Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Duduk Salah Berdiri Salah


__ADS_3

Setelah mereka mendaki indahnya surga dunia para pasangan halal, Anggrek memeluk erat tubuh Arjuna yang masih polos dan hanya tertutupi selimut.


Arjuna tersenyum menyangka sang istri tengah ingin bermanja-manja dengannya, tangan kekar Arjuna mengusap rambut hitam legam milik istrinya yang telah terurai. Tapi alahkah terkejutnya Arjuna saat merasa dadanya telah basah oleh air mata sang istri.


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Arjuna yang kaget dan merasa jika tadi sang istri masih baik-baik saja.


"Ngak papa Abang, cuma nangis aja. Lagi pengen nangis," jawaban konyol Anggrek membuat Arjuna mengerutkan keningnya.


"Gimana ceritanya nangis cuma lagi pengen aja? Ada yang ngak beres ini," tanya-tanya Arjuna dan tentu saja hanya di dalam hati.


"Sayang kalau memang ada masalah kamu cerita dong jangan cuma di pendam kayak gini. Kamu masih punya aku, aku ini suami kamu Sayang," kata Arjuna mengecup puncak rambut istrinya dan memeluk istrinya erat.


"Abang!" panggil Anggrek lirih.


"Iya, kenapa Sayang?" tanya Arjuna pada sang istri tapi masih mengusap punggung sang istri yang masih bergetar karena tangisan.


"Aku mau ngomong sesuatu," kata Anggrek yang semakin mengeratkan pelukannya pada suaminya.


"Aku...Aku...Aku..." Anggrek terlihat berat untuk mengatakan apa yang menjadi beban yang ada di dalam hatinya.


"Kenapa kok sedari tadi hanya aku, aku saja?" tanya Arjuna dengan lembut pada sang istri.


"Abang kenapa belum bisa cinta sama aku?" kata Anggrek dengan sangat cepat hingga Arjuna sedikit menjauh dari sang istri. Selain terdengar cepat juga tidak jelas karena sedikit melengking.


"Sabar, sabar! Untung sayang, kalau ngak? Ya Allah," kata Arjuna tentu saja hanya di dalam hati saja.


"Kamu omong apa Sayang? Terlalu cepat dan keras, Abang jadi ngak denger," kata Arjuna tanpa rasa bersalah menatap sang istri yang mungkin rasanya sudah kehilangan muka.


"Ngak jadi, aku mau ke kamar mandi," kata Anggrek dan berlalu ke arah kamar mandi. Pada saat Arjuna ingin mengejar sang istri pintu lebih awal tertutup bahkan hampir mengenai hidunh mancung Arjuna.


"Ya Allah, ngambek lagi? Ngak akan nangis ini kan ya?" tanya Arjuna dengan lirih, seraya mengusap rambutnya kasar.

__ADS_1


30 menit kemudian Anggrek keluar dengan memakai baju handuk yangnada di kamar mandi mereka.


Arjuna sendiri telah terlihat menawan dengan celana hitam selutut dan baju kaus putih polos yang menjadi busana faforitnya ketikanakan tidur.


"Apa liat-liat!" kata Anggrek yang tiba-tiba galak dengan suaminya.


"Kenapa Sayang? Kok tiba-tiba marah Sayangnya Abang?" tanya Arjuna seraya memeluk sang istri dari belakang.


"Jangan peluk-peluk, Abangkan cuma suka sama aku jadi ngak boleh peluk-peluk! Berdosa kamu!" kata Anggrek berusaha melepaskan pelukan suaminya.


"Masalahnya apa sih Sayang? Masa iya Abang ngak boleh peluk istri Abang sendiri. Lagi pula pelukan dengan pasangan halal apalagi manja-manja ginikan berpahala Sayang. Kamu kenapa? Capek ya? Mau Abang pijit?" tanya Arjuna saat Anggrek tengah mengoleskan krim malam pada wajahnya sebagai ritual wajib sebelum tidur.


"Ngak aku lagi ngak mood dekat-dekat sama Abang! Mual bawaannya dekat-dekat sama Abang! Ih jauh, kata aku!" kata Anggrek yang mulai meninggikan suaranya pada Arjuna.


