Maaf Suamimu Aku Pinjam

Maaf Suamimu Aku Pinjam
Lagi-Lagi Curhat Sama Bayu


__ADS_3

Setelah sempat tertunda, akhirnya aku ketemu sama Bayu.


''Kalau mau makan siang duluan, silakan. Aku lagi nggak selera.'' kataku sama Bayu.


''Diet ya.....biar Bos Robert semakin cinta, kalau lihat gebetannya langsing.''


''Jadi, nggak kita ketemuan?'' Bayu menagih janji ke aku.


''Ngebet banget ketemuan sama aku?''


Akhirnya, dengan terpaksa, aku keluar juga, menemui laki-laki itu. Teman tapi suka aku jadikan tempat curhat.


''Ih....sok kepedean!'' katanya mencibirku.


''Hahahahahah!'' kataku sambil melepas tawa.


''Ya sudah, aku jemput ya.'' katanya lagi menawarkan diri.


''Nggak. Aku bisa datang sendiri.''


''Ih...takut ketahuan yayangnya!'' seloroh dia mengejekku lagi.


''Apaan sih!''


Tak sampai setengah jam, akhirnya aku tiba di kafe langganan Bayu yang lokasinya jauh dari keramaian.


''Nasib.....ketemuan sama yayangnya orang, harus sembunyi-sembunyi kayak mau curi ayam aja. Hahahahaha!''


''Apaan sih. Nggak lucu.'' kataku sewot.


Tak lama, aku pun menceritakan kisah pilu prahara rumah tanggaku yang tak banyak diketahui orang lain.


Sebelum menceritakan itu, aku benar-benar memohon pada Bayu agar semua rahasia aku ini dia simpan rapat-rapat.


Bayu pun menyanggupinya. Berjanji menyimpan rahasia aku ini, sampai mati.


''Dulu, awalnya aku kenal Mas Arga, kami satu kantor, waktu kerja di kantor milik pengacara. Seiring berjalannya waktu, Mas Arga diterima jadi pegawai negeri. Hidup aku pun bahagia, karena setidaknya dengan demikian, masa depan aku dan anak-anak aku kelak, bakal terjamin.


Karena memutuskan menikah, aku berhenti bekerja, dan niat memang menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Setahun menikah, aku punya anak satu. Saat itulah, badai topan menerpa rumah tanggaku.


Mas Arga ternyata seorang ODHA (Orang Dengan HIV/Aids).


Sejak aku tahu itu, siang malam, aku menangis. Rasanya hidup aku hancur. Dia sudah menipuku.


Sampai disana, ceritaku terputus. Aku nggak sanggup melanjutkan, dan air mataku meleleh membasahi pipi.


''Ya Allah....astagfirullah.'' ucap Bayu.


''Maaf Wi....aku nggak bermaksud membuat kamu sedih.'' kata Bayu seolah merasa bersalah.

__ADS_1


''Nggak. Yu. Ini bukan salah kamu. Kan aku kemarin memang mau cerita sama kamu. Karena cuma kamu sahabat aku yang bisa aku percaya.'' kataku masih dengan suara yang tercekat di tenggorokan.


''Aku bisa merasakan Wi, kepedihan hati kamu seperti apa.''


''Makasih ya.....''


''Setelah kejadian itu, dia sama sekali tak ingi menyentuhku.'' kataku melanjutkan cerita.


''Ironisnya, setelah kejadian itu, Mas Arga sama sekali merasa tak bersalah. Seolah-olah bagi dia, seperti nggak ada kejadian apa-apa.''


''Jangankan menyentuhku. Main sama anaknya sendiri juga nggak mau.''


''Dia nggak pernah punya waktu buat anak aku. Alasan dia, sibuk dengan tugas-tugas kantor. Padahal, aku juga tahu. Di masa-masa pandemi ini, orang-orang kantoran lebih banyak work from home. Bayangkan saja, Yu. Saat itu anak aku usianya sudah delapan tahun. Dia selalu bertanya, ayahnya apakah sibuk banget, sampai jarang ada di rumah. Bingung, Yu aku mau jawab apa. Tapi, aku berusaha menghiburnya. Kuajak jalan aja dia, kalau ada waktuku libur,'' sebutku panjang lebar.


''Jadi, maaf nih,'' Bayu sedikit menahan kalimatnya. Tapi, tak lama dia bertanya to the point ke aku.


''Selama 13 tahun, kamu sama dia nggak berhubungan badan....?'' tanyanya heran, penuh selidik.


''Nggak mungkin Wi. Betah banget, ya....sebagai laki-laki nggak begituan?'' sebutnya masih dengan raut wajah orang yang penasaran.


''Terus....kemana dia menyalurkan hasratnya?'' tanya Bayu masih tak percaya.


Aku bilang nggak tahu.


''Aku punya firasat, kalau dia main sama laki-laki!'' kataku dengan meyakinkan.


''Ah...yang bener?!''


