
Setelah lelah putar-putar keliling kota, duduk di taman kota, akhirnya Fira menagih janji Bos Robert.
''Ayah....katanya kita mau makan KFC.'' katanya yang tiba-tiba ngomong sama Bos Robert.
''Iya oke....oke...,'' sahut Bos Robert, penuh persahabatan. Kami pun bergerak, menuju KFC. Aku yang nyetir, karena Fira minta digendong sama Bos Robert.
''Kalau maem, nanti dihabiskan ya, Nak!'' kataku padanya, sambil fokus dibalik kemudi mobil.
''Oke....Mami.'' jawab Fira, sambil bernyanyi kecil. Nggak tahu lagu apa yang dia nyanyikan.Tapi, kudengar dia bernyanyi kecil. Mungkin, dia sedang bahagia, karena aku ajak jalan, ditambah lagi dengan dijanjikan makan KFC kesukaan dia.
''Makasih ya....untuk malam ini, waktunya.'' kataku basa-basi padanya. Jujur, nggak ada hari sebahagia hari ini. Karena, aku merasa punya keluarga utuh, saat aku pergi bertiga sama dia.
Aku sedih, terkadang suka membayangkan, andai Bos Robert itu adalah Mas Arga, betapa bahagianya aku.
''Ayah, nanti Fira mau boneka kuda poni!'' pinta Fira, tak malu-malu.
''Fira....boneka Fira di rumah kan banyak, sayang.'' kataku mencoba mengingatkan dia agar tak minta boneka kuda poni. Asal keluar jalan-jalan, permintaan Fira, tak ada yang lain, selain boneka kuda poni.
''Tapi, Mi, kan bonekanya sudah jelek,'' jawab Fira, spontan.
''Hmm....Fira. Malu ah minta-minta sama ayah. Nanti ada marah,'' kataku sambil melirik ke Bos Robert.
Parahnya, setelah aku bilang begitu, Bos Robert justru memberi angin segar buat Fira. Dia janji akan membelikan boneka kuda poni yang diinginkan Fira.
''Kamu jangan manjain dia Bang. Kalau aku ada uang sih nggak masalah, bisa beliin apa maunya dia. Giliran kalau aku nggak punya uang gimana?'' kataku memprotes Bos Robert yang memperlakukan Fira dengan istimewa.
''Bukannya mahal, boneka kuda poninya,'' jawab Bos Robert. Aku tak bisa membantah pernyataan dia itu.
''Kalau jalan-jalan lagi, dan Fira minta-minta sama ayah, Mami nggak ajak jalan lagi,'' kataku setengah sewot, pada Fira.
Dia diam saja. Tapi, lama-lama dia mewek.
Aku lupa, anak gadis aku itu, nggak bisa dimarah. Kalau dimarah sedikit, langsung dia diam, dan tiba-tiba menangis.
Spontan, dia menghambur ke Bos Robert. Bos Robert pun mendekapnya penuh kasih sayang.
Trenyuh aku melihat Fira dipeluk laki-laki yang ada di hadapan aku ini. Entah sudah berapa purnama, aku nggak pernah melihat Mas Arga memeluk Fira.
__ADS_1
''Ya Allah, Nak, maafkan Mami ya....kamu harus berada di pelukan ayah orang lain!'' gumamku yang tak sengaja mataku berkaca-kaca, menahan sedih.
''Cup....., cup.......cup.... Sayang. Sebentar lagi kita kan mau makan KFC,'' kata Bos Robert sembari terus membela rambut Fira dengan penuh kasih sayang. Hingga akhirnya Fira diam, dan tertidur di pelukan Bos Robert.
Hatiku semakin hancur dan trenyuh, melihat gadis kecilku itu tenang dalam pelukan lelaki yang bukan ayahnya itu.
***
Dari tepi laut, pindah ke KFC. Tanpa dibangunkan, Fira bangun sendiri setelah dia tahu mobilnya parkir di area parkiran KFC.
''Mi. Nanti Fira mau ice creamnya ya.'' kata dia lagi, request ke aku.
''Banyak banget permintaan anak gadis ini. Nanti Mami marah lagi.'' kataku mengancam dia.
''Sudahlah, jangan marah-marah sama dia. Permintaan dia kan wajar-wajar aja. Berapalah harganya!'' sebut Bos Robert seolah membela Fira.
