
"Mawar, gimana jadinya lo? Kapan lu bisa daptin laki Adik lu yang kaya raya itu! Lu masih mau kayak gini-gini aja? Mau sampai kapan? Memangnya jadi om-om gendut beristri itu menyenangkan?" tanya Mita pada Mawar yang tengah menyeruput minumanya.
"Gue bingung bagaimana menjebak lakinya Anggrek buat bisa gue miliki? Anggrek pasti akan sadar atau mungkin udah tahu kalau gue ada niat buat ngambil lakinya dia, tapi seperti yang kita ketahui Anggrek tetaplah wanita yang dungu dan bodoh. Bahkan setelah apa yang gue lakuin ke lakinya di kantor Arjuna ketika di USA, Anggrek masih mengirimkan sejumlah uang untuk kebutuhan gue dan Nyokap gue yang gila itu," kata Mawar seraya tertawa.
"Tapi bukannya lu bilang kalau Anggrek pasti akan sangat marah kalau dia tahu lu masih menjajakan diri ke om-om setelah balik ke Jakarta, kenapa lu ngak gunain itu aja untuk meras Anggrek. Setidaknya tunjukin ke kita kalau Adik lu itu benar-benar kaya raya dab traktir kita makan dan minum kali ini. Kapan perlu kita sewa orang untuk memenuhi kebutuhan biologis kita! Masa hanya kita yang memuaskan kebutuhan laki-laki jablay kitanya kapan? Ya ngak ya? Hahahahahaha" tawa mereka pecah bersamaan.
Mendapat usulan begitu Mawar berinisiatif menghubungi sang Adik.
Sementara di belahan bumi sana, terdengar deringan ponsel yang berteriak berkali-kali minta diangkat. Anggrek tidak sadarkan diri setelah berolahraga berat bersama suaminya tercinta, bahkan wanita muda yang tampak cantik perawakan khas Eropa itu masih bergelung manja ditubuh polos sang suami.
"Siapa yang menelpon menggagu seperti orang gila begini? Apa dia tidak tahu jika aku juga punya kesbukan lain selain bekerja," gerutu Arjuna yang menduga jika itu orang kantornya.
"Malam Adikku Anggrek yang manis. Hari ini Kakak ingin mengatakan kabar buruk padamu, Kakak tidak bisa lagi mengendalikan diri Kakak. Kamu tidak berhasil meberikan Kakak suami sedangkan Kakak butuh seorang suami yang bisa memenuhi kebutuhan tubuh kakak yang berlebihan ini Sayang. Kau tahu, karena kegagalanmu Kakak terpaksa harus kembali menjual diri di Club malam. Kakak kekurangan uang, apakah kamu bisa mengirimkan uang sebanyak 50 juta agar kakak bisa mentraktir teman-teman Kakak malam ini. Oh iya kami tidak akan hanya minum tapi kami juga akan menyewa pria. Kau harus mencobanya ketika tiba di Jakarta Sayang! Pasti kau bosabkan selalu bersama Arjuna, meski dia tampan dan tampak kuat aku yakin dia adalah pria yang irit bicara dan tidak romantis iyakan Sayang, adikku yang paling cantik?" tanya Mawar yang disambut tawa oleh orang-orang yang disana.
"Mati sajalah Kau wanita menjijikkan. Jangan pernah menghubungi istriku lagi atau aku akan membuatmu berakhir dipemakaman! Dasar Kakak tidak tahu diri! Aku heran kau ini wanita atau Iblis!" teriak Arjuna diseberang sana membuat Mawar membeku.
"Sayang, dengarkan aku dulu..."
__ADS_1
"Sayang- sayang! Jijik gue lu panggil sayang! Dasar biang lu!" kata Arjuna dan menutup teleponnya cepat.
Anggrek yang mendengar suara sang suami lebih gara dari biasanya namun mata enggan terbuka karena kelelahan dan waktu tidurnya yang terpangkas habis oleh orang-orang tercintanya. Siapa lagi jika bika Arjuna dan anak-anak mereka.
"Sudah tidurlah Sayang, ngak ada apa-apa itu ada kecoak ngotot pengen bisa jadi kudanil," kata Arjuna asal dan memeluk tubuh polos sang istri.
