Maaf Suamimu Aku Pinjam

Maaf Suamimu Aku Pinjam
Pernyataan Bayu


__ADS_3

Rasa penasaran itu kian membuncah. Aku nggak bisa tenang sebelum bicara empat mata dengan Bayu. Aku sudah membuatnya selalu dalam masalah, saat ketahuan berdua di depan bos.


''Aku mau kamu bicara jujur, Bayu.'' desakku saat ada kesempatan ketemuan sama dia di tempat yang jauh dari keramaian.


''Aku nggak tahu harus mulai dari mana. Karena pertemuan kita ini rawan,'' sebut Bayu ragu.


''Kalau ketemu bos kamu itu, bisa-bisa aku dibawain parang, karena sudah berani dekat-dekat sama cem-cemannya!'' sebut Bayu lagi dan membuat aku semakin tambah bingung mencerna kata-katanya itu.


''Plis.....tolong jelaskan sama aku. Maksudnya apa, aku sama sekali nggak paham!'' sebutku mendesak Bayu, supaya dia bicara jujur padaku.


Sekali lagi, Bayu ingin menegaskan bahwa sebaiknya aku nggak mencari dia lagi. Karena, kata dia, bertemu dengan aku, nyawanya pasti dalam bahaya.


''Udah. Aku mau nanyak nih. Kamu pacaran sama bos ya?'' tanya Bayu, menohok. Seketika, aku pun jadi syok.


''Jujurlah sama aku. Aku janji ini rahasia kita berdua.'' desak Bayu, padaku.


Asli aku harus berpikir panjang untuk menjawab pertanyaan dia tadi.


''Kalau diam, berarti iya? Aku janji nggak akan cerita ke siapa-siapa!'' ulang Bayu, meyakinkan aku.


''Bingung aku. Bayu. Belakangan ini, dia mulai mengawasi aku, kemanapun aku pergi. Gila kan,'' jelasku blak-blakan di depan Bayu.


''Fix! Aku udah tahu jawabannya. Tenang. Aku akan merahasiakan ini dari siapa pun,'' tegas Bayu.


''Menurutmu, gimana? Aku sendiri bingung. Awalnya dia perhatian banget ke aku. Sekarang, kemana aku pergi, dia selalu memata-matain aku.''


''Bilang aja kalau nggak suka, kalau memang beneran kamu nggak suka. Tapi, kalau kamu suka, ya aku nggak bisa ngomong lagi,'' kata Bayu memberi saran.


''Nggak bisa....karena aku sudah terperosok dalam permainan dia,'' kataku mulai jujur cerita ke Bayu.


''Dia posesif banget. Aku dekat sama kamu, dia langsung ngamuk kayak begitu. Benar-benar apes aku. Sampai dipindah ke bidang lain!'' sebut Bayu sembari mengurut dada.


Aku nggak tahu harus minta maaf gimana sama Bayu. Karena, gara-gara dia, posisi dia jadi kacau saat ini.


***


Paginya, kaget aku. Dia bilang ngapain ketemuan berdua sama Bayu. Aku hanya bisa menarik nafas dalam-dalam karena nggak tahu mau jawab apa soal itu. Padahal, aku hanya mau minta maaf sama Bayu, karena gara-gara aku, semua jadi kacau.


''Aku mau tanya, kenapa kamu pindah Bayu ke bagian lain?'' tanyaku mulai emosi menghadapi dia.


''Jangan kurang ajar kamu. Di kantor ini, aku pimpinan kamu. Memindahkan staf ke bagian lain, itu hak aku!'' sebutnya.


Tanpa dia usir, aku seketika keluar dari ruangannya sembari setengah membanting pintu. Untung nggak ada oang lain yang ada di ruangan itu. Karena masih sepi, belum ada yang datang.


Biasa, para staf lainnya jam 08.30 wib tiba di kantor. Hanya aku dan dia, Bos Robert yang selalu datang pagi-pagi sekali, Jam 07.00 wib.

__ADS_1


***


Diam-diam aku meninggalkan surat di meja Robert. Surat itu isinya ingin mengajukan pindah ke bidang lain. Kalau perlu, ke OPD lain. Karena, aku merasa, hubungan seperti ini sudah nggak wajar. Jadi, sebaiknya aku akhiri saja.


Tak aku sangka. Bukannya menyelesaikan masalah. Justru memunculkan masalah baru.


Bos Robert itu ngamuk sejadi-jadinya, dan membuat aku ketakutan. Katanya dia nggak bakalan ngasih aku pindah bagian.


''Mimpi apa aku ketemu sama laki-laki kayak dia!'' gerutuku dalam hati.


''Aku nggak izinkan kamu pindah bagian!'' tegasnya setengah membentak.


