Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Apakah Rasa itu Mulai Pudar?


__ADS_3

"Heran aku tuh, kalau belum bisa bantuin orang tua jangan jadi beban kenapa? Heran kantong masih kosong tapi sudah belagaan lirik-larak cewek sana-sini bukan apa-apa kita perempuan ngak bisa cuma dikasih makan modal cinta!" omel Anggrek saat menonton drama indonesia di layar ponselnya.


"Kalau kesel kenapa ditonton Nak, mending bobo itu Faqih juga sudah molor sambil menyusu tinggal dipisahin pelan-pelan juga bakalan tertidur lelap.


"Belum mau dianya Mah, tadi udah beberapa kali Anggrek lepaskan tapi malah nangis Mah. Ini juga masih ngehisap kuat banget," kata Anggrek dan bertepatan si Faqih langsung membuka matanya menatap sang Oma yang tengah berbicara dengan Bundanya.


"Wah cucu Oma kebangun ya?  Masih haus ya Nak?" tanya Mamah Riati pada sang cucu.


"Ah dia senyum Nak, kayaknya dia akan menjadi anak yang ramah dan senang menyapa kayak kamu Nak. Ngak seperti Ayahnya yang jutek dan malah jadi bujang tua karena nikah diusia tua. Mamah tu heran sebenarnya kenapa Arjuna yang selalu pacaran bahkan sampai punya tunangan tapi ngak pernah ada yang jadi. Untungnya sebelum dia habis masa malah nikah sama kamu Nak. Mamah ngak tau lagi kalau Arjuna ngak ketemu sama kamu mungkin itu anak akan melajang hingga rambutnya memutih," kata Mamah yang disambut tawa oleh Anggrek dan senyuman lebar dan tangan yang digerak-gerakkan oleh Baby Faqih.


"Olah satu partai kita ya Nak, makanya ikut tersenyum kita lagi ngomongin Ayahnya," tanya Mamah yang mengelus kepala Faqih.


"Mungkin Abang nungguin aku Mah, makanya ngak ada yang cocok sebelum sama Aku," kata Anggrek yang tersenyum tapi dibalik senyum ada sendu mengingat awal pertemuan dengan sang suami.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya  Mamah Riati yang melihat sang menantu mendung aura wajahnya.


"Ngak apa Mah." kata Anggrek tersenyum.


"Hmmm awalnya Mamah mau menggendong Faris, Faqih atau Fateen tapi sepertinya Faris dan Fateen sedang terlelap ngak enak Mamah gaangguin ntar kalau nangis kasian kamu makin repot. Yudah Mamah mau ngedrakor dulu di ruang keluarga. Dadah kesayangan Oma," kata Mamah dan langsung meninggalkan ruangan Anggrek. Dalam hatinya wanita paru baya itu merasa pilu.


Diluar kamar Mamah Riati mengusap matanya yang berembun. Dia masih melihat rasa sakit yang nyata meski sudah hampir dua tahun berlalu. Ya meski hubungan anak dan menantunya romantis tidak menutupi fakta jika Anggrek dan Arjuna menikah kerena kecelakaan.

__ADS_1


Sementara di kantor Arjuna sedang rapat dengan para pemegang saham mengenai proyek besar yang akan dilakukan dengan pengusaha asal Timur tengah. Kai tampak leluasa menjelaskan materi yang akan mereka kerjakan dalam beberapa bulan ke depan.


"Bagaimana pendapat Tuan Arjuna mengenai proyek ini? Kami ingin mendengar sudut pandang Tuan Arjuna dalam proyek ini. Apa yang harus kita lakukan untuk proyek ini?" tanya salah satu pemegang saham ang berpengaruh disana.


Dengan leluasa Arjuna menjelaskan pandangannya mengenai proyek yang akan mereka kerjakan, bukan hanya dari segi pendapatan tapi juga taraf kerja sama karena lagi-lagi kita melebarkan sayap kita ke negara tetangga terlebih Mr X ini adalah pengusaha yang sangat berpengaruh di Timur Tengah.


Setelah beberapa orang pemegang saham yang memberikan pendapat terkait dengan proyek ini, setelahnya mereka langsung  menyetujui proyek ini  dan rapat dibubarkan.


Seusai rapat Papah Albern meminta Arjuna keruangannya. Arjuna hanya bisa mengikut saja sedangkan Kai sebagai ajudan kembali ke tempat untuk menjaga singgasana yang kosong.


"Papah senang kamu mengembangkan sayap ke Timur Tengah tapi apa kamu sudah memikirkan dengan matang semua ini Nak?" tanya Papah menatap serius sang Anak.


