Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Matang Artinya Tua


__ADS_3

"Bang, kata Mamah minggu depan akan kembali ke USA. Kita juga kembali ke USA kan Bang? Soalnya Anggrek sudah rindu dengan Mamah dan Papah. Terlebih Anggrek juga ingin tahu bagiamana kondisi Mama Ayan," kata Anggrek mengusap kepala sang suami yang tengah tiduran di pahanya.


"Minggu depan kayaknya kita ngak perlu ke USA deh Sayang. Selain ada beberapa pekerjaan yang belum usai, Abang juga ingin pulang ke tanah air. Lagi pula Perusahaan disana sudah bisa ditangani Ariana sendiri. Mengenai Mama Ayana, nanti Abang akan minta Dennis untuk menemani pulang ke tanah air. Terkait Mawar kakak kamu semua tergantung dia, masih ingin bekerja disana atau ikut pulang bersama dengan Mama Ayana semuanya akan diurus oleh Dokter Dennis dan Kevin," kata Arjuna membuat Anggrek bernafas lega.


"Lalu bagaimana dengan Papa Taufik, apa Abang telah menemukan dimana Papa Taufik berada?" tanya Anggrek pada sang suami.


"Kamu tenang saja Sayang, Papa Taufik bekerja diperusahaan kita yang di USA. Tapi beliau sepertinya tidak menyadari jika itu masih tergabung pada prusahaan Papa," kata Arjuna menatap sang istri yang tengah memandang lekat wajahnya.


Menatap lekat wajah sang istri yang semakin tampak mempesona membuat Arjuna memilih bangun dari pangkuan sang istri dan mendekatkan wajahnya pada sang istri. Hingga jarang diantara keduanya semakin tipis bahkan bibir keduanya hampir bersentuhan hingga terdengar suara seseorang yang sangat menggenaskan membuat keduanya urung melakukan itu.


"Ya Allah, apa salah dan dosaku sehingga aku harus tinggal bersama pasangan yang begitu menyiksaku secara lahir maupun batin? Sudah jodohku lari-lari macam kelereng lalu dipertemukan sama suami istri yang kalau lagi mesra tidak melihat-lihat tempat. Ya Allah, aku sungguh tidak sanggup lagi rasanya aku mau nikah malam ini tapi karo sopo ya Allah?" tanya Kai dramatis yang membuat Arjuna dan Anggrek tertawa.


"Memangnya Sofia belum memberikan jawaban?" tanya Arjuna pada Kai.


"Satu bulan yang diminta masih ada tiga hari lagi Beb! Kau tahu tiga hari itu rasa tiga tahun, apakah Sofia tidak tahu jika hidupku tanpanya sudah seperti mati lampu ya Sayang, cintaku tanpamu ya sayang bagai bulan tiada berbintang," kata Kai dramatis dan memeluk-meluk Arjuna hingga Arjuna merasa geli sendiri.


"Eh, gue masih normal ya! Jauh-jauh lu jijay gue, masak peluk-peluk begitu," kata Arjuna sinis seraya menahan tawanya.


"Ya habis kalian berdua tidak berperi kejombloan. Apakah kau tidak merasakan debar kegelisahan hatiku bagai gemuruh gendang disaat upacara 17 agustusan, sangat semarak menunggu jawaban dari sang Adinda tercinta," kata Kai dramatis.


"Adindanya cinta ngak sama lu Kai?" tanya Arjuna meledek sahabtnya itu.


"Nah, itu dia masalahnya diragukan! Padahal aku kurang apa ya Jun, ganteng udah, pinter juga udah, kaya juga udah walau ngak sekaya lu tapi cukup buat dia hedon. Lalu kurang gue apa sampe dia mempertimbangkannya harus sebegitu rumitnya?" tanya Kai menatap serius pada sahabat sejati sekaligus Bosnya itu.

__ADS_1


"Kurang waras!" kata Arjuna yang membuat Kai memukul kepala Arjuna.


"Kambing lu! Masa Kai yang tampan rupawan dan membahana badai topan halilintar begini dibilang kurang waras? Situ sehat?" tanya Kai pada Arjuna.


"Sudah-sudah jangan becanda terus, btw keluarga Mas Kai yang di Korea Selatan sudah kasih restu Mas Kai untuk menikah dengan Sofia andai Sofia berkata iya?" tanya Anggrek pada Kai.


Kai menghela nafas panjang, bayangan kelam masa lalu yang sudah lama dia ingin lupakan tapi enggan terlupakan kembali terngiang. Seolah sebagai sirine mengingatkan luka demi luka yang pernah menghinggapi hidupnya.


