Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Jiwa Jombloku Teriris


__ADS_3

"Mamah, bagaimana menurut Mamah dengan keinginan Anggrek. Entah kenapa aku khawatir dia akan disakiti lagi oleh Mawar. Tidak ada jaminan Mawar benar-benar berubah Mah. Bahkan kita sama-sama tahu jika setelah bermasalah dengan Abimanyu, Mawar malah menjadi simpanan dari suami orang. Mungkin aku akan lebih lega jika Mawar telah menikah, tapi dia bahkan masih melajang," kata Arjuna menatao sang Mamah dengan tangan yang kanan yang menggenggam gelas teh yang tengah diminumnya.


"Nak, Mamah tahu akan kerisauan hatimu tapi bagaimanapun hubungan keluarga tidak bisa dipisahkan. Menurut Mamah ngak masalah jika keluarga Anggrek datang, hal yang paling penting yang harus kau sadari adalah Mawar tidak akan pernah menjadi masalah. Mau dia berubah ataupun tidak, yang penting kamu mampu bertindak tegas untuk menjaga jarak darinya," kata Mamah menenangkan Arjuna.


"Aku sebenarnya tidak ada masalah Mah, tapi Mamah tahu sendiri Anggrek itu bersumbu pendek dan mudah sekali cemburu. Aku takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat Mawar dan orangtuanya ada disini Mah," kata Arjuna risau.


Mamah tersenyum dan juga menyesap teh hangatnya. Dia paham betul bagaimana keadaan keluarga Anggrek, berlatar belakang kaya pake banget tentu mudah bagi keluarga Arjuna untuk mengetahui keluarga angkat sederhana Anggrek.


"Sudah, kamu ikuti saja apa permintaan Anggrek. Mengenai yang lainnya kamu serahkan pada Mamah. Mamah tidak bercanda mengenai rahasia yang harus wanita itu ungkapkan. Jika dia tidak bertindak maka Mamah akan memberikan semua bukti yang Mamah punya agar dia tidak bisa mengelak," kata Mamah tegas.

__ADS_1


"Sudah sana masuk, Mamah ngak mau menantu dan cucu-cucu Mamah di kamar tanpa dirimu," kata Mamah.


Arjuna mengangguk saja, kepalanya sudah sangat pusing. Bahkan teramat pusing membuat Arjuna hanya menyuruh Kai menyiapkan semua persiapan penerbangan keluarga mertuanya. Keterlaluan memang tapi Arjuna tidak bisa memaksa hatinya untuk ikhlas disaat keikhlasan itu sulit untuk menghampirinya. Terlebih masalah Anggrek, dia tidak mudah untuk memaafkannya.


"Semoga semuanya baik-baik saja nanti," kata Arjuna mengusap rambut sang istri yang tengah terlelap.


Pagi yang cerah menyambut Arjuna dan keluarganya. Pagi ini Anggrek terkena rasukan setan malas, dan setelah subuh dia kembali terlelap. Meski begitu perihal sarapan wanita muda yang tengah hamil tua itu tidak perlu khawatir karena ada Bibi Carol dan Bibi Al yang menyiapkannya.


"Abang kok aku capek banget ya rasanya, buat bangun aja males pake banget. Padahal aku ngak enak sebenarnya sama Mamah dan Papah, tapi aku bisa apa saat tubuhku tidak bisa bekerja sama," kata Anggrek mengusap-usap matanya.

__ADS_1


"Udah, Ibu Hamilku yang cantik ayo kita mandi. Capek itu karena kesayangan Abang ini masih berada diatas kasur dan belum ketemu air sejak selesai sholat subuh tadi. Jadi ayo mandi dulu," kata Arjuna pada Anggrek.


Setelah membersihkan tubuhnya dan menggunakan setelan yang semakin menguarkan aura kecantikannya wanita muda yang menjadi istri Arjuna itu turun kebawah. Ternyata disana bukan hanya ada keluarga tapi ada Kai dan Ariana yang bekerja sebagai sekretaris 1 dan 2 untuk Arjuna.


"Wah ternyata ada Kai dan Ariana, ada apa tumben pagi-pagi datang kesini. Pasti mau laporan sama Pak Bos ya?" tanya Anggrek pada mereka.


"Iya Nyonya kami ingin melaporkan jika orang tua Nyonya dan Nona Mawar akan berangkat hari ini dari Indonesia," kata Ariana mewakili Kai.


"Benarkah?" tanya Anggrek dan keduanya mengganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Abangku yang ngak ganteng-ganteng amat kenapa jadi ganteng pake banget setelah jadi suami aku. Makasih pake banget, much much much," kata Anggrek yang mencium pipi sang suami beruntun.


"Ehm emh emh, sampe lupa daratan kalau lagi bahagia. Yang dilihat hanya Babang seorang, untung udah halal. Tapi tolonglah Nyonya, jiwa jombloku teriris," kata Kai yang membuat yang lain tertawa.


__ADS_2