang gimana? Siapa yang nyetir mobilnya," kata Arjuna mengusap kepala istrinya.
Anggrek dia seraya menikmati musik yang diputar sang suami.
"Sayang kamu masih memikirkan Mama kamu?" tanya Arjuna menatap sang istri yang masih melamun meski sering diajak ngobrol olehnya.
"Sayang jangan bersedih terus dong, aku ikut sedih ketika kamu sedih berkepanjangan sayang," kata Arjuna pada sang istri.
"Maafin aku Bang, harusnya aku ngak memikirkan orang yang tidak pernah memikirkan aku," kata Anggrek.
"Sayang Ibu tetaplah Ibu, rasa sayang itu ada hanya saja terkadang terselimut oleh keegoisan. Mari sama-sama kita do'akan saja agar Mama kamu bisa segara sadar jika perbuatannya tidaklah benar," kata Arjuna pada Anggrek.
__ADS_1
"Ayo sayang, kita turun," Arjuna.
Anggrek sontak merasa plong saat mereka tiba di tepi pantai. Meski ramai tapi Arjuna mengemudikan mobilnya di tempat yang sedikit jauh dari keramaian karena lautnya yang dalam tapi pesona alamnya begitu membius mata.
"Ini sangat indah Abang," kata Anggrek.
Bertepatan dengan itu bebetapa pelayan menggunakan baju serupa menyajikan makanan dan minuman ditempat Angrek dan Arjuna duduk.
"Apa kita akan melalukan makan siang romantis Abang?" tanya Anggrek pada Arjuna saat melibat begitu banyak makanan yang disajikan di meja makan.
"Anggap saja begitu sayang, oh iya kamu tidak perlu terburu-buru. Abang mengajakmu makan siang disini agar suasana hatimu sedikit membaik, setidaknya kita bisa makan seraya menghirup aroma laut," kata Arjuna pada sang istri.
"Terima kasih Sayang," kata Anggrek mengusap pipi sang suami.
"Tuan dan Nyonya sangat romantis ya? Mengapa Tuan tidak memikirkan nasib kita yang jomblo akut karena cuan ini?" tanya salah-satu bodyguard Arjuna pada temannya yang ikut mengamati Arjuna dan Anggrek dari kejauhan.
"Sudah jangan sibuk dengan jiwa kejombloanmu, aku seperti melihat sesuatunyang janggal diseberang sana," kata temannya lagi.
"Tiger coba kau cek kearah jam 6 dari tempatmu berdiri. Jangan langsung menghampiri tapi pastikan kau juga tidak lengah. Orang itu terlihat sangat mencurigakan!" kata Kevin pada temannya.
__ADS_1
"Apakah dia sudah lama mengikuti kita?" tanya rekan kerja yang berdiri disamping Kevin.
"Aku tidak tahu, tapi yang pasti saat dia menatap Tuan Arjuna dan Nyonya Anggrek dia langsung mengikuti kita," kata Kevin tegas.