
Anggrek mengedarkan pandangannya kesekeliling secara perlahan saat menyadari banyak orang disekitarnya yang menggunakan pakaian putih.
"Sayang, apa yang kamu rasakan? Apakah ada yang sakit?" tanya Arjuna pada sang istri.
Tapi Anggrek sama sekali tidak merespon pertanyaan Arjuna. Sedangkan Dokter memeriksa secara keseluruhan bagaimana kondisi kesehatan pada Anggrek.
"Sungguh ini proses yang sangat cepat, saya sendiri tidak menyangka jika Anggrek bisa pulih secepat ini. Alhamdulillah, bisakah kau merespon pertanyaanku Nyonya Anggrek?" tanya Dokter Albert.
"Iya Dokter," kata Anggrek dengan suara yang lemah semakin membuat Arjuna tidak kuasa menahan tangisnya.
"Maafkan aku sayang, maaf," kata Arjuna saat mengingat proses yang dilalui istrinya saat akan melahirkan.
"Abang," lirih Anggrek membuat Arjuna mengecup tangan Anggrek berkali-kali.
"Baiklah setelah diperiksa secara keseluruhan kondisi Nyonya Anggrek sudah jauh lebih baik hanya saja masih butuh pemulihan dan pemantauan secara intensive terlebih kedatangan perawat gadungan beberapa saat lalu. Saya sangat bersyukur Tuan Arjuna sudah menebak kejadian ini bisa saja terjadi sehingga kita tidak kaget ketika benar-benar menghadapinya," kata Dokter.
Setelahnya Dokter dan para perawat meninggalkan ruangan Anggrek. Sedangkan Mamah Riati mengusap kepala menantunya, mata Mamah terasa berembun. Bagaimanapun dia sungguh tidak menyangka jika akhirnya sang Anak dan menantu bisa ke tahap yang seperti ini. Terlebih untuk semua rintangan yang telah terjadi.
"Abang, Anak kita dimana?" tanya Anggrek pada sang suami.
"Anak kita harus lahir dibulan yang belum seharusnya Sayang. Tapi bersyukur ketiganya selamat dan tidak kekurangan satu apapun," kata Arjuna.
"Tiga?" tanya Anggrek bingung dengan perkataan sang suami.
"Iya sayang Allah langsung menganugrahi kita tiga Anak, dua putra dan 1 putri. Mereka manis sekali," kata Arjuna tersenyum lebar menatap ke arah incubator yang didalamnya terdapat ketiga bayinya.
"Apa mereka bisa langsung disusui diluar incubator?" tanya Anggrek.
"Ya Sayang mereka sudah bisa diberikan Asi secara langsung. Mereka sangat mabis dan pengertian, seolah menyadarinya jika Sang Bunda akan segera sadar dan mereka sepertinya sangat bersemangat untuk menemui Bundanya," kata Arjuna dengan senyuman sumringah.
__ADS_1
Seolah gayung bersambut salah satunya menangis dari dalam kotak incubator karena lapar, seolah sadar jika sang Bunda telah sadarkan diri.
Arjuna berdiri dan mengambil Anaknya yang menangis takut membangunkan anaknya yang lain.
"Ooh, kamu ternyata sangat nakal. Dedek tahu ya kalau Bunda udah siuman sehingga ngak perlu mimik sama susu sapi lagi ya? Takut dibilang anal sapi ya? Ooooo?" tanya Arjuna yang mengganggu sang Putri yang menangis dan terdiam menganalisa perkataan sang Ayah.
"Ya Ampun Dek, kamu kayak udah tahu aja Ayah ngomong apa pake sok dianisa segala. Heran Ayah sama kamu Dek," kata Arjuna yang langsung dijawab dengan tangisan menggema bayi mungil itu.
"Yah ngamok dia," kata Arjuna dan meletakkan kepangkuan Anggrek yang sudah dibantu Mamah Riati agar bisa dalam kondisi duduk.
