
Pagi yang cerah menyambut Anggrek dan Arjuna. Arjuna terbangun dengan sang Istri yang ada dipelukannya. Sepertinya Anggrek sempat terbangun, karena triplet yang menangis itu terbukti dengan pakaian sang istri yang tidak selesai sepertinya lupa diperbaiki benar-benar menggoda iman dipagi hari.
Namun Arjuna tidak ingin terfokus kesana, dia harus mandi dan bersiap ke kantor. Ya memang urusan urtamanya bersama LK Corp tapi Arjuna tentu saja juga punya urusan lain disini. Kerja kerasnya selama lebih 15 tahun sejak memasuki perusahaan sang Ayah membuat prusahaan Ayahnya berkenbang hingga ke berbagai negara tetangga salah satunya Korea Selatan.
"Sayang, bangun dulu. Nanti malu sama Bibi carol, itu sumber kehidupan triplet lupa kamu tutupin. Pasti rewel banget ya tadi malem sampe kelelahan gini?" tanya Arjuna yang hanya dijawab gumaman oleh Anggrek.
Menyadari jika sang istri masih lelah, Arjuna hanya menyelimutinya saja. Lalu beralih ke box bayi dimana ketiga anak-anaknya tengah tertidur lelap.
"Ah masa iya Ayah berangkat kerja ngak ada yang bangun satupun? Tapi tidak apalah, kalian pasfi lelah. Ayah Cinta Bunda, Faris, Faqih dan Fateen," kata Arjuna lalu mengecupi kening setiap orang yang disayanginya sebelum berlalu dari sana.
Arjuna akan memilih jujur nanti saat Anggrek terbangun, pagi pula ada beberapa masalah pentong yang tidak bisa Arjuna tinggal pagi ini.
"Bos, kita langsung ke perusahaan pagi ini?" tanya Kim Hana sekretarisnya yang membantu setiap pekerjaannya yang berhubungan dengan perusahaan di Korsel tentu saja bukan hanya Kim Hana ada Lee Jinyong juga yang membantu. Tapi Jinyong sedang mengurus penyambutannya di perusahaan sedangkan Kim Hana menjemputnya.
"Jinyong sudah di tempat?" tanya Arjuna.
"Iya Bos, Jinyong sudah di tempat. Semuanya sesuai dengan permintaan Anda, pagi ini akan ada rapat pemegang saham." kata Hana yang diiyakan oleh Arjuna.
"Oh iya Tuan, nanti malam jam 9 malam Mr Lev Dimitri ingin menemui Anda," kata Hana membuat Arjuna menyernyitkan keningnya. Bukankah proyek tidak ada masalah lantas dalam rangka apa Lev Dimitri ingin menemuinya? Tapi itu akan Arjuna urus nanti.
__ADS_1
Karena pagi ini Arjuna punya banyak acara yang lebih penting. Setiba di kantor Arjuna disambut hormat oleh para pegawainya tanpa ada penyambutan meriah tapi hampir semua orang-orang penting perusahaannya keluar memberi sambutan dengan menundukkan kepala tanda hormat. Sedang Arjuna hanya berjalan cepat yang diikuti oleh yang lain yang juga kalang kabut karena memang presdir mereka jarang hadir tapi Arjuna adalah Bos yang cerewet, teliti dan sangat menyebalkan jika dia hadir. Sedikit saja kesalahan dia akan mengomel meliebihi ibu-ibu pasar yang bertengkar bisa dibayangkan?
Memecat? Arjuna masih punya hati, dia tahu yang bekerka ditempatnya banyak kepala keluarga dia tidak ingin ada drama balas dendam karena keluarganya mati bunuh diri akibat di PHK itukan berita yang teramat menyebalkan.
Sementara itu ketika hari menunjukkan pukul 10 pagi, Anggrek tengah duduk di pinggir kolam berenang dengan menenggelamkan kakinya kedalam air kolam. Sedangkan Faris tengah menyusui sedangkan Faqih dan Fateen Anggrek letakkan di perahu karet diatas kolam untuk berjemur menikmati suasana pagi.
Ekstrem? Jelas iya, tapi apa mau dikata Nyonya Bos ingin suasana ekstra sehingga Lee Dearim dan Hong Rawon harus menjaga kedua anak sang Nyonya Bos agar tidak terjadi kecelakaan dalam air karena Nyonya Bos sudah marah-marah di pagi buta karena sang Suami menghilang entah kemana.
"Tolong bawa Faqih dan Fateen kedarat, mata hari sudah agak panas," kata Anggrek yang merasa sudah cukup sang Putra dan Putrinya dijemur. Sedangkan Faris telah tertidur usai disusui.
