
Seminggu telah berlalu sejak kejadian itu, Anggrek juga sudah bugar kembali. Pagi ini Anggrek tampak sibuk dengan masakan di dapur padahal matahari belum menunjukkan rupanya. Wanita cantik itu membuat gorengan dan juga ayam kecap serta tumis sayur tahu. Wangi masakan Anggrek sudah menguar kebwrbagai ruangan yang berhasil membangunkan pria tampan berstatus suaminya.
"Sayang, kok wangi banget. Kamu masak apa pagi-pagi begini?" tanya Arjuna menghampiri sang istri dan matanya menatap jarum jam yang menunjukkan 5.30 pagi.
"Masak gorengan, ayam kecap dan sayur campur tahu ditumis," kata Anggrek enteng.
"Wanginya jadi laper, tumben Sayang kamunya masak berat buat sarapan biasanya juga roti sama susu palingan Mamah yang ngotot pengen buat nasi goreng," kata Arjuna.
"Ngak tau Bang, lagi kepengen aja. Tiba-tiba keinget dan kebetulan bahannya pada ada karena kemaren aku siap belanja sama Bibi di supermarket," kata Anggrek yang tengah menyajikan nasi kepiringnya.
"Kamu kalau masih ngantuk tidur aja, apalagi sekarang musim dingin. Mamah dan Papah kayaknya juga belum bangun," kata Anggrek yang tidak peka jika perut sang suami sudah meronta minta diisi.
"Laper Yang, mau juga akunya," kata Arjuna saat Anggrek akan menyuapkan nasi serta lauknya ke mulutnya.
"Oalah kamu laper ya Bang? Aku kira kamu ngak mau makan berat kalau pagi-pagi begini?" tanya Anggrek pada Arjuna.
"Biasanya memang ngak, tapi kalau kamu yang masak aku mana tahan Sayang," kata Arjuna yang dihadiahi cubitan hingga dia meringos sambile tertawa.
"Gombal terus, ingat udah mau jadi Ayah dua anak," kata Anggrek menyiapkan makanan untuk sang suami.
"Ngak papa kali Bunda, gombalnyakan cuma sama Bunda," kata Arjuna.
"Abang, nanti team aku di studio mau main kesini. Sebenarnya bukan hanya main tapi juga ada beberapa pelanggan yang minta design terbaru aku, dan juga ada beberapa kontrak kerja sama untuk peluasan usaha butik aku nanti. Apa boleh Abang?" tanya Anggrek hati-hati mengingat sang suami yang melarang dia bekerja sejak kehamilannya cukup sering bermasalah.
Sebenarnya bukan masalah yang fatal atau bahaya tapi jika dibiarkan tentu akan sangat berbahaya. Ya Anggrek jika sudah bertemu dengan pena dan kertas designnya maka dia akan melupakan semuanya hingga akhirnya dia mengalami kelelahan. Karena itu Arjuna sangat-sangat sensitive mengenai pekerjaan Anggrek.
__ADS_1
"Boleh tapi harus dalam pantauan Mamah dan Bibi. Aku tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Terlebih sekarang kamu sudah memasuki usia bulan ke 7," kata Arjuna pada Anggrek yang sontak membuat Anggrek bahagia dan meremas jemari tangan sang suami yang bebas di atas meja.
"Terima kasih Abangku Sayang," kata Anggrek semangat.
Pagi jam sudah menunjukka pukul 10 pagi sesuai dengan pesanan Anggrek jika sesi konsumsi dipertanggung jawabkan oleh Amanda.
"Assalamu'alaikum Bumilku yang cantik. Apa kabar? Setelah sekian purnama kita tudak berjumpa," kata Amanda dengan lebainya begitu dia tiba rumah Anggrek dan Arjuna.
"Suasananya beda ya Beb, ini mewah banget apalagi halamannya besar banget," kata Amanda memuji interior rumah Anggrek.
"Kata Abang, ini dia persiapkan untuk Aku dan Baby Twins. Lagi pula sepertinya kami akan lama tinggal disini, ya kamu tahulah Suamiku gimana," kata Anggrek menatap Amanda dengan senyum yang tidak enakan.
