
Pagi di awal hari, jam 06.00 wib, Fira sudah bangun. Seperti biasa, dia mainan ponselnya. Untung aku ada uang lebih untuk belikan dia paket data. Kalau nggak punya uang lebih, pasti anak aku itu nggak bisa menikmati tontonan kesukaan dia yang ada di youtube.
Kudekati dia, langsung aku bisikkan, kalau harus siap-siap menjemput ayah baiknya.
Dia langsung meletakkan ponselnya, dan bergegas hendak ke kamar mandi.
''Tapi, dingin Mi,'' katanya mengurungkan niat mandinya.
''Iya, lagian siapa suruh mandi buru-buru. Fira aja yang terlalu semangat. Dibilang mau jemput ayah baik, Fira langsung lari ke kamar mandi.'' celetukku.
Dia cengir-cengir, mendengar ocehan aku. Lalu, dia kembali ke tempat tidurnya, rebahan di sampingku.
Kubilang sama Fira, mandinya satu jam lagi. Biar nggak terlalu dingin.
Ia manggut-manggut saja, sembari masih asik memainkan ponselnya.
''Fira, Mami mau tanya. Fira sayang nggak sama ayah baik?'' tanyaku iseng, ke Fira.
''Sayang, Mi.'' jawabnya lembut.
''Kenapa, Fira sayang sama ayah baik?'' tanyaku lagi ingin mendengar jawabannya yang polos.
''Iya Mi, ayah baik suka beliin Fira es krim yang di KFC, sama suka beliin boneka kuda poni dan barby.'' sebutnya tanpa jeda, dan penuh semangat.
''Terus, kalau sama ayah Arga?'' tanyaku, sambil membelai rambutnya, dengan penuh kasih sayang.
''Sayang juga, Mi.'' ucapnya tapi terkesan acuh tak acuh, saat mengucapkan itu.
''Hmmm.....''
''Mi......ayah baik, nanti jemput kita kan?'' tanya dia dengan polosnya.
''Lho....kebalik, sayang. Kita yang jemput ayah baik di pelabuhan.'' jelasku.
''O......iya ya....Mi.''
Kudengar ibu sudah sibuk di dapur. Jadinya, aku menghampiri ibu, membantunya mempersiapkan sarapan pagi.
''Ibu.....masak apa. Sini Winona yang mengerjakannya.''
''Ini, ibu buat nasi goreng. Nanti kalian sarapan ya.....''
''Hmm....sedap, bau nasgornya. Pasti lezatttttt.'' celetukku sembari menghirup dalam-dalam aroma nasgor yang menyebar di ruangan dapur.
Tak lama, Fira juga menghampiri kami berdua di dapur.
Dia bilang lapar, pengen sarapan lontong sayur.
''Sayang.....lontong sayurnya nanti saja, ya Nak. Ini, nenek masakin kita nasi goreng spesial. Enak.......,'' kataku mencoba meyakinkan Fira.
Aku coba mencicipinya sesendok dulu, dan akhirnya dia suka. Kata dia, memang sedap dan lezat, rasanya.
''Mi, nanti kita jemput ayah baik jam berapa?'' tanya Fira di sela-sela sarapan sama aku.
__ADS_1
Ibuku langsung melirik ke arahku.
''Aku curiga, kenapa dia sering bepergian sama kamu.'' kata ibu mulai mencurigai aku lagi.
''Dia bos aku, bu.'' kataku berusaha memberi penjelasan.
''Iya. Ibu tahu. Tapi, kenapa dia sering sama kamu. Ibu amati, kalau kamu balik ke rumah ibu, dia selalu jemput kamu, dan kalian balik ke Tanjungbalai, barengan bukan?'' tanya ibu, lebih detail.
''Oh....jadi yang disebut-sebut ayah baik sama Fira itu, bos kamu. Pak Robert, kepala dinas di kantor kamu kan?'' tanya ibu lagi.
Aku hanya diam.
''Saran ibu, jangan kamu teruskan, jalan bareng sama dia. Apalagi untuk kejiwaan Fira. Itu nggak bagus.'' katanya panjang lebar.
Ibu bilang, dia sudah curiga sejak Bos Robert ikut ke acara nikahan keluarga ibu, di Jakarta.
''Jujur. Ibu mau tanya. Jawab jujur.'' katanya dengan mata melotot.
''Waktu kita pergi ke Jakarta kemarin, kamu dan dia sebenarnya sudah ada hubungan kan? Ibu bisa baca itu, dari bahasa tubuh kalian. Seperti sepasang kekasih. Ibu hanya membatin. Semoga itu tidak benar. Kata kamu, waktu itu, kebetulan ada tugas keluar kota. Makanya sekalian barengan. Terus ditambah lagi dia yang belikan tiket perjalanan kita. Pasti dibalik semua itu ada maksud yang tersembuyi.'' kata ibu lebih panjang lebar lagi kata-katanya.