Sedangkan Arjuna menatap jauh kedepan merasa tidak enak pada Kai karena belum sempat bercerita pada Anggrek mengenai masa lalu Kai. Arjuna hanya mengatakan jika Dia dan Kai sudah seperti saudara tanpa menjelaskan siapa Kai yang sebenarnya baginya.


Terlebih hubungan Anggrek dan Arjuna bagai buah karbitan yang dipaksa masak karena kesalahan semalam. Tentu, Arjuna belum sempat menceritakan semuanya pada Anggrek terlebih dengan banyaknya kejadian-kejadian yang tidak terduga terjadi diantara keduanya.


"Mamah dan Papah pasti akan merestuinya Nyonya Bos. Lagi pula Mamah dan Papah sudah lama mendesakku agar segera menikah sejak Arjuna dan dirimu menikah Nyonya Bos. Terlebih usiaku dan Arjuna tidak jauh berbeda," kata Kai dengan senyuman sendunya.


"Iya maksudku Ayah dan Ibu kandung Mas Kai bagaimana? Kita sama-sama tahu setelah menikah tidak jarang terjadi perselisihan antara menantu dan mertua yang mengakibatkan banyak hal yang tidak diinginkan," kata Anggrek hati-hati.


"Sudahlah Jun, tidak ada yang harus ditutupi. Istrimu adalah bagian terpenting dari hidupmu, semua anggota keluarmu adalah keluargaku juga. Tidak ada salahnya Nyonya Bos tahu mengenai ini," kata Kai menengahi suasana yang mulai menegang, terlebih Anggrek menjadi sedikit sensitive setelah kejadian demi kejadian yang beruntun menimpanya.


"Ayahku meninggal karena sakit sejak aku usia 5 tahun, Ibuku seorang pedagang yang memiliki restoran kecil ditepi pantai. Meski hanya berdua awalnya kehidupan kami baik-baik saja, tapi karena menurut Ibuku aku akan kehilangan sosok Ayah membuat Ibu menikah lagi dengan pria yang berhasil mencuri hatinya..." Kai menjeda kalimatnya dalam tatapan pria tampan itu ada luka dan kepedihan dibalik tatapannya yang syarat akan makna.


"Awal pernikahan semuanya baik-baik saja. Ibuku dan Ayah tiriku tidak ada masalah, semua bermula ketika Ayah tiriku di phk dan mulai kecanduan minum alkohol secara berlebihan. Tidak masalah jika minum sewajarnya tapi Ayah tiriku selalu minum hingga over dosis, tidak cukup hingga disana pria itu juga mulai mengenal judi. Ibuku dan Aku selalu dijadikan samsak jika dia tidak mendapatkan uang untuk judi. Tapi cinta membutakan semuanya, Ibu tetap bertahan meski hampir mati dipukulinya setiap hari. Hingga pria itu mulai mengenal narkotika, awalnya mencoba akhirnya kecanduan..." Kai tertawa sambil menangis saat kenangan-kenangan pahitnya kembali mengukir diingatannya.


"Tidak cukup sampai disana, pria itu mulai bermain wanita. Hingga dia kehabisan uang tidak ada lagi yang bisa dia pertaruhkan, dan berusaha mengambil sertivikat rumah dan resto kecil milik Ibuku. Pertengkaran tidak lagi mampu dihindarkan. Ibuku marah kembali Ibuku dipukuli hingga pria itu mencoba menikam Ibuku dengan pisau dapur tapi aku menghalanginya dan akulah yang terkena pisau dapur itu. Tapi rupanya setelah mataku menutup gelap, duniaku juga ikut gelap. Ibuku tiada ditangan pria pemabuk dan pecandu itu, harta satu-satunya peninggalan Ayah juga terjual dimeja judi..." Kai menghapus air matanya kasar.

__ADS_1


Rasa rindu yang lama ia tenggelamkan dalam lubuk hatinya kembali mengakar seolah meminta penawar. Namun sesuatu yang telah pergi kehadapan Allah SWT tidak akan pernah kembali lagi begitu pula Ibunya Kai.