''Apa alasan kamu!'' tanyaku balik bentak dia.


''Ini bukan pabrik. Kalau kamu kerja di pabrik, silakan pindah-pindah sesukamu!'' jawabnya sadis.


Benar juga apa kata dia. Tapi, aku benar-benar ingin mengakhiri semua ini. Tapi, semesta belum memberi izin.


''Kamu ada affair ya sama Bayu. Sampai mau minta pindah bagian juga, mau nyusul dia?'' tuduhnya, dan membuat emosiku semakin memuncak.


Aku hanya menatapnya dengan tatapan penuh emosi.


Tak lama, aku nggak tahan dan akhirnya aku buka suara.


''Bukan urusan kamu!'' kataku kesal.


''Aku nggak tahu apa maksud kamu mengekang aku seperti sekarang.''


''Karena mulai sekarang kamu milik aku!'' jawabnya serius.


''Jangan gila! Aku nggak mau!'' sahutku.


''Aku nggak peduli. Kalau ada yang ganggu kamu, dia harus berhadapan dengan aku,'' jelasnya dan pengakuannya itu membuat aku terhenyak tak percaya.


Aku merasa sudah terlalu jauh masuk ke dalam perangkap permainannya.


Setuju atau nggak, aku tetap mengajukan pindah bagian. Karena aku merasa semuanya harus berakhir.


***


Entah mengapa aku merasa nggak pernah malu kalau curhat sama Bayu. Dia teman paling asik, yang pernah aku kenal. Dia benar-benar menjaga rahasia aku selama ini.


''Menurut kamu, apa harus aku lanjutkan hubungan aku dengan dia?'' tanyaku minta pertimbangan ke Bayu.


''Aku sendiri bingung mau kasih masukan apa. Kalau sudah bicara soal hati, susah juga mau ngomong panjang lebar,'' ungkap Bayu.

__ADS_1


Tiba-tiba Bayu nyinyir.


Dia bilang, kalau dia takut ketemuan sama aku, nanti tiba-tiba dilaporkan ke Robert, gara-gara ketemuan sama aku.


''Bagusnya kita ketemuan di planet jupiter, biar nggak ada yang mata-matain. Padahal kita ini kan nggak cium-ciuman. Hahahaha!'' seloroh Bayu.


''Kamu itu, memang tujuan hidupnya. hati-hati, jangan sakiti dia. Nanti dia bisa gila!'' kata Bayu mengejek aku.


Spontan aku langsung tertawa lepas, membalas ejekan dia itu.


''Hahahahahah. Bisa aja kamu. Tapi, aku belum bisa menerima dia sepenuh hati!''


''Cie.....cie....belum bisa menerima dia sepenuh hati? Nanti kamu bisa cinta mati sama dia lama-lama,'' sebut Bayu lagi dengan yakinnya.


***


Bayu tiba-tiba chat sama aku, kalau dia melihat Bos Robert lagi belanja sama istrinya, di mall. Dia menilai, bos Robert kurang mesra sama istrinya.


Aku langsung protes ke Bayu.


''Apa urusannya sama aku, dia mesra atau nggak sama istrinya.''


''Hahahaha!''


''Aku cuma lapor aja. Kebetulan aku lihat dia jalan ke mall sama istrinya.'' katanya.


''Hmm....kalau dia jalan bareng sama cewek, baru itu namanya keren. Ngapain kamu lapor aku, kalau dia jalan sama istrinya!'' celetukku.


''Oke....kapan-kapan kalau dia jalan bareng sama cewek lain, aku kabari kamu ya?'' seloroh Bayu, berjanji padaku.


''Hahahahah. Apaan sih. Biarin aja dia mau jalan sama siapa. Bebas!'' kataku menegaskannya ke Bayu.


''Beneran nih, bebas. Nanti kamu cemburu?'' celetuk Bayu lagi, mengejekku habis-habisan.


''Insya Allah aku nggak cemburu. Ngapain cemburu. Dia bukan laki aku!'' bantahku. Tapi, jujur aku sepertinya cemburu andai melihat bos Robert jalan bareng sama perempuan lain.


''Iya, beneran. Karena aku juga bebas mau jalan sama siapa aja!'' jelasku lagi.


Bayu langsung protes.


Dia nggak terima pernyataan aku.


"Ah. Kamu mana bebas. Buktinya dia dipindah, setelah ketahuan mau jalan sama aku." ungkapnya.


Bahkan, belakangan ini, Bayu minta kalau dia nggak mau ketemuan sama aku, karena takut ketahuan sama Bos Robert.

__ADS_1


''Sebenarnya perasaan aku ini, kenapa ya, kenapa dengan diriku ini. Sedikit ada rasa yang beda, saat aku bersama Bos Robert,'' kataku membatin.(***)


__ADS_2