Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Berakhir Dengan Kata Talak


__ADS_3

"Si*l! Si*l!" teriak wanita yang tidak lagi muda itu.


"Kenapa kalian bisa gagal? Pengawal Arjuna hanya 15 orang dan aku sengaja agar dia tidak bisa berkutik dengan mengirimkan kalian yang punya kemampuan dalam jumlah banyak. 120 orang kalah dengan 15 orang? Kebodohan macam apa ini? Bagaiamana kalian bisa mempertanggung jawabkan ini semua!" teriak wanita itu pada dua orang pria berpakaian hitam yang menjadi pesuruhnya.


"Maafkan kami Nyonya, tapi dari yang kami lihat mereka semua bukanlah pengawal biasa. Semuanya bergerak begitu luwes sepertinya mereka berasal dari dunia militer yang kejam dan juga sadis. Saat beberapa rekan kami berhasil mendekat kearah target, hal tidak terduga harus kami terima. Tuan Arjuna ternyata sangat mahir berkelahi dan memiliki reflek menghindar yang bagus bahkan Tuan Arjuna sangat menguasai penggunaan senjata," kata Pria itu takut-takut.


Pyar


Terdengar suara pecahan kaca yang pecah dan mengenai kepala salah satu pria itu.


"Pergi dari sini sebelum Aku bertimdal lebih gila dari ini!" teriak wanita itu dan membuat kedua anak buahnya berlari kocar-kacir keluar.


"Semuanya gagal! Ahhhhggggrrr! Kenapa wanita tidak tahu diri itu harus selamat? Harusnya dia sudah menjadi mayat, kahadirannya hanya akan menghalangi Arjuna untuk bahagia. Dia dan Arjuna sama sekali tidak sepadan, Arjuna terlalu berharga untuk wanita kampuangan dan bocah seperti wanita itu.


"Sekarang dia sedang di rumah sakit, aku harus bisa melenyapkan wanita itu. Angrek! Angrek! Kau salah pilih lawan. Aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia dengan kekasih hatiku! Arjuna adalah milikku, aku tidak akan melepaskan barang berharga milikku pada tong sampah sepertimu Anggrek. Bersiaplah gadis bodoh! Kau akan meregang nyawa bersama anak yang kau lahirkah. Hahahahahahahahaha," tawa wanita paruh baya itu menggelegar.


Bebeda dengan tawa wanita Iblis misterisus itu maka berbeda dengan yang terjadi didepan ruang operasi Anggrek. Papah dan Mamah sudah ada disana sedangkan Arjuna terlelap akibat obat bius dan tengah diinfus darah karena banyak kekurangan darah. Papah dan Mamah menuruti keinginan Arjuna jika tidak ingin dikamar rawat tapi harus selalu didekat sang istri. Sehingga Arjuna dirawat diranjang tepat didepan ruang tunggu tempat Anggrek tengah dioperasi.

__ADS_1


"Pah, apa sudah ada kabar dari orang kepercayaan Papah siapa yang menyerang Anak dan Menantu kita?" tanya Mamah pada Papah.


"Mah, sekarang kita fokus pada kondisi anak dan Menantu kita serta calon cucu kita yang tengah berjuang. Dari yang diselidiki oleh orang kepercayaan Papah oarang ini bukan orang sembarangan dia sudah sering menyamarkan pembunuhan menjadi kecelakaan." kata Papah menatap Mamah.


"Berarti dia adalah orang yang nekat dan juga psyco? Ngak ini ngak bisa dibiarkan, Arjuna dan Anggrek harus diawasi secara ketat," kata Mamah yang panik dan matanya sudah berkaca-kaca dia tidak ingin kehilangan baik anak maupun menantunya apalagi calon cucunya.


"Sayang dengar! Kita akan memperketat keamanan, untuk itu aku butuh kamu untuk saling bekerja sama dan beberapa orang terdakat dan terpercaya kita agar bisa benar-benar menjaga Anggrek dan Arjuna. Sekarang kamu jangan panik, kita harus tetap tenang karena kita belum tahu bagaimana kabar Anggrek dan cucu kita didalam sana," kata Papah menenangkan sang Istri.


"Tapi Pah...."


"Mah, Papah harus pergi karena urusan mendesak. Mamah disini sama Amanda dulu ya, jangan banyak pikiran Anak dan cucu kita akan baik-baik saja. Mamah yang tenang ya, banyak-banyak berdo'a agar Anggrek dan cucu kita lahir dalam keadaan selamat dan sehat," kata Papah  yang diaamiinkan oleh Amanda dan Mamah.