"Jangan-jangan ini yang sembunyi disaat kita USG ya Bang? Soalnyakan kalau anak cewek cenderung lebih kecil dari anak laki-laki dan juga pemalu," kata Anggrek yang menyusui Putrinya dan mengusap kening sang Putri yang memerah dan sangat lembut.
"Bang juga kurang tau Sayang, karena sebelumnya kita tidak melihat jenis kelaminnya. Bahkan jika dibaringkan ketiganya memiliki bobot tubuh yang sama, seolah mereka berbagi nutrisi yang sama ketika didalam perut kamu Yang," kata Arjuna.
"Mamah juga sangat senang karena sekarang kamu sudah sadar Sayang. Anak-anak kamu sangat membutuhkan kamu karena mereka tidak cocok diberika susu formula, bahkan kemarin saat baru dirawat Mamah dan Arjuna sangat cemas karena bayi kalian sangat rewel dan terpaksa diberikan obat oleh Dokter karena memang tidak menerima susu Formula," kata Mamah yang membuat Anggrek menatap sedih kepada Putrinya yang tengah disusuinya.
Dua hari berlalu begitu cepat, dalang dari penyerangan ini sudah ditemukan tapi dia berhasil lolos dan melarikan diri keluar negeri. Dari hasil penyelidikan Wanita ini sudah sering membuat onar dan bahkan melakukan bisnis kotor.
Sedangkan keluarga Anggrek bagai tertelan bumi tidak ada kabar sama sekali tentang ketiganya, padahal berita tentang penyerangan Arjuna dan Anggrek oleh pasukan bersenjata menjadi trending topik ditanggar berita.
"Abang, apa Mama dan yang lain tidak ada yang kemari?" tanya Anggrek yang saat ini tengah menyusui kedua Putranya yang dibantu oleh Arjuna sedangkan Putri mereka didalam Incubator dan Mamah tengah memakan buah di samping Anggrek.
"Sudahlah sayang kamu jangan dulu pikirkan mereka. Mamah ingin kamu cepat sehat karena Mamah tidak suka melihat kamu dan cucu Mamah dalam keadaan lemah. Jadi, sekarang kamu harus banyak istirahat, lagi pula tidak ada yang perlu kamu khawatirkan tentang mereka. Mereka masih tinggal di apartment yang diberikan oleh Arjuna dan juga menggunakan biaya yang telah disediakan oleh Arjuna. Jadi semuanya baik-baik saja," kata Mamah yang menutupi kabar jika Taufik Raharja Ayah angkat dari Anggrek telah meninggalkan kediaman itu setelah mengucapkan kata talak pada sang Istri.
"Sayang Mamah mau ke bawah dahulu untuk mencari minuman dan makanan yang bisa dijadikan sarapan kita pagi ini," kata Mamah yang diiyakan oleh Anggrek dan Arjuna.
Sementara di negara yang berbeda dan perbedaan jam yang signifikan seorang wanita yang diperkirakan usi39 tahun itu melempar apapun yang dapat digenggam tangannya. Telingannya yang penuh tindikan dan matanya yang punya lingkar hitam menunjukkan jika dia sering begadang untuk melakukan akal licik dan bulusnya.
"Aku butuh Arjuna ku! Sayang harusnya kau tidak meninggalkan aku meskipun kau tahu jika didalam hubungna kita ada jurang yang teramat curam yang memisahkan kita Sayang! Tolong jangan begini Aku butuh kamu Sayang!" kata wanita itu.
__ADS_1
Kepalanya terasa sangat mendenyut dia sangat membutuhkan itu. Tidak dia tidak bisa melakukan ini, dia harus bisa bertemu dengan Arjuna nya. Air mata dan sesak nafas serta tubuh yang menggelijang dan meraba sayup-sayup sampai dimana botol serbuk itu. Sayangnya wanita yang berpenampilan urakan layaknya preman itu tidak menemukan serbuk yang dia temukan adalah bahan suntikan. Dengan cepat wanita itu mengambiil dosis yang akan membuatnya ngefly ketika telah menggunakannya.
"Arjuna!"
"Arjuna!"
