Maaf Suamimu Aku Pinjam

Maaf Suamimu Aku Pinjam
Gara-Gara Es Krim


__ADS_3

''Gajian masih lama. Siapa, yang mau ajak aku makan siang gratis ya?!''


Itu status iseng yang aku tulis di instastory ponselku.


Orang yang paling pertama meresponnya, siapa lagi, kalau bukan Bos Robert.


''Ayok, aku jemput, kalau mau makan siang!''


''Nggak!'' balasku, sok-sok menolak.


''Ayoklah. Temani aku makan. Kita cari makanan yang murah meriah, tapi enak.'' ajaknya membujukku.


''Huaaaaaa. Mana ada....hari gini makanan murah meriah tapi enak!'' kataku mengejeknya.


''Ayoklah. Jangan banyak omong. Temani aku makan. Mulai dari pagi sampai jam segini, aku belum makan.''


''Ya udah, jemput aku!'' kataku, akhirnya mau diajak sama Bos Robert.


Hari ini, kebetulan Mas Arga ada tugas keluar kota. Jadi, aku malas masak. Karena hanya berdua sama Fira. Bahkan, sudah hampir tengah hari, kerjaku hanya rebahan di kamar, dan main ponsel, sama Fira.


Sudah jadi kebiasaan aku, kalau libur, selain malas mandi, aku juga malas kemana-mana. Posisi aku, bisa-bisa seharian di rumah saja, kalau nggak ada janjian sama orang.


''Ya dimana posisi kamu Mi,'' tanya dia.


''Hm....dia memang membiasakan diri memanggil aku Mami.'' gumamku yang senyum-senyum sendiri, tersanjung karena dipanggil Mami.


''Di rumah.'' jawabku dan Bos Robert langsung bilang mau on the way ke rumah aku.


''Tunggu ya, aku on the way!'' katanya seraya mengakhiri percakapannya dengan aku.


Tapi, belum juga sampai lima menit, dia menelepon aku lagi.


''Hmmm....apa lagi, sih!'' tanyaku kesal.


''Jangan marah-marah Mi, nanti aku kecup bibirnya baru tahu.'' katanya sambil melepas tawa.


''Ih apaan sih. Nanti Fira dengar!'' protesku padanya.


''Ajak Fira ya Mi, kita jalan-jalan kemana Mami dan Fira mau, ayah antarin!''


''Apa.....tadi abang bilang terakhirnya? ayah antarin?'' kataku meminta dia mengulangnya.

__ADS_1


''Kuping atau gantungan panci sih. Nggak ada review!'' tegasnya lalu dia menutup ponselnya.


Karena dia mau menjemput aku, aku pun buru-buru mandi. Berdandan secantik mungkin. Begitu juga Fira, aku mandikan dia. Saat aku bilang sama dia, kalau mau jalan sama ayah baik, Fira langsung kegirangan.


''Mi, nanti Fira mau minta boneka frozen ya Mi,'' katanya, seolah berusaha meloby aku, supaya aku meloloskan permintaannya.


Aku diam saja. Dia pun mengulangi mengatakan permintaannya tadi.


''Boleh ya Mi. Kan Fira belum punya boneka frozen.'' kata Fira lagi, mencoba bernegosiasi dengan aku.


''Nggak boleh minta yang aneh-aneh. Fira lupa ya pesan Mami. Nggak boleh kalau suka minta-minta sama ayah. Kasian ayah baik, nanti uangnya habis. Terus ayah nggak bisa makan.'' jelasku padanya memberi pengertian.


''Ngerti nggak apa kata Mami?!''


Fira hanya menganggukkan kepalanya sekali. Semoga saja, dia benar-benar mengerti apa yang aku nasehati tadi.


''Kalau Fira nggak suka minta aneh-aneh, nanti bakal diajak jalan terus sama ayah baik.'' kataku lagi, mempengaruhi dia.


''Mau kan....diajak jalan?''


Dia mengangguk lagi. Tanda dia mengerti apa percakapanku tadi.


''Mie...kalau minta ice cream KFC, boleh nggak Mi. Fira haus. Pengen ice cream!'' katanya lagi, masih mencoba merayuku.


Setengah jam setelah bersiap di ruang tamu, Bos Robert datang. Sepertinya, Fira mulai akrab dengan Bos Robert. Begitu Bos Robert dilihatnya turun dari mobil, Fira langsung menghambur ke arahnya.


