Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Amarah Arjuna


__ADS_3

"Abang!" teriak Anggrek membahana dan sontak menjadi perhatian pengunjung restoran yang dikunjungi oleh Anggrek.


Dengan amarah yang menggebu-gebu dan cemburu sudah level 7 Anggrek mengambil minuman dingin berwarna cokelat dicampur susu putih itu terbang ke wajah wanita yang menggenggam tangan Arjuna tadi.


"Siapa dia Abang? Tega kamu main belakang saat aku bunting gede beginu!" teriak Anggrek dan jangan lupakan drama air mata yang membuat banyak orang sekitar yang merekam kejadian saat itu.


"Sayang, dengarkan Abang dulu ya! Ini ngak seperti yang kamu pikir! Abang dan Julia..."


"Apa-apaan ini Arjuna! Siapa wanita gila yang seperti busung lapar ini?" tanya Julia kasar.


"Julia jaga bicaramu!" teriak Arjuna kesal.


"Memangnya aku salah apa? Kita akan menjalin kerja sama kembali dan aku berharap bukan hanya kerja sama kembali tapi hubungan kita yang kandas sepihak juga kembali! Apa itu salah?" teriak Julia semakin panas.

__ADS_1


"Dan lihat siapa yang datang? Heh Buk! Lebih baik kamu banyak-banyak di rumah! Kalau melahirkan di restoran inikan semua orang bisa repot! Udah tahu lagi hamil besar masih aja kecentilan sama pria lajang!" kata Julia dengan sangat-sangat percaya diri dengan asumsinya.


"Apa kamu bilang? Pria lajang? Dia suami saya, perempuan perebut suami orang!" teriak Anggrek yang kian emosi.


"Sayang, udah istigfar Yang. Kamu lagi hamil, udah jangan diladeni lagi orang gila ini lagi! Nanti dia yang gangguan kejiwaan kita malah ikut-ikutan sinting!" kata Arjuna menarik istrinya yang semakin deras menangis.


"Abang ngak usah sok baik! Abang juga naksir sama diakan? Abang ada main belakang sama dia..." perkataan Anggrek terpotong saat tubuhnya melayang diudara karena Arjuna mengangkat sang istri dalam gendongannya.


"Abang..."


"Ssttttt! Tolong jangan pancing emosi Abang disini Dek! Tolong," kata Arjuna dengan wajah memerah dan mata yang tajam sarat akan suasan hatinya yang tidak baik-baik saja.


Tub

__ADS_1


Suara pintu mobil tertutup, Anggreknterus menangis dan ingin meluapkan kekesalannya pada sang Suami. Tapi melihat raut wajah Arjuna rasa takut lebih mendominasi dari pada apapun yang Anggrek rasakan saat ini. Tapi meski begitu rasa tidak aman akan posisinya sebagai istri dari pria yang begitu dia cintai itu membuat Anggrek lepas kendali.


"Abang, ada hubungan apa Abang sama itu ular kepala 5! Abang ada main sama perempuan lain dibelakang aku? Apa karena dia cantik dan menarik? Sedangkan aku dengan tubuh kecil tinggi dan perut membuncit dengan sangat besar hingga Abang berpaling?" lagi tuduhan yang tidak beralasan Anggrek layangkan pada suaminya.


"Kamu benar-benar ingin aku main belakang dan mendua dari kamu? Kamu menginginkan aku punya selingkuhan dan kekasih diluar sana selain sama kamu Anggrek? Apa itu yang kamu mau?" tanya Arjuna serius dan menatap tajam pada istrinya.


"Abang kenapa ngomong gitu? Bahkan dalam kondisi pingsanpun aku ngak mau berbagi suami Bang! Kamu harus selamanya jadi suamiku!" tangis Anggrek kian mengancang dan ingin memeluk sang suami namun Arjuna menghindar.


"Terlalu sering tuduhan aku mendua! Jatuh cinta pada gadis lain! Untuk semua kecemburuan kamu aku lelah Anggrek! Kamu tahu persis bagaimana saya sangat-sangat peduli pada kamu dan aku mencintai kamu! Tapi jika kamu memang memintaku mendua maka aku akan menikahi Julia hari ini juga dihadapan kamu biar semuanya jelas!" teriak Arjuna kesal yang membuat Anggrek makin kejer menangis.


Melihat amarah suaminya, Anggrek tidak sanggup lagi. Dengan segenap keberanian dia duduk dipangkuan sang suami dan syukurnya Arjuna tidak menghindar.


"Maaf Abang, maaf tapi tolong jangan lakukan itu. Aku sangat cemburu jika ada wanita ataupun gadis yang masuk kedalam kehidupan rumah tangga kita. Abang aku mohon maafkan aku, aku cemburu hingga hilang akal dan mempermalukan dirimu dihadapan orang banyak, " kata Anggrek mencoba meredamkan amarah sang suami.

__ADS_1


__ADS_2