Maaf Suamimu Aku Pinjam

Maaf Suamimu Aku Pinjam
Ada Staf Baru


__ADS_3

Tanggal tua, bawaan malas. Mau makan enak, nggak ada uang. Sebenarnya ada, tapi buat cadangan sampai akhir bulan. Kalau aku pakai makan, bisa saja. Tapi, gajian masih kurang seminggu lagi.


''Kepengen Makan Asam Pedas Tapi Nggak Punya Uang''


Aku menuliskan pesan itu di story WA.


Fitri langsung meresponnya.


''Pakai uang aku yuk Kak, maemnya. Aku masih ada pegangan nih.'' kata Fitri datang ke meja kerjaku.


''Hmmm. Nggak ah. Tunggu gajian.'' kataku menolak tawaran Fitri.


''Ayolah Kak. Nanti waktu sudah gajian, giliran Kakak traktir aku yang enak-enak ya!'' sebut Fitri.


''Hmmm. Cerdas banget nih bocah,'' celetukku. Hingga akhirnya aku mau saja, ditraktir sama Fitri.


''Kita pakai mobil aja ya, makan ke rumah makan seafood Pak Dollah!' sebutku.


Fitri langsung setuju.


***


Lama, nggak makan di Rumah Makan Seafood Pak Dollah ini. Apalagi, sejak tunjangan berkurang, gara-gara buat bayar angsuran mobil. Jadi, makan pun aku pilih makan yang sederhana, asal bikin kenyang.


''Sudah lama ya Kak, kita jarang makan disini.'' kata Fitri.


Aku hanya menganggukkan kepala, karena aku masih asik main ponsel.


''Kak, besok katanya ada staf baru, pindahan dari Pekanbaru.'' cerita Fitri, dan aku acuh tak acuh mendengar cerita dia.


''Tadi, dia cuma setir muka aja. Jumpa sama bos Robert, terus balik. Katanya mulai ngantor, besok!'' cerita Fitri lagi.


''Oh ya?!'' sahutku, masih acuh tak acuh buka chat-chat orang yang belum sempat aku balas.


''Dia ganteng Kak,'' sebut Fitri cengar-cengir.


''Kalau ganteng, ambil aja untuk kamu!'' sebutku.


''Ih kakak apaan sih! Tapi asli dia ganteng banget. Seperti Tengku Wisnu!'' kata Fitri lagi penuh antusias.


''Beuh.....penggemar Tengku Wisnu. Besok, selamat mengejar Tengku Wisnu dari Pekanbaru itu ya. Siapa tahu kalian berjodoh.'' kataku bergurau.


''Tapi, kalau dia sudah punya orang. Gimana mau aku kejar Kak!?'' celetuk Fitri.


''Hmmmmm...kamu kejar juga nggak apa. Asal kalian sama-sama mau!'' selorohku dan Fitri lagi-lagi malah cengar-cengir terus dari tadi.

__ADS_1


Tak lama, orderan makanan seafood mereka, datang.


''Fit, makasih ya, traktirannya hari ini.'' sebutku sebelum makan.


''Ih Kakak ini aneh. Makasih itu, nanti kalau sudah selesai makan Kak,'' protes Fitri.


Aku gantian cekikikan, karena melihat raut wajah Fitri yang polos tapi lucu itu. Kuakui, Fitri itu usianya masih muda. Tapi, aku suka berteman dengan dia. Dia nggak pernah pelit sama aku. Begitu juga aku, berusaha nggak perhitungan kalau sama dia.


''Sebenarnya aku sudah lama Kak, mau makan seafood Pak Dollah ini. Karena nggak ada kawan, jadi ya pending dulu keinginannya. Eh tadi Kakak nulis status pengen makan seafood, ya udah aku ajakin aja kesini,'' cerita Fitri sambil terus melahap makanan yang ada di depannya.


''Ketam, gonggong, asam pedas, semua kesukaan Kakak,'' kataku serius.


''Juice alpukatnya, segar banget.'' imbuhku lagi, setelah menyeruput juice alpukat yang juga ada di depan aku.


''Kakak, kapan-kapan kita makan di rumah makan, Dapur Asap. Beuhhhh. Enak banget, menu tongkol suwirnya. Kakak pasti ketagihan, pengen makan siang terus disana!'' masih menurut cerita Fitri.


''Hmmm. Boleh kapan-kapan kita coba. Tunggu gajian. Ingat. Giliran aku yang bayar ya!'' kataku bernegosiasi sama Fitri.


***


Aku terpana, saat seorang pria tampan, berperawakan tinggi besar, memasuki ruang kerjaku.