"Abang udah, sedari tadi aku udah lemes," kata Anggrek merajuk yang membuat pria tampan itu tertawa melihat sikap sang istri.
Arjuna bangkit dari pembaringannya meninggalkan sang istri yang masih bergelung manja dengam selimut. Setelahnya Arjuna membersihkan diri dan melihat sekilas Putra dan Putrinya yang terlelap di box bayi.
"Terima kasih telah melengkapi hari-hariku Sayang. Aku cinta kamu," kata Arjuna dan berlalu mengambil laptopnya dan tenggelam dalam pekerjaannya.
Ya Arjuna tidak bisa bersantai sekarang karena sekitar satu minggu lagi Kai dan Sofia akan menikah. Sofia akan mengikuti kemanapun Kai pergi, tentu saja Kai yang sudah karatan karena masa joblo yang berkepanjangan merasa sangat bahagia. Karena itu Arjuna berusaha mengikhlaskan Kai untuk bebas jam kerja agar bisa mengurusi semua hal yang berkaitan dengan pernikahannya.
Karena baik Kai maupun Sofia ingin pernikahan ini dilakukan dalam waktu yang sangat singkat dan secepatnya namun tetap berkesan.
Entah bagaimana Kai dan Sofia merancang pernikahan mereka tapi satu yang pasti, Anggrek adalah perancang busana yang diinginkan oleh Sofia dan Kai.
__ADS_1
Mulai dari busana akad nikah, hingga resepsi dan pakaian keluarga juga Anggrek semua yang merancangnya.
3 jam kemudian
Anggrek tampak rapi dengan busana gamis dan jilbab kesukaannya yang mempermanis tampilan gadis muda itu. Anak-anaknya tengah ditidurkan dikarpet tepat disamping dirinya yang tengah merancang busana sebagai hadiah pernikahan sang Sahabat sekaligus pelanggan seria butiknya sejak dibangku perkuliahan.
"Lagi ngerancang apa sayang?" tanya Arjuna meletakkan potongan buah untuk sang istri.
"Ini Abang, aku tengah merancang baju tidur yang indah pelengkap bulan madu Kai dan Sofia. Aku ingin keduanya benar-benar menikmati masa pengantin barunya, aku tidak bisa memberikan hadiah berlibur keluar negeri karena aku lagi butuh banyak uang untuk pengembangan butik dan lagi pula Papah dan Mamah telah menyiapkan tiket bulan madu mereka ke lima negara agar segera memberikan cucu pada Mamah dan Papah," kata Anggrek.
Saat Anggrek mengatakan itu, Arjuna kembali mengulir masa lalunya dan Anggrek. Keduanya hanya sibuk bekerja tanpa ada yang berarti seolah mempertegas jika hubungan keduanya adalah sebuah keterpaksaan.
Menyadari raut wajah suaminya yang berubah Anggrek mengusap tangan kekar sang suami dan tersenyum menenangkan.
"Jangan bandingkan pernikahan kita dengan orang lain, semuanya ada porosnya. Kisah mereka berbeda begitu juga kita, jadi tidak ada yang perlu disesali apalagi diratapi yang penting aku, Abang dan triplet bisa bahagia bersama dimana pun itu. Lagi pula kita masih sangat-sangat beruntung, coba kita lihat lagi mereka dari kalangan bawah yang kekurangan uang, pangan, sandang bahkan pendidikan. Jangankan USA, aku yakin Bang banyak orang-orang yang tinggal didesa dan minim pendidikan hanya mampu melihat monas dari televisi saja. Bukan karena tidak ada keinginan kesana tapi karena tidak ada biaya kesana dan bisa makan sehari-hari saja sudah sangat bersyukur," kata Anggrek yang membuat Arjuna kian bersyukur memiliki sang istri.
Bersama Anggrek, Arjuna tidak srlalu melihat kemajuan orang lain diatasnya tapi Anggrek juga selalu mengingatkan dirinya untuk bersyukur atas apa yang mereka miliki. Renungan demi renungan sering Anggrek ingatkan pada sang Suami.
__ADS_1