"Arjuna sudah berusaha untuk masuk ke Timur Tengah sejak Arjuna memegang perusahaan yang bermasalah di USA. Jadi ini bukan baru terjadi Pah, tapi Arjuna sudah sangat sering mengajukan proposal dan selalu berakhir di tolak Pah. Baru dua proyek yang baru selelsai dari Timur Tengah yang di kerjakan di Indonesia dalam waktu dekat Pah dan itu juga Arjuna hanya bisa memantau dari kejauhan karena Anggrek tengah hamil besar dan tidak mungkin untuk di tinggal," kata Arjuna sendu sedangkan Papah menghela nafas panjang.


"Pah, jangan membuat suasana hatiku menjadi kesal saja Pah. Anggrek itu wanitta yang mandiri dia tidak akan masalah jika aku sering tinggalkan dia pergi. Sudahlah Pah, Arjuna masih banyak pekerjaan. Lagi pula tidak mungkin Arjuna biarkan Papah meninggalkan Mamah terus untuk urusan pekerjaan. Mamah butuh time sama Papah," kata Arjuna dan keluar dari ruangan Papah begitu saja.


"Ya Allah jaga selalu rumah tangga Anak dan menantuku," kata Papah menatap pintu yang tertutup.


Sedangkan di ruangannya sendiri Arjuna tampak melamun, perkataan sang Papah terngiang-ngiang ditelinganya. Dia tidak tahu apakah tindakannya kali ini benar atau tidak tapi dia harus bagaimana? Bukankah ini rejeki untuk triplet? Masa dia harus menolak apalagi menunda.


Clek

__ADS_1


Terdengar suara pintu terbuka tampaklah Kai dengan bejibun dokumen ditangannya yang harus ditandatangani oleh Arjuna.


"Bos wajah lu kenapa sepet banget kayak karyawan baru gajian dan gajinya langsung ludes karena bayar utang!" kata Kai yang tertawa malah membuat Arjuna semakin kesal.


"Menurut lu apa gue egois menerima proyek besar dari Timur Tengah ini? Kata Papah pasti Anggrek akan sangat kerepotan balum lagi Orang tua dan juga Mawar akan selalu mengintilinya. Belum lagi hal-hal tidak terduga," kata Arjuna berpandangan menerawang.


"Bos, kita selama ini tahu jika Nyonya Bos adalah orang yang pekerja keras dan tidak akan meninggalkan peluang walau sekecil apapun itu Bos. Jadi ada baiknya lu musyawarah dulu denagan Nyonya Bos. Gue yakin Nyonya Bos bukan tipe yang mengekang sedaang dia sendiri orangnya ambis gila," kata Kai yang memang mengetahui jika Anggrek membuka 2 cabang baru setelah tiga cabang butiknya semakin sukses sejak dia hamil.


"Iya, semoga saja semuanya baik-baik saja dan sesuai dengan rencana," kata Arjuna.


Malam hari menjelang menghampiri Arjuna. Dari jendela-jendela kantornya sudah menggelap dihiasi oleh lampu-lampu kantor yang terlihat kemerlap diketinggian kantornya.


Arjuna bergegas pulang ke rumah karena sudah merindukan sang istrinya yang cantik jelita serta ketiga anaknya yang mulai temok sekarang dan makin menggemaskan.


"Sayangku!" panggil Arjuna begitu tiba dikamarnya dan melihat sang istri tengah melaksanakan sholat dan bercucuran air mata.  Entah apa yang diminta sang pujaan hati tapi hal itu berhasil mengguncang khalbu Arjuna yang menatap dipintu masuk.


"Eh Abang sudah pulang, Arnggrek siapkan air mandi dulu ya. Abang pulang agak larut? Sudah makan malam?" tanya Anggrek dan Arjuna hanya menggeleng dan memeluknya erat sang istri.


"Ngak usah sayang pasti kamu juga capek banget ngurusin ketiga anak-anak gemoy kita," kata Arjuna terlebih dia juga melihat laptop dan juga tablet sang istri tengah terbuka lengkap dengan beberapa rancangan dikertas HVS yang tampak indah hasil dari guratan tangan istriya.


"Ya Allah. memangnya ngak capek sayang?" tanya Arjuna pada sang istri.

__ADS_1


"Capek sih udah pasti Abang, tapi Anggrek ingin berkembang dan jadi istri yang hebat dan juga Ibu yang membanggakan bagi anak-anak Anggrek, Abang," kata Anggrek yang membuat pria tampan itu memeluk sang istrinya lagi dan mencium seluruh wajah sang istri.


Sedangkan dari Luar Papah dan Mamah menatap keduanya seraya tersenyum haru dan bahkan Papah malah menitikkan air matanya. Arjuna bukan pria yang tahan berkomitmen dia sudah biasa bergonta-ganti pasangan walau tidak sampai ke taraf pernikahan. Awalnya Papah menduga mungkin saja rasa antara Menantu dan Anaknya telah memudar karena itu Arjuna ingin mengambil proyek yang malah membuatnya berjarak dengan sang istri. Tapi rupanya keduanya sama-sama saling pekerja keras. Semoga Allah menjaga keduanya hingga maut memisahkan dan langgeng hingga hari tua.


__ADS_2