
Suasana bahagia dikediaman Anggrek tidak lagi bisa disembunyikan. Semarak pernikahan Kai dan Sofia dari pagi hingga malam menjelang. Tapi Arjuna tetaplah pria yang peka, hari sudah jam 8 malam sedangkan anak-anak mereka sudah beberapa kali menangis karena risih dengan banyak suara yang terdengar dipesta itu.
"Sayang, bukan Abang ingin mengusir, tapi Kai dan Sofia sepakat akan ada nyanyian untuk menghibur tamu yang datang. Terlebih kebanyakan tamu datang saat malam menjelang. Jadi kita menginap dihotel saja ya? Kita ajak Zizi dan Bibi Carol," kata Arjuna yang membuat Anggrek mengangguk paham.
Ya sayangnya rumah sebesar yang ditempati oleh Anggrek dan Arjuna tidaklah kedap suara. Arjuna takut jika anak-anaknyantidal bisa terlelap dan berakhir dengan membuat Anggreknya layu karena kelelahan jadi lebih baik jika Arjuna mengungsikan keluarganya.
"Abang apakah akan ada disana?" tanya sang istri lirih, bukan apa-apa Anggrek yang memang sering kurang tidur terkadang dia juga mengalami mood swing setelah melahir triplet karena itu si cantik Ibu dari tiga anak ini mudah sekali menangis.
"Sudah Sayang jangan menatapi Abang begitu, Suamimu yang tampan ini milikmu sepenuhnya. Lagi pula sudah ada banyak orang di pesta, keterlaluan jika aku meninggalkan istriku yang cantik sendirian bersama ketiga anakku. Jadi ayo kita pergi," kata Arjuna dan mereka berangkat menggunakan dua mobil.
Anggrek dan Arjuna serta anak-anak menggunakan satu mobil sedangkan Bibi Carol dan Zizi juga menggunakan satu mobil lainnya.
Kevin? Tenanglah, Arjuna tidak akan selengah itu soal keamanan. Dia tetap menggunakan bodyguard yang berjaga di hotel dan Arjuna sendiri juga menggunakan tiga senjata api yang diletakkan dibeberapa titik penting kakinya ketika keadaan terdesak dia bisa melindungi sang istri.
Setibanya di hotel ketiga anak yang baru berusia 6 bulan itu menangis kencang seolah memberi tahu pada Bunda dan Ayahnya jika ketiganya tengah kelaparan dan ingin segera mendapatkan sumber kehidupannya.
"Sayang kamu cukup urus Fateen saja, Faqih dan Faris biar Abang kasih asi melalui botol susu saja," kata Arjuna dan Anggrek hanya tersenyuk mengiyakan.
Arjuna tampak kerepotan sendirian saat Faris dan Faqih masih menangis dan seolah tidak mau diam saat sang Ayah memberikannya Asi.
"Bang, coba lihat popoknya kali saja penuh," petunjuk Angrek dilakukan oleh Arjuna.
__ADS_1
"Ngak Yang, keduanya kering tapi nangisnya kayak Bayi kena samsak padahal aku tidak melakukan apapun Sayang," kata Arjuna dengan raut wajah bingung dan kesal.
"Coba dekatkan padaku Bang. Botol asinya tetap dijejalkan kebibir keduanya, sini biar aku mengusap tubuhnya terkadang Faris dan Faqih itu memiliki kecemburuan yang tinggi jika bukan aku yang menyusui mereka secara langsung. Mereka seolah sadar jika aku menjauh dari mereka," kata Anggrek yang membuat Arjuna merasa sedikit tercubit karena triplet lebih sering bersama sang istri ketimbang dirinya yang selalu sibuk di kantor.
"Abang jangan sendu begitu, semuanya ada porosnya. Lagi pula Abang sibuk juga untuk memenuhi kebutuhan aku dan triplet. Lalu mengapa Abang harus merasa bersalah," kata Angrek tersenyum hangat pada sang suami.
Ya neski terkadang Anggrek sangat menyebalkan dengan semua sikap posesif dan teman-temannya yang selalu membuat Arjuna kelimpungan tapi sisi inilah yang selalu sangat Arjuna syukuri. Tidak dipungkiri hubungan Arjuna selalu kandas karena orang ketiga dengan kekasihnya dulu, alasannya selalu sama minta diperhatikan dan Arjuna kurang waktu untuk mereka.
Parahnya ketika Arjuna aja untuk ikut perjalanan bisnis seperti yang biasa dia dan Anggrek lakukan sang kekasih selalu punya 1001 alasan untuk betkata 'aku tidak bisa, aku sibuk ini dan sibuk itu' jika sudah begitu Arjuna bisa apa?