''Ayah baik........!!'' teriak Fira, dan Bos Robertpun meraih anak gadisku itu ke dalam pelukannya.


''Beuh....anak gadis Mami ini, cantik banget sih. Jalan-jalan kita.....,'' ajak Bos Robert, dan Fira menganggukkan kepalanya.


Dikecupnya, kening Fira. Digendong, dan diajaknya masuk ke mobil.


Aku menyusulnya, setelah aku mengunci pintu rumah aku.


***


Di perjalanan. Fira tak henti bercerita tentang dunia dia, yang punya boneka kuda poni. Aku dan Bos Robert, mendengar ceritanya sambil tertawa.


''Ayah...nanti Fira mau ice cream KFC ya.'' katanya, manja sama Bos Robert.


''Iya....sayang. Nanti kita beli ice cream ya. Fira suka ice cream KFC ya.'' kata Bos Robert merespon permintaan Fira.

__ADS_1


''Fira...! Fira lupa ya yang Mami bilang tadi di rumah?!'' kataku mencoba mengingatkan dia.


''Kalau mau diajak jalan sama ayah baik, nggak boleh minta aneh-aneh. Ingat kan....kata Mami tadi?'' ulangku.


''Ngerti nggak, Nak?'' kataku pelan, padanya.


''Iya, Mami. Kasian ayah baik, nanti uangnya habis kalau Fira minta jajan terus.'' katanya menambahkan kalimat aku yang tadi.


''Ya ampun.....pinter banget, anak Mami ini!'' puji Bos Robert sambil mengelus-elus kepala Fira.


''Kalau cuma ice cream, ayah sanggup belikan!'' kata Bos Robert. Seketika aku langsung emosi. Padahal, baru saja aku mengajari Fira untuk tidak minta jajan yang macem-macem. Ternyata sama Bos Robert malah dijanjiin mau dibelikan ice cream. Sia-sia jadinya nasehat aku ke Fira tadi.


''Nggak lucu tahu, aku tadi nasehati dia, eh kamu malah janjikan dia beliin ice cream.'' kataku lewat chat. Karena aku takut, kalau Fira bakal mengerti apa yang aku katakan ke Bos Robert.


Dia belum buka ponselnya, karena memang lagi fokus menyetir mobil.


Sampai di pelataran KFC, kulihat Fira riang gembira. Pasti dia membayangkan segera makan ice cream.


''Mi. Nanti beli ice creamnya satu aja ya. Makannya kita bagi dua sama Mami aja ya.'' celetuknya, saat membuka pintu KFC.


''Nah, begitu dong. Itu baru anak Mami, pinter.'' pujiku.


''Jangan belikan dia ice cream lebih. Beli satu saja. Karena dia mau bagi dua sama aku.'' bisikku ke Bos Robert.


Bos Robert diam saja tak merespon perkataanku.


''Satu ice cream aja Mbak.'' kataku, pada karyawan KFC, mendahului Bos Robert.


Karyawan itu pun hanya memberikan satu cup ice cream yang diminta Fira. Bos Robert membayar tagihannya dan kami duduk bertiga disana, meski hanya menikmati satu cup ice cream. Sedangkan Bos Robert, hanya order kentang goreng dan minuman botol air putih.


''Mi. Kita tiap hari kesini ya.'' pintanya.


Aku diam saja tak merespon perkataannya. Karena aku pura-pura sibuk otak-atik ponselku.


''Ya....Mi. Fira mau ice cream lagi, besok.'' katanya lagi dengan polosnya.


''Kamu, sibuk main ponsel. Chat sama siapa sih?!'' tanya Bos Robert curiga.


''Nggak ada. Mama aku minta dibelikan pot bunga.'' jelasku padanya.


***

__ADS_1


Pulang jam 21.00 wib. Bos Robert mengantarku dan Fira, sampai depan rumah. Tapi, sebelum berpisah, dia mengecup pipiku, tanpa izin, dan berbisik lirih, di telingaku, i miss you.


''Selamat malam dan sampai jumpa hari Senin ya, Mi...di kantor. Miss You,'' katanya, buat aku tersanjung. Tapi, aku was-was banget, takut Fira terbangun, dan melihat tanganku dipegang Bos Robert. Untung dia tertidur pulas. (bersambung)


__ADS_2