Anggrek menerima Fateen dan Faqih yang digendong oleh Lee Daerim dan Hong Rawon.
"Tidak dulu Rawon ah, sekarang pergilah ke dalam aku biarkan aku disini dulu," kata Anggrek.
Sebelum Hong Rawon dan Lee Daerim masuk ke dalam rumah, Anggrek mengatakan maaf atas sikapnya yang tadi pagi saat dia tidak berjumpa dengan Arjuna.
"Sayang-sayangnya Bunda, gimana panas ya? Tapi itu baik buat kesehatan kamu. Kadang kalau lagi gini Bunda bingung gimana manggilnya secara bersamaan soalnya ngak bisa dipanggil nama singkat, Bunda sukanya manggil anak-anak Bunda pake nama panggilan yang bagus. Ya sudah gini aja biar mudah Mas Faris dipanggil Mas, Kak Faqih dipanggil Kakak saja dan Dek Fateen di panggil Adek, nah itu jauh lebih baik. Tapi gimana kalau nanti kalian semua punya Adik? Ya Allah dasar aku, bahkan anak-anakku baru usia 6 bulan aku sudah memikirkan Adik saja untuknya, kalau Abang dengar pasti aku akan diledeki habis-habisan," kata Anggrek dengan wajah memerah membayangkan yang iya-iya.
"Ngak akan diledeki sayang, Abang bersedia loh kerja keras habis-habisan biar triplet punya Adek lagi," bisik Arjuna seraya mengecup pipi sang istri.
__ADS_1
"Kapan Abang pulang?" tanya Anggrek pada Arjuna.
"Baru saja sayang, bagaimana harimu?" tanya Arjuna pada Anggrek.
"Awalnya aku sangat kesal karena Abang pilang sangat larut belum lagi waktu pulang aku yakin betul ada sesuatu yang tidak beres karena Abang menangis. Lalu paginya Abang menghilang bagaimana mungkin aku mengayakan jika semuanya baik-baik saja?" tanya Anggrek kesal pada sang Suami.
"Sayang jangan ngambek dong. Abang tadi memang ada rapat penting, tapi sekarangkan sudah pulang. Abang tadi ngak sempat serapanloh Yang, masa kamu mau marah-marah juga ketika perut Abang sayangmu ini tengah meronta-ronta ingin diisi, Sayang?" tanya Arjuna mengedip-ngedip manja.
"Ngak usah gitu, aku masih marah. Sekarang Abang disini jagain triplet aku masak dulu sebentar!" kata Anggrek dan meninggalkan Arjuna cepat.
"Lihat tuh Sayang-sayangnya Ayah, Bunda kalian ngambek sama Ayah. Emangnya Ayah salah apa? Ayah ngak bangunin Bunda karena Bunda kayaknya capek banget makanya ngak Ayah bangunin," kata Arjuna mengajak anak-anaknya bicara sedangkan bayi-bayi gemuk itu menatap sang Ayah dengan mata melotot seolah telah mengerti apa yang Ayahnya ucapkan.
"Oh Sayang, Fateen mau digendong ya? Eh malah mau digendong semua? Ngak bisa Ayah gendong semuanya sekaligus Sayang. Jangankan sekali tiga, dua aja ayah ngak berani gendong. Udah ya jangan cerewet bobo aja yang manis biar cepat gede. Nanti kalau udah gede ngak usah digendong lari aja langsung ya sayang-sayangnya Ayah," kata Arjuna menepok-nepok kecil tubuh putra baik putrinya yang ada didalam stroller.
"Abang anak kita bahkan baru belajar berdiri dan itu juga dibantu kenapa malah disuruh langsung lari. Ayah kamu memang aneh dek," kata Angrek pada Arjuna.
"Walau aneh kamu cintakan Yang?" tany Arjuna mengedip-mgedipkan matanya.
Hingga panggilan yang masuk keponsel Arjuna menghentikan pembicaraannya dengan Anggrek.
__ADS_1
"Ya Mr Lev? Iya sesuai janji, nanti malam aku akan bertemu denganmu. Tapi aku akan datang dengan Kevin dan Gio, apa kau tidak keberatan jika mereka berdua ikut denganku? Jika keberatan lebih baik kita tunda dulu pertemuan dengan Mr Lev," kata Arjuna yang tidak ingin dibantah lagi. Bukan apa-apa, kejadian malam tadi sudah cukup membuat Arjuna terpojok jadi lebih baik Arjuna antisipasi ketimbang jatuh kelubang yang sama dua kali.