"Kevin pastikan kamu menjaga keluarga saya dengan baik.  Jika memang memerlukan bantuan pasukan tambahan laporkan saja pada atasanmu dan mengenai biaya aku pasti akan membayarnya," kata Papah meninggalkan Kevin yang menggumam mendengar perlakuan Papah dari sang Bos.


"Bukan uang motivasi kami membantu Tuan Arjuna, tapi Tuan Arjuna sudah sangat sering membantu Tuan dan kami semua untuk keluar dari masalah yang kami hadapi. Terlebih karena semua strategy yang diajarkan Tuan Arjuna membuat kami banyak menang dalam pertempuran dan juga pengambilan barang," kata Kevin lirih.


"Bos, Tuan Arjuna dan Nyonya Anggrek terluka parah. Kita butuh lebih banyak orang untuk mengewasi Dokter dan perawat yang menjaga mereka. Dari informan terbaru yang saya dapatkan Orang ini sangat misterius dan sering menyamar menjadi staff dan bahkan Dokter," kata Kevin pada Sang Bos.

__ADS_1


"Baik, pastikan kau melindungi keluarga Arjuna, aku tidak ingin kita kebablasan lagi," kata seseorang yang dibalik telepon itu.


Terlihat lampu operasi masih menyala menunjukkan jika Anggrek masih berjuang anatara hidup dan mati. Sedangkan dia media masa sudah ramai pemberitaan Anggrek dan Arjuna yang diserang sekolompok pria bersenjata yang diperkirakan lebih dari 100 orang. Kondisi Arjuna yang tertembak dan Anggrek yang masuk rumah sakit dalam keadaan tidak berdaya menarik simpati banyak orang. Namun tidak dengan seorang wanita yang mengaku telah melahirkan Anggrek 23 tahun lalu itu.


"Hhahahahaha! Akhirnya ajalmu semakin mendekat Anggrek! Aku heran mengapa aku begitu ingin bertemu deganmu secara langsung hingga menghasilkan permasalahan yang tidak main-main unukku! Lebih baik kamu mati Anggrek! Hahahaha!" teriak Mama Ayana seperti kehilangan akal sehatnya.


" Awalnya aku masih memikirkan hubungan kita yang telah berlangsung puluhan tahun lamanya, terlebih suka dan duka telah kita alami bersama rasanya tidak mungkin jika aku tidak mengenalmu dengan baik. Tapi perasaan dan duganku salah, kau wanita berhato batu lagi kejam. Aku rasa pernikahan kita cukup sampai disini, hari ini dan detik ini juga aku talak kamu Ayana!" kata Papa Tuafik Raharja dengan tegas.


"Tidak Mas,tolong jangan ceraikan aku Mas. Aku akan kemana jika kamu tidak bersamaku?" tanya Ayana panik dan sudah berlinang air mata.


"Papa apa-apaan ini, kenapa kalian malah bercerai dikondisi genting seperti ini! Kalian sudah tidak lagi muda, ucapan macam apa itu cerai?" tanya Mawar berteriak histeris karena amarah yang membuncah melihat kedua orang tuanya cerai.


"Susah tidak ada lagi yang bisa diperbaiki Mawar. Mungkin bagi kamu dan Ayana perselingkuhan Mama kamu dengan Ayah kandungnya Anggrek hanya masa lalu tapi bagiku itu adalah luka baru Mawar. Dan apa ini? Kau bahkan sudah berjanji berubah menjadi lebih baik dan tidak ada niat merebut suami Adikmu lalu apa ini kau menemui Arjuna bahkan membuntutinya dan berusaha merayunya dengan mengguanakan gaun minim seperti ini. Memang buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonya dan pepatah itu membenarkan kelakuan kamu sekarang!" kata Taufik Raharja tegas.


Setelahnya Taufik Raharja meninggalkan keduanya untuk berkemas, dia akan mengungsi dari  sana seraya mencari pekerjaan agar bisa kembali ke Indonesia.


"Aku sungguh tidak menyangka jika pernikahanku dengan Ayana selama 30 tahun harus berakhir dengan kata talak," lirih Taufik di kamar kecil yang dia sewa dengan uang seadanya.

__ADS_1


__ADS_2