"Aku sangat menyukai sikap perhatian Arjuna sama kamu. Coba kamu pikirkan jika Arjuna lengah dan si Abimanyu bertingkah? Siapa yang akan menanganinya? Jadi ada baiknya kamu dan Arjuna ngak usah pulang dulu ke tanah air. Terlebih kasus Melati yang baru-baru ini, walaupun kamu bilang Mawar sudah berubah aku tetap belum sepenuhnya percaya," kata Amanda mendengus kesal saat mengingat dua kakak beradik Mawar dan Melati.
"Bagaimanapun mereka keluarga aku Amanda, apalagi Mama dan Papa sudah minta maaf. Ngak ada lagi alasan aku untuk marah sama Mama dan Papa," kata Anggrek menghela nafas pelan.
"Seperti biasa saja, awalnya melalui kertas lalu diperindah saat di tablet," kata Anggrek.
"Cemilannya bisa bantu tarok diatas meja aja ngak? Aku mau ambil gelas dulu," kata Anggrek tapi ditahan oleh Amanda.
"Ngak usah, nanti minumannya Olvi yang bawa dan udah pake cup langsung. Oh iya Mamah Mertua kamu dimana?" tanya Amanda pada Anggrek.
"Mamah lagi sholat dhuha, palingan sebentar lagi beliau datang," kata Anggrek.
Hingga terdengar suara mobil memasuki perkarangan rumahnya. Bukan hanya satu mobil tapi dua.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Bu Bos!" salam mereka serempak begitu menampakkan dirinya.
"Walaikumussalam, apa semuanya udah lengkap?" tanya Anggrek yang diangguki oleh semuanya.
"Baik kita akan langsung membahas masalah pekerjaan diruang rapat pekerjaaan," kata Anggrek berjalan kearah ruang rapat pekerjaan sang suami.
Dengan lihai Anggrek menjelaskan dan juga memperhatikan setiap saran detail yang diberikan oleh karyawanya. Terlebih gaun yang dibuat bukanlah gaun sembarangan. Gaun ini untuk pesta pernikahan salah satu anak konglomerat di kota ini, karena semua bahannya harus cermat.
"Bagaimana apakah kira-kira masih ada masukan?" tanya Anggrek pada teamnya.
"Anggrek bagusnya hiasannya disebelah sini bukan sebelah sana. Soalnya terlihat timpang," kata salah satu pekerja senior yang bekerja lama untuk Anggrek.
"Oke ini akan menjadi bahan revisi, apa ada saran selanjutnya?" tanya Anggrek kembali dan semuanya menggeleng.
"Baiklah meeting kita akhiri sampai disini. Julian kamu arahkan teman-teman untuk mengambil menu makan didepan yang sudah disediakan. Saya masih harus rapat dengan Amanda," kata Anggrek yanh diiyakan oleh Julian.
Setelah pintu tertutup rapat, Amanda berdiri untuk mengunci pintunya.
"Jadi bagaimana tentang proses perluasan butik kita? Apakah pihak AK Corp sudah menerima proposal kita?" tanya Anggrek.
"Dia sudah menerima proposalmu Bu Bos. Tapi rupanya apa yang kau katakan tempo waktu benar adanya. Dia hanya ingin menjadikan kita sapi perahnya. Keuntungan yang akan didapat oleh pihak kita sangat-sangat sedikit dan dia tidak menyetujui pembagian keuntungan yang kamu buatkan," kata Amanda.
Anggrek menghela nafas pelan, sudah dia duga jika akhirnya akan seperti ini.
"Sudahlah, aku rsa sepertinya kita belum membutuhkan investor. Aku tidak segila itu untuk kehilangan apa yang telah aku bangun sejak zaman kuliah dulu," kata Anggrek seraya meneguk air putihnya.
__ADS_1
"Kenapa tidak meminta bantuan pada Pak Presdir aja? Toh suami sendiri Bu Bos?" kata Amanda seenak jidatnya.
"Jika aku minta bantuan Abang pastinya dia akan dengan senang hati memberikannya tapi aku tidak ingin begitu. Aku ingin berkembang dengan kemampuanku sendiri, pelan tapi pasti. Itulah yang aku pegang sedari dulu," kata Anggrek yang diangguki oleh Amanda