Maaf Suamimu Aku Pinjam

Maaf Suamimu Aku Pinjam
Jalan Bareng Lagi, Bertiga


__ADS_3

Bingung mau kemana, minggu ini. Tapi, seingat aku, aku masih punya janji sama Fira. Mau ajak jalan-jalan sore, makan jagung dan naik odong-odong ke swalayan terdekat.


''Minggu ini kemana rencana? Antar aku jalan-jalan,'' kata Bos Robert, tiba-tiba.


Padahal, baru saja aku memikirkan soal rencana liburan. Ternyata nyambung ke Bos Robert.


Tapi, aku berpikir sejenak, mengiyakan permintaan dia atau nggak. Bagaimana dengan Fira, kalau aku tinggal. Biasanya, kalau ada tugas dinas keluar kota, aku selalu minta tolong sama Bik Minah, buat temani Fira tidur di rumah.


Lama nggak aku jawab ajakan Bos Robert lewat chat itu. Akhirnya dia menelepon aku langsung.


''Tolong ya ikut aku. Ada tugas penting. Jadi aku butuh satu orang staf untuk menemani aku. Beberapa pemilik usaha travel, mau menggelar jamuan makan malam. Jadi, orang Dinas Kebudayaan, harus ikut.'' terangnya panjang lebar dan memaksa aku harus ikut.


''Tunggu Pak, saya minta waktu!'' jawabku sama Bos Robert.


''Berapa kali, aku sudah bilang. Jangan panggil aku bapak. Emang aku bapak kamu!'' bentaknya.


''Hahahahahah.'' aku tertawa lepas dibalik telepon genggamku.


''Iya, Bang!'' sebutku mengklarifikasi panggilan aku tadi.


''Kamu harus ikut!'' perintah dia lagi.


''Hm....oke Pak,'' jawabku spontan saja, karena didesak. Padahal, aku rencananya nggak mau ikutan dengan tugas dia keluar kota itu.


''Kalau perlu ajak Fira, biar dia jalan-jalan juga disana.'' imbuhnya.


''Wuihh. OKe. Oke. Makasih ya, Bang!'' kataku kegirangan.


***


Minggu pagi, aku dan Fira bersiap on the way. Fira terlihat gembira banget saat aku ajak mau jalan-jalan.


''Ma, jalan-jalannya jauh ya?'' tanya dia penasaran.


''Iya, sayang. Nanti kita naik kapal. Fira nanti bisa lihat laut, lama.'' jelasku padanya.


''Serius Ma?'' tanya dia masih tak percaya.


Aku pun berusaha membuatnya percaya. Untuk bekal makan di kapal, aku sengaja bawa masakan dari rumah, buat sarapan dia nanti. Karena, kalau sarapan dulu dari rumah, dia kurang suka. Tak biasa sarapan terlalu pagi. Paling, jam 10.00 wib baru sarapan.


Bos Robert, bolak-balik menelepon aku, katanya dia menunggu sudah sejam di pelabuhan Roro.


''Oh, berarti dia pakai mobil pribadi. Syukurlah. Fira bisa nyaman, nanti tidur di mobil saja, nanti.'' celetukku.

__ADS_1


Sebenarnya aku nggak tega, tadi bangunkan dia terlalu pagi. Jam 05.00 wib, dia sudah aku suruh bangun dan siap-siap mandi. Itu pun dia masih merengek, nggak mau disuruh mandi. Tapi, setelah aku ceritakan mau naik kapal, jalan-jalan, Fira langsung senang bukan main.


''Ayo cepetan sayang ya mandinya,'' kataku membujuknya.


Sedangkan Mas Arga, kulihat masih ngorok di depan TV. Aku nggak tahu, dia itu dengar atau nggak, percakapan aku dengan Fira. ''Mungkin dengar, atau pura-pura tidur, tak tahulah. Biarkan saja!'' kataku ngebatin.


Tapi, sejahat-jahatnya aku, mau pergi kemana saja, aku selalu pamit, meski di balik itu ada yang aku tutupi, kemana tujuan aku pergi. Semua itu, karena Bos Robert. Nggak mungkin, aku jujur sama Mas Arga, kalau mau pergi sama bos Robert. Itu namanya mau cari mati! Hahahahahah!


''Mas, aku sama Fira, mau pergi, ada acara kantor,'' kataku pada Mas Arga.


''Hmmm.....,'' katanya menyahut kata-kataku.


Fira, aku minta pamitan sama papanya.


''Sayang, salim dulu sama papa ya. Terus kita berangkat yuk, jalan-jalan!'' kataku pada Fira.