''Belain aja dia terus. Biar aku kelihatan jahat di mata dia.'' kataku sewot, saat berbisik di telinga Bos Robert.
Lagi-lagi, Fira diam. Terus menangis lagi, karena nyaris aku marahi dia lagi.
''Aku nggak suka cara kamu perlakukan dia. Dia nggak boleh dimanja. Dia harus hidup sederhana. Biar dia tahu gimana rasanya kalau nggak bisa mendapatkan apa yang dia mau!'' kataku pada Bos Robert lagi.
''Ice creamnya satu. Ayam KFC nya yang combo 1, dua paket ya.'' pesan Bos Robert pada pelayan KFC.
''Oke...Pak.'' jawabnya.
Dalam hitungan menit, orderan KFC aku sudah siap. Kami pun memilih meja paling sudut yang tak terlalu mencolok dengan orang.
Kulihat, begitu sayangnya, Bos Robert sama anakku.
''Ya Allah, haruskah aku menerima, meski dia tak berhak kumiliki?'' kata batinku, perih.
''Ayah.....besok jalan-jalan lagi ya,'' pinta Fira, yang tak kusangka-sangka, permintaan dia itu.
Aku menghela nafas panjang. Mencoba mencerna apa yang baru saja dikatakan Fira. Dia begitu mendambakan kebersamaan seperti saat ini.
''Maafin Mami ya Nak. Mami nggak pernah memberi kamu kebahagiaan seperti sekarang ini.'' Untuk menutupi kesedihanku, aku pura-pura mau ke toilet.
__ADS_1
''Ya Allah, beri aku kekuatan menerima kenyataan hidup ini. Hidupku benar-benar hancur ya Allah. Aku bertahan, hanya karena Fira. Dia masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah.'' kataku di depan kaca wastafel KFC.
Tiba-tiba, Bos Robert ada di belakangku. Meraih pundakku dan menenangkan aku.
''Aku akan selalu ada untuk kamu dan Fira,'' katanya, menambah pilu batinku.
''Sudah, jangan nangis. Nanti Fira ikut-ikutan nangis, kan nggak lucu!'' katanya, sembari mengusap bulir-bulir air mataku yang membasahi pipi.
''Nggak kuat aku,'' kataku padanya dan beberapa detik aku memeluknya sebentar. Takut ada yang menyaksikan adegan tak sopan ini.
''Sudah....jangan sedih. terenyum dong.....biar nggak hilang cantiknya.'' kataku. Sungguh, kata-kata dia begitu menenangkan aku.
''Makasih ya untuk malam ini, waktunya.'' kataku padanya dan kami kembali ke meja. Kulihat, Fira sedang asik menikmati ice creamnya, meski sendiri.
***
Malam semakin larut. Kubelai rambut Fira, saat ia tertidur pulas di kamarnya.
''Maafin Mami, Nak, memberimu kesenangan semu, bersama orang lain. Mami nggak tahu harus bagaimana sayang, menghadapi semua ini. Mami bingung Nak,'' keluhku, bicara sendiri.
Sementara itu, jam dinding menunjukkan pukul 23.00 wib. Mas Arga belum pulang ke rumah. Aku sendiri nggak tahu, apa yang dia kerjakan di kantor. Nyaris saban hari, dia pulang larut malam. Pergi pagi, pulang malam.
Ingin protes, tetapi selalu jadi pertengkaran hebat yang tak berujung. Lama-lama aku pasrah, melihat dia seperti itu. Mungkin, sudah takdir aku, menjalani semua ini.
Aku merasa kuat, semua karena Fira. Dia penyemangat hidup aku.
Sekarang, ada laki-laki lain yang begitu perhatian padaku. Haruskah aku menerimanya? Ya Allah.....
Tiba-tiba Bayu chat ke aku. Katanya dia melihat, aku jalan bareng sama Bos Robert. Dia bilang, kalau memang jodoh, nggak kemana.
''Kalian boleh menikmatinya, kalau sudah takdir, kita bisa bilang apa?'' kata Bayu padaku.
''Hm...dimana nih posisi. Tumben chat aku malam-malam?'' balasku.
''Lagi di luar kota, masih menikmati persembunyian aku,'' seloroh Bayu.
Aku pun tak kuasa menahan keinginan aku untuk meneleponnya, lewat panggilan video call. Tapi, dia langsung tak mengaktifkan ponselnya.
__ADS_1
''Hmmmm....sialan.'' (bersambung)