''Iya...Bik Inah berkali-kali menceritakannya ke aku?'' kataku serius.


''Maksudnya, gimana. Menceritakan soal suami kamu itu berhubungan dengan laki-laki?'' tanya Bayu ingin memperjelas.


''Nggak begitu. Pembantuku, Bik Inah, berkali-kali suka nguping pembicaraan dia dengan seorang lelaki, di ujung telepon genggamnya. Mesra banget, seperti pasangan gay! Itu dugaan kuat aku. Sepertinya dia punya kekasih sesama jenis.'' ucapku jelas dan meyakinkan.


Mendengar ceritaku itu, sepertinya Bayu terperangah, kaget dan seakan-akan tak percaya.


''Wi....serius....selidiki. Supaya jangan menjadi fitnah, untuk suami kamu itu.'' katanya memberi saran padaku.


''Iya aku yakin....dia punya kekasih sesama jenis. Dia mesra banget, kalau bicara sama temannya itu.'' ulangku lagi meyakinkan Bayu.


'Dia aja jijik sama aku. Setiap aku dekati, dia langsung menepis aku. Apaan sih....ih....sana-sana!'' kataku, memperagakan sikap Mas Arga ke aku.


''Mungkin dia lagi gerah, nggak mau didekati, waktu itu.'' kata Bayu mencoba berkata bijak.


''Nggak Yu. Itu sudah berlangsung tahunan. Sejak anak aku usia satu tahun. Ya....sejak ketahuan dia ternyata ODHA.'' tegasku.


''Aku, mau telanjang sekalipun di depan dia, dia nggak nafsu sama sekali. Bahkan, dia jijik dengan aku.''


Lagi-lagi aku tak kuasa menahan tangis.

__ADS_1


Berderai, air mataku, saat dia sering menolak aku.


Berkali-kali aku berkaca. Aku sudah tua? Sejijik itukah dia sama aku? Aku pelukpun, dia menolak. Apalagi aku minta peluk, dia langsung menjauh dari aku. Bayangkan.....aku ini perempuan normal. Aku masih punya hasrat. Tiga belas tahun....aku memendam semua itu.


''Oh....jadi anak pertama kamu sekarang usianya berapa?'' tanya Bayu.


''Lho kamu nggak tahu...dia sudah mau SMP Kelas I.'' sebutku.


''Jadi, si Fira itu anak kedua?'' tanyanya lagi.


''Iya...dia anak aku yang kedua.'' jelasku.


''Tunggu.....aku boleh nanyak lagi nggak?''


''Kata kamu, nggak pernah berhubungan selama 13 tahun. Kok bisa kamu hamil?'' tanya Bayu, keheranan.


''His...jawab nggak ya.'' kataku, sengaja membuat Bayu penasaran dulu.


''Iya....kok bisa punya Fira? Selama tiga belas tahun nggak berhubungan badan?'' ulangnya lagi.


''Kamu ini lugu atau pura-pura lugu.'' selorohku.


''Itu....anak aku dengan.....,'' kataku tak melanjutkan kalimatnya.


''Dengan Bos Robert?'' sambungnya.


''Enak aja......,'' balasku.


''Jadi.....itu anak kamu sama siapa? Aku nggak pernah lho ya....ngasih kamu anak.'' katanya dengan nada bergurau.


''Tebak aja sendiri itu anak aku sama siapa.'' kataku lagi memperjelas.


Bayu semakin penasaran dengan cerita aku.


''Nggak mungkin dong, anak aku sama Bos Robert. Aku aja, baru kenal dia, selama tiga tahun ini.'' kataku santai.


''Hmmmm....itu bukan anak kamu. Dia pasti keponakan kamu.'' tebak Bayu meyakinkan.


''Salah. Wajahnya aja mirip banget sama aku. Berarti dia itu anak aku!'' kataku.


''Hmmm...iya sudah....anak kamu. Tapi, sumpah aku nggak menemukan jawabannya. Itu anak kamu sama siapa.'' tegas Bayu.


Aku memintanya memberikan jawaban yang tepat.


''Kalau kamu bisa memberikan jawaban yang tepat, itu anak aku sama siapa, aku akan beri kamu hadiah kejutan.'' kataku memberi janji pada Bayu.


''Hahahaha....serius....nih. Tiket jalan-jalan ke Labuhan Bajo ya.'' sebutnya meminta padaku.


''Enak aja. Mau berapa puluh juta kalau aku biayai kamu jalan-jalan ke sana. Mendingan aku pakai buat bulan madu sama Bos Robert, kalau aku jadi nikah sama dia.'' sebutku, dan kalimat yang terakhir, aku pelankan saat mengatakannya.

__ADS_1


''Serius sampai punya rencana ke jenjang itu?'' tanya Bayu semakin terperangah dengan cerita-cerita aku.


''Oh...iya dong. Hahahahahah!'' selorohku penuh bangga.


__ADS_2