Fira pun meraih tangan Mas Arga, lalu salaman sama papa dia .


''Fira jalan ya, sama Mama,'' katanya, dengan suara manja.


''Hmmmm, pinter banget anak papa satu ini ya,'' sebut Mas Arga. Lalu, kami beranjak meninggalkan rumah.


Ke pelabuhan, aku dan Fira naik mobil. Sedikit ngebut karena jam 07.00 wib, sudah harus ada di pelabuhan. Kapal roronya berangkat jam 08.00 wib.


Sepanjang jalan, Fira terlihat gembira. Dia bernyanyi mengikuti musik-musik yang aku putar di mobil.


''Nggak ngantuk, nih? Tadi kan bangunnya pagi banget. Tidur, aja, sebelum sampai pelabuhan, nanti mama bangunkan.'' kataku pada gadis kecil di sampingku ini.


***


Di area tunggu penumpang, kulihat Bos Robert sedang duduk sendiri. Kulihat, dia celingukan. Pasti tak sabaran menunggu kedatangan aku.


Aku percepat langkahku menuju ke arah dimana dia duduk. Aku tutun tangan Fira yang wajahnya masih terlihat masih menahan ngantuk. Padahal, tadi sempat nyanyi-nyanyi, riang gembira. Tapi, kulihat, setengah perjalanan, dia terlelap.


''Ya Allah, maaf ya Nak,'' kataku padanya.


''Fira masih ngantuk. Nanti kita bobok di mobilnya Om Obet ya,'' kataku padanya dan berusaha menggendong dia karena langkahnya sedikit pelan. Kuyakin dia masih ngantuk berat.


''Yuk,'' ajak Bos Robert, menuju ke mobilnya, yang sudah menunggu antrian masuk ke kapal roro.


Aku mengikuti langkah Bos Robert dari belakang. Dia menggantikan aku, menggendong Fira.


''Sini biar aku bawa dia ke mobil,'' kata Bos Robert, sambil mengambil alih Fira dari gendongan aku.

__ADS_1


''Kasian dia, Bang. Ngantuk berat. Tadi jam 05.00 wib, aku sudah bangunkan dia. Kusuruh mandi buru-buru.'' ceritaku pada Bos Robert.


***


Sampai di lokasi, aku dan Bos Robert langsung menuju ke hotel tempat acara. Dia boking dua kamar. Satu untuk Bos Robert, dan satu kamar lagi, untuk aku sama Fira. Kebetulan, acara malam hari. Jadi, aku dan Fira, sempat istirahat. Sorenya, Bos Robert ngajak jalan-jalan ke mall. Dia bilang ingin ngajak Fira, makan ice cream. Mendengar itu, Fira senang luar biasa.


''Mau.....Ma....mau.....ice cream,'' katanya padaku.


''Iya, kita naik mobil Om Obet ya,'' sebutku.


''Iya mau Ma.'' kata dia lagi.


Aku suruh dia mandi dulu, lalu pakai baju yang cantik.


''Ma, nanti beli mainan buat masak-masak ya,'' pintanya.


''Hmmm....kan Fira sudah punya sayang. Nanti kebanyakan, terus lemarinya penuh gimana. Mama nanti susah kemas-kemasnya!'' kataku memberi Fira pengertian.


Dia diam saja. Sepertinya dia berusaha mencerna apa yang aku sampaikan ke dia.


''Ma, kalau boneka barby?'' katanya lagi bernegosiasi padaku.


''Hm...iya deh, nanti kita cari ya, sama Om Obet,'' kataku berjanji padanya.


***


*Tingtong....bel kamarku berbunyi.


''Pasti Bos Robert ini.''


Dia sudah di depan mata, menunggu aku dan Fira.


''Aku tunggu di lobby ya?'' katanya memintaku segera bersiap.


''Selamat pagi, Om Obet.'' sapa Fira.


Ya Allah, anak aku.......


Memang dia pinter banget.....


''Iya, Fira.....sayang....Om tunggu di lobby ya. Kita jalan-jalan.'' kata Bos Robert yang masih berdiri tegak di depan pintu. Tak lama, dia berlalu, dan aku menutup pintunya lagi.


''Yuk sayang, kita siap-siap turun, ditunggu Om Obet di bawah,'' sebutku.

__ADS_1


''Fira, nanti jangan minta macem-macem ya sama Om Obet. Nanti Mama malu.'' kataku mewanti-wanti Fira.


Dia menganggukkan kepalanya. Tanda mengerti apa yang aku katakan.(***)


__ADS_2