"Setelah aku sadar dari rawatan rumah sakit, semuanya tidak lagi sama. Meski begitu, pria itu juga bisa lari dari kejahatannya. Hingga akhirnya aku juga harus menjadi bahan dagangannya untuk judi, minuman dan narkotika. Awalnya aku selalu bertanya mengapa aku masih bernafas ketika kebahagiaan tidak pernah menghampiriku sejak Ayahku tiada, sekolah tidak aku rasakan aku juga harus merasakan menjadi samsak oleh Ayah tiriku. Lepas dari Ayah tiriku aku malah berakhir ditangan kelompok mafia penjual organ. Aku bahkan melihat dengan mata kepalaku sendiri teman-temanku kehilangan jantung ginjal dan bola matanya melalui tangan-tangan ahli Dokter bedah yang bekerja dipihak mereka," kata Kai kembali.


"Hingga Anggaraksa Arjuna Wicaksana salah satu anak pengusaha ternama menjadi korban penculikan mereka. Beruntung Papah orang yang sigap hingga bisa menemukan Arjuna dan membawa cahaya bagi kami yang sudah lama mendekam disana," kata Kai.


"Aku yang ketika itu berusia 9 tahun, tidak Papah pulangkan ke panti asuhan setelah memberikan anak-anak yang memang sudah tidak lagi memiliki orang tua ke panti. Papah dan Mamah menganggapku layaknya anak mereka sendiri bersama dengan Arjuna. Bagaimana Arjuna diperlakukan seperti itu pula yang aku dapatkan, tapi Mamah dan Papah tidak ingin aku kehilangan identitas karena itu Mamah dan Papah tidak mengadopsiku. Sejak saat itulah aku selalu bersama Arjuna, terlebih usia kami yang sama membuat kami lebih mudah berbaur," kata Kai pada Anggrek.


Anggrek yang mendengar cerita Kai tidak sanggup lagi menahan tangisnya. Arjuna juga merasakan kepiluan yang sama hanya bisa memeluk sang istri erat.


"Sayang sudah jangan menangis lagi, semuanya sudah berlalu. Sekarang Kai sudah menjadi bagian keluarga kita, Kai bahagia, punya uang banyak dan pendidikan yang mumpuni. Tidak ada lagi yang perlu dicemaskan. Ssst Sayangnya Abang jangan nangis lagi ya," kata Arjuna yang malah membuat Kai makin mupeng pengen cepat nikah.


Bagaimana tidak Arjuna mengecupi seluruh wajah sang istri didepan Kai dan menghapus air mata Anggrek layaknya film romantis Korea Selatan yang digandrungi para anak muda-mudi.


"Sudah ya jangan menangis lagi," kata Arjuna pada Anggrek.


"Aku merasa nasibku jauh lebih baik, Allah maha baik. Aku tidak menyangka kehidupan Mas Kai yang konyol dan suka membuat lawakan ternyata punya masa lalu begitu kelam," kata Anggrek yang membuat Kai menatap aneh pada sang Nyonya Bos.


"Oh iya tadi Mas Kai bilang kalau dia sodara sama Abang kan? Berarti Mas Kai itu Adik Ipar aku, secara Abang sudah seperti Kakaknya bukan? Meskipun seumuran tetap aja ada yang tua dan ada yang muda. Tersangka yang muda disini adalah Mas Kai jadi mulai besok Mas Kai harus panggil aku Kakak! Masa iya aku istrinya Abang tapi dipanggil Nyonya Bos harusnya Kakak Ipar dong!" kata Anggrek yang membuat Kai dan Arjuna merasa geli sendiri.


"Sayang bagaimana mungkin begitu, istri Abang yang cantik ini lebih muda dari Abang 12 tahun sedang Kai hanya berbeda 3 hari dari hari lahir Abang dan masih ditahun yang sama. Jadi istriku, sayangku kamu itu masih sangat-sangat muda dari kami berdua yang jauh lebih tua dari kamu," kata Arjuna yang disambut senyum kemanangan oleh Kai.


"Makanya aku heran kenapa Kamu begitu bucin sama pria tua ini Nyonya Bos! Padahal kamu masih cantik tapi kenapa mau sama Bosku yang sudah tuwir ini," kata Kai mengejek Arjuna. Saat Arjuna akan menjawab Anggrek lebih dahulu menjawab.

__ADS_1


"Suamiku bukan tua atau apapun itu. Abang Arjunaku ini masih seger, tampan, mempesona dan matang. Siapa yang kuat terhadap pesona suamiku ini," kata Anggrek mengusap wajah suaminya.


"Ya ampun Nyonya Bod apakah matang itu bukan tua? Matang itu artinya tua Nyonya Bos," kata Kai yang langsung kabur dari sana enggan mendapat amukan dari pasangan bucin itu.


__ADS_2