"Arjuna!"
Tiiga kali dia berteriak dan langsng menancapkan suntikan itu kesembarang arah tubuhnya, tidak lama setelahnya dia terkapar dilantai kamarnya dengan raut wajah yang menyiratkan rasa bahagia dan sakit disaat yang bersamaan.
Bingo dia memang mantan kekasih Arjuna sebelum pria matang itu mengakhiri masa lajangnya. Penyebab mereka putus ya jelas karena keburukan demi keburukannya tampak jelas dimata Arjuna. Mulai dari bermain dengan banyak laki-laki dan mengatas namakan jika itu semua karena Arjuna yang tidak ingin melakukan hubungan sebelum pernikahan. Belum lagi dari cuplikan diatas kita bisa tahu jika dia adalah seorang pecandu narkoba dan juga pengedar. Tapi sayangnya meski dia pengedar dan punya jaringan bawah tanah tetap apa yang dia lakukan adalah kesalahan besar.
Sampai kapanpun tidak akan sanggup Arjuna maafkan tentang kesalahannya. Saat ini Arjuna membiarkan dia bebas karena Istrinya belum bisa kembali ke rumah dan masih dalam pengawasan Dokter. Jika tidak Arjuna sudah pasti menghukum wanita gila itu walau harus ke ujung neraka.
Di ruangan serba gelap dan berpencahayaan minim Papah Albern dan juga seorang peretas handal yang mencari dimana keberadaan wanita yang dibalik penyerangan yang diduga adalah mantan kekasih sang Putra.
"Saya sungguh tidak menyangka jika wanita yang begitu terlihat anggun dihadapan kita semua adalah seorang pengedar dan punya hbungan baik dengan mafia bawah tanah. Ini gila dan persis seperti cerita dalam novel tapi sayangnya ini didunia Nyata." Kata Dave.
"Rupanya tikus itu tidak lari terlalu jauh! Bagaimana Tuan? Apa yang akan Anda lakukan? Saya yakin jika kau memberikan pada Arjuna dia tidak akan sanggup membunuhnya buktinya bocah ingusan itu malah berteman dengan banyak orang di pasar gelap karena sikap belas asihnya. Tidak masalah jika dia adalah wanita tau terima kasih tapi tikus ini sudah sangat banyak menewaskan orang tanpa pikir panjang bahkan Ibu hamil juga banyak menjadi keberingasan. Bukan hanya pecandu, tapi dia juga psycopat!" kata Dave pada Papah Albern.
"Siapa yang bisa membuat hidup Tikus ini berakhir menyedihkan dan secara perlahan?" tanya Ppah Albern pada Dave.
"Arthur, salah seorang teman baik Arjuna yang juga menjabat sebagai ketua Mafia di Spanyol." kata Dave menatap serius pada Papah Albern.
"Kenapa kau bisa birpikir jika pria itu bisa membantu?" tanya Papah pada Dave.
"Motif kalian sama, Arthur sebenarnya tengah mengamati apa yang terjadi disekitarnya dan membiarkan tikus kecil itu berlari untuk bermain petak umpat, Hal yang sama pedihnya telah menimpa Arthur seminggu yang lalu saat tengah bertransaksi narkotika dengan tikus ini. Ya tikus ini membunuh sahabat baiknya yang tidak laian adalah kekasih Arthur yang tengah hamil tua 9 bulan. Bukan hanya Nyawa Olivia yang melayang tapi bayi laki-laki yang tengah dinanti kehadirannya itu ikut melayang nyawanya." kata Dave yang membuat Papah menggeleng-gelengkan kepala.
"Apa motifnya?" tanya Albern penasaran.
__ADS_1
"Dia merasa gemas hingga membunuh sahabat baiknya. Ini bukan pertama kalinya Tuan, wanita ini bukan hanya Iblis tapi ratunya Iblis. Dia tidak punya hati, hingga sahabatnya yang bertahun-tahun dekat dengannya juga dijadikan sasaran keisengannya," kata Dave.
"Mengerikan,"