Dia mengucap salam terlebih dahulu dan tiba-tiba menyebut nama aku.


''Kalau boleh tahu, siapa ya Mbak Winona.'' tanyanya.


''Katanya saya akan jadi partner kerja,'' sebutnya.


Setengah bingung aku mencerna kalimat dia. Partner kerja? Tapi aku nggak bertanya lebih lanjut, apa maksud dia sebagai partner kerja.


''Saya Adrian, dari pekanbaru. Panggil saja, Adri. Kebetulan, saya pindah tugas, karena harus merawat orang tua, di kota ini.'' sebutnya memperkenalkan diri.


Aku hanya tersenyum tipis, memberikan salam kenal, buat dia.


''Oke, silakan. Kebetulan, meja disana memang kosong. Kemarin, orangnya minta pindah tugas ke daerah lain.'' sebutku, dan dia langsung menuju ke sana.


Sepertinya memang benar kata Fitri. Dia mirip banget dengan Tengku Wisnu.


***


Ini, hari kedua aku kerja bareng sama Adrian.


Orangnya cekatan dan bisa diandalkan. Satu lagi, yang teristimewa, dia suka traktir makan siang! Ups!


''Kakak, Bang Adrian ajak kita makan.'' sebut Fitri lewat chat.

__ADS_1


''Aduh, satu ruangan pun, mau ngomong pakai chat! balasku, dengan kububuhkan emoticon orang tertawa.


''Iya biar nggak tahu Bang Adrian!'' jawab Fitri yang balas membubuhkan orang yang menutup wajahnya, tanda orang malu.


''Ciee....Bang Adrian ajak makan siang kita. Jangan-jangan aku jadi obat nyamuknya. Soalnya yang diajak makan, kamu aja kali.'' celetukku masih membalasnya lewat chat di whatsappku.


''Ih apaan Kakak ini.'' kata Fitri lagi.


''Kak, kita siap-siapa makannya jam 12.00 wib ya, kata Bang Adrian.'' jelas Fitri kemudian.


''Iya....iya....nona Fitri. Aku oke oke aja. Nanti kamu naik mobil aku aja ya. Atau....mau perginya sama Bang Adrian?'' kataku mencoba menggoda Fitri.


''Hahahahah. Pakai mobil Kakak aja. Malu lah aku kalau nebeng di mobil dia!''


''Wkwkwkwk. Iya bagusnya, kalau di awal-awal, emang harus jaim!'' sebutku memberi saran ke Fitri.


''Kak, kalau dia juga mau nebeng sama mobil Kakak, boleh nggak ya. Dia kan nggak terlalu tahu jalan, disini. Apalagi orang baru.'' jelas Fitri.


Mungkin benar juga kata Fitri.


***


Akhirnya aku makan siang bertiga sama Fitri, dan si staf baru itu. Kata Adrian, dia pengen makan makanan khas Melayu. Akhirnya aku punya usul kalau makan seafood di rumah makan Pak Dollah.


Tanpa bertanya enak apa nggak, Adrian setuju saja, dengan usul aku.


Tapi, dia bilang, makanan seafood yang ada di kota ini, sungguh enak luar biasa.


''Kapan-kapan kita hunting kuliner khas melayu lainnya ya.'' kata Adrian memulai percakapan sembari menunggu orderan kami datang.


''Di Pekanbaru, kulinernya macem-macem. Tapi, yang khas, aku belum nemu, seperti di rumah makan Pak Dollah ini,'' katanya berkelakar.


''Hmm... apa iya,'' kataku membatin.


''Terserah dia deh, mau ngomong apa. Kita kan cuma diajak. Dia yang bayarin.'' gumamku lagi, masih dalam hati.


Adrian itu, orangnya asik. Ramah, dan mudah bergaul. Pantesan Fitri kesengsem banget sama sosok pria yang ada di depan aku ini. Siapa tahu, mereka berjodoh, aku kan turut berbahagia.


''Kapan-kapan, kalau ke Pekanbaru, aku ajak keliling kota.'' janji Adrian di depan aku dan Fitri. Kami hanya manggut-manggut saat mendengar dia bicara.


''Pekanbaru itu kota gede ya, setahuku,'' kataku sok tahu.


''Yup. Bener!'' jawab Adrian.


''Nyaris seperti kota metropolitan,'' imbuhnya.

__ADS_1


''Ceweknya pastinya cantik-cantik ya, disana!'' celetukku tak sengaja.


Dia terkekeh. Tak membenarkan atau tak menyalahkan, pernyataan aku tadi. Tapi, yang pasti, kami bertiga melepas tawa barengan.(bersambung)


__ADS_2