Tidak lama setelahnya ketiga anak kembarbitu telah terlelap. Arjuna meletakkan kedalam box bayi yang memang telah disediakan pihak hotel. Ayolah semuanya bisa selesai dengan uang bukan?
Saat Arjuna membuka laptopnya Anggrek masih bersandar dan membenahi lingerie yang digunakannya untuk tidur malam ini.
"Iya sayang? Kalau ngantuk bobo aja dulu, Abang masih ada kerjaan. Ngak akan lama," kata Arjuna tapi Anggrek sudah menghampirinya dan memeluknya dari belakang dan mendeselkan pipinya pada pipi sang suami.
"Sayang jangan begini, Abang tahu kamu sudah capek seharian ini dengan pernikahan Kai dan Sofia jangan goda Abang untuk berolahraga lagi malam ini Sayang," kata Arjuna yang mulai gagal fokus dengan pekerjaannya terlebih pakaian sang istri jika hanya berdua dengannya dikamar ya ow tidak bisa dijabarkan.
"Aku bukan mau itu, tapi aku...." Anggrek menghentikan ucapannya. Dia ingin menahannya tapi ini sungguh menyiksa. Tolong kalianpun jika diposisi Anggrek akan sangat kesulitan untuk tidur, dia harus melakukannya dulu batu bisa tidur.
"Tapi apa?" tanya Arjuna mengecup pipi sang istri yang kini telah masuk kepelukannya dan posisi berpangkuan diatas paha Arjuna.
__ADS_1
"Aku lapar Bang, mau makan. Aku udah coba tahan, tapi setelah menyusui aku rasanya sangat lapar dan sulit untuk tidur," lirih Anggrek menundukkan kepalanya dalam pasalnya Anggrek terbiasa hanya memakan buah dimalam hari untuk menkaga berat badannya namun belakangan ini sedikit kurang mampu mengontrol diri terlebih kebutuhan Asi yang banyak untuk ketiga anaknya.
"Ya ampun Yang, pikiran Abang udah traveling ke langit ke tujuh padahal kamu cuma mau makan. Oke sebentar Abang minta bantuan Kevin atau kita keluar?" tanya Arjuna pada sang istri.
"Kita keluar sebentar boleh? Biar Bibi dan Zizi yang jaga disini sebentar. Kita pacaran dulu sambil makan malam, boleh ya?" tanya Angrek mengedip-ngedipkan matanya lucu.
"Baiklah, ayo kita keluar. Kamu ganti baju dulu, Abang gini aja males ganti lagi," kata Arjuna dan hanya menambah topi dan Masker hitam saja.
Arjuna hanya mengenakan celana jeans selutut dan baju putih polos yang membalut tubuh kekarnya yang putih bersih.
Lengkap dengan senjata api yang diselipkan di celananya. Ya sejak kejadian penyarangan waktu itu, senjata api sudah seprti dompet bagi pria itu tidak bisa terlepas apalagi tertinggal.
"Kalian berjaga disini saya tidak apa bawa mobil sendiri," kata Arjuna pada pengawalnya agar menjaga triplet dan Bibi Carol serta Zizi.
Setelah diperjalanan, Anggrek menatap lekat suasana malam yang menenangkan. Tidak lama lagi dia kembali ke tanah air. Tapi entah mengapa hati Anggrek berat untuk pulang. Rasanya diingin berdalih meminta liburan pada sang suami agar tidak dulu berurusan dengan Mawar.
Bukan apa-apa, jika yang lain mungkin takut suaminya main serong Anggrek malah takut jika Mawar menjebak Arjuna.
Suaminya memang orang yang tangkas dan bijaksana tapi siapa yang bisa menjamin jika Arjuna tidak akan tertipu oleh muslihat Mawar.
"Apa Abang akan sibuk untuk beberapa bulan kedepan?" tanya Anggrek pada Arjuna.
__ADS_1
"Sebenarnya Abang ingin berbohong dan mengatakan jika Abang tidak sibuk. Tapi Kai tengah berlibur untuk beberapa waktu, Papa juga pasti merasa letih untuk setiap urusan kantor maka mau tidak mau Abang akan selalu sibuk Sayang. Tapi kamu tenang saja, dimanapun Abang pergi selama ada kamu itu bukan pekerjaan tapi serasa liburan," kata Arjuna dan Anggreknhanya mampu mengiyakan. Dia harus mengerti jika sang suami sudah sangat berusaha untuk meluangkan waktu bersamanya. Bahkan Anggrek tidak jarang melihat sang suami masih terbangun padahal jam sudah menunjukkan dini hari.