"Massyalllah nikmat mana lagi yang aku dustakan," kata Arjuna tentu saja hanya di dalam hati.


"Jadin maunya gimana Anggrek?" tanya Arjuna yang sudah memanggil sang istri dengan nama normalnya yaitu Anggrek.


"Abang marah ya sama aku?" tanya Anggrek dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Sayang, bukan begitu maksud Abang. Abang ngak marah kok, kamu capekkan? Yaudah sekarang ganti baju lalu tidur ya," kata Arjuna pada Anggrek.


Arjuna kembali mendekati sang istri, tapi malah di pelototi oleh Anggrek.


"Abang kenapa masih di kamar? Tunggu aku ganti baju di luar! Sekalian tidur di luar!" kata Anggrek dengan wajah garang.


"Kamu serius Sayang?" tanya Arjuna, kalau mengganti baju dia harus keluar itu wajar tapi kalau tidur di luar itu agak sesuatu bagaimana begitu?


"Memang wajah aku ada tampang becanda?" kata Anggrek dengan wajah garangnya kembali.


"Ini beneren, emang aku salah apa Sayang?" tanya Arjuna yang terang saja merasa bingung dengan sikap Anggrek yang berubah-ubah.

__ADS_1


"Salah kamu itu banyak, banyak banget sampe ngak bisa di jabarin. Buruan Abang keluar, aku mau ganti!" kata Anggrek garang dan mendorong sang suami keluar kamar dan langsung mengunci pintunya.


Few minutes later.


Arjuna mengetuk pintu tapi tidak ada tanggapan dari sang istri.


"Apa mungkin Anggrek ketiduran ya?" tanya Arjuna pada dirinya sendiri dengan lirih.


"Ya sudahlah, mungkin dia memang ketiduran apalagi tadi malah di kasih kerjaan tambahan. Aku tidur di kamar tamu saja," kata Arjuna dan memilih memasuki kamar yang satunya lagi.


Waktu cepat berlalu Arjuna merasa ada yang lain dengan tubuhnya. Serasa ada yang gimana gitu dan tangannya terasa di himpit sesuatu.


Perlahan mata pria itu terbuka dan mengumpulkan kesadarannya dan ternyata ketika dia melihat ke samping tenyata Anggrek lah yang menyempil di sana dalam pelukannya.


Arjuna tersenyum melihat wajah cantik istrinya yang tidak pernah puas di pandang olehnya.


"Sayang kamu itu kenapa? Apa memang sebegini absurdnya kalau sudah kenal dekat? Hingga aku juga sedikit kebingungan, kamu ini karakternya seperti apa Sayang?" tanya Arjuna dengan suara oelan dan mengusap rambut Anggrek dengan sayang.


Ternyata seolah memqng mendapat panggilan untuk sama-sama terbangun di sepertiga malam. Anggrekpun membuka mata dan langsung melihat jam yang tergantung di dinding kamar tanpa melihat wajah sang suami.


Hingga Anggrek cepat berdiri dan sedikit oleh tapi langsung di pegang oleh Arjuna saat menyadari istrinya masih setengah sadar.


"Mau kemana Yang? Kok langsung bangun dan buru-buru?" tanya Arjuna pada sang istri.


"Waktunya lagi dikit Abang, so ngak ada waktu lagi. Nanti aku ngak tahajjutan kan rugi di aku Abang. Sok atuh kita berwudhu dahulu biar langsung sekalian sholat tahajjut berjemaah. Ngak pake diskusi Abang!" kata Anggrek yang langsung memotong perkataan Arjuna pada saat sang suami yang ingin membuka suara.


"Oke," kata Arjuna dengan senyumannya yang gimana gitu. Sulit di jelaskan.


Tidak membutuhkan waktu lama keduanyq selesai sholat berjemaah. Hingga tiba-tiba Anggrek bersandar di paha suaminya dan memejamkan mata.


"Kenapa semalam ngak tidur di kamar? Padahal pintunya sudah aku buka! Abang marah?" tamnya Anggrek semakin masuk ke cerukan perut sang suami dan sangat nyaman dengan aroma baju koko sang suami.

__ADS_1


"Masyaallah, ini ceritanya duduk salah berdiri salah namanya," hanya dalam hati tapi di hadapan sang istri tetap tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2