Duh! Kalau seperti itu aku nggak bisa jawab. Karena memang benar yang ibu katakan itu. Aku sama sekali nggak bisa membantah semua kata-kata ibu.
''Kalau memang kamu ada hubungan, perjelas dulu. Jangan kamu teruskan,'' ulang ibu.
''Mi, Fira mau mandi.''
''Iya, sana Nak.''
Tak lama, dia pun sudah bersiap, menunggu aku di ruang tamu.
''Iya sayang....sabar.''
Aku pun pamit sebentar sama ibu, mau ke pelabuhan, menjemput Bos Robert.
''Yuk....sayang,'' kataku menggandeng tangan Fira.
''Mi, nanti kalau panas gimana?'' protesnya.
''Hmmm...manja banget anak gadis Mami ini.'' celetukku.
Karena pakai motor, dia aku lengkapi dengan helm anak-anak, jaket dan kacamata kesayangannya.
''Cantik banget ya anak Mami ini, kalau pakai kacamata hitam.''
Dia cengir-cengir.
''Mi, ayah baik nanti naik motor sama kita dong?'' katanya, lagi-lagi bahas ayah kesayangan dia.
''Mi, cepetan Mi. Kasihan ayah baik nanti menunggu lama di pelabuhan.'' katanya seolah mengkhawatirkan Bos Robert.
Aku pun mempercepat laju motorku.
Tiba di pelabuhan, kulihat kapal ferry ocean jaya belum bersandar. Kata petugas pelabuhan, kapal tujuan Tanjungbalai-Tanjungpinang itu akan tiba di dermaga pelabuhan Sri Bintan Pura, lima belas menit lagi.
__ADS_1
''Mi....ayah baik lama ya datangnya.'' katanya padaku.
Ditambah lagi, hari mulai panas. Teriknya sinar mentari mulai membakar kulit.
*Tetttttt......
*Tettt...
Kapal Ferry Oceana Jaya itu akhirnya bersandar. Satu persatu, aku pelototi, siapa-siapa yang turun dari kapal ferry itu.
Seorang pria usia empat puluh lima tahunan berbaju PDH itu, menghampiri aku dan Fira.
''Ayah baik.....,'' sapa Fira, dan langsung dia menghambur ke pelukannya.
''Manja banget dia, sama Bos Robert,'' pikirku.
Aku nggak tahu, haruskah aku senang atau sedih, melihat pemandangan itu. Sementara, Fira nggak pernah sebahagia seperti itu, saat bersama ayahnya sendiri.
''Anak gadis ayah baik ini, memang cantik ya.'' kata Bos Robert, seraya mengecup kening Fira penuh kasih sayang.
''Sarapan yuk.'' ajaknya.
''Sarapan apaan. Sudah terlambat,'' kataku sewot.
''Hehehehe. Maksud ayah, makan siang. Ini kan sudah jam 13.00 wib siang!'' katanya mengklarifikasi ajakannya.
''Ayah baik, Fira mau es krim KFC.'' tiba-tiba Fira request makanan kesukaan dia, ke Bos Robert.
Aku langsung protes ke Fira.
''Fira. Mami nggak suka ya, kalau Fira sering minta-minta sama ayah baik.''
''Es krim nya nanti kita beli ya sayang!'' jawab Bos Robert.
''Tapi kita makan siang dulu ya. Ayah lapar banget. Sejak pagi belum ada sarapan.'' keluh Bos Robert sembari memegangi perutnya.
''Oke deh,'' jawab Fira dengan wajah cerianya, karena dijanjikan mau dibelikan es krim KFC, sama Bos Robert.
''Kenapa sih Fira kalau ke rumah nenek nggak bilang sama ayah baik. Main pergi-pergi aja. Ayah baik, ditinggalin sendiri. Nggak ada teman.'' katanya, sambil melirik ke arahku.
Akhirnya kami bertiga, naik motor menuju rumah makan padang. Katanya, dia ingin makan rendang daging.
''Mi....kapan ya aku dimasakin rendang daging kayak begini.''
''Aku nggak bisa masak!'' jawab aku ketus.
''Sudahlah Mi, jangan marah-marah terus sama aku. Sepertinya Mami nggak senang aku datang.'' kilahnya.
''Iya nggak senang. Lagian siapa suruh datang!'' kataku menimpalinya.
''Jangan begitu dong Mi, aku kangen berat sama kalian.''
''Bohong!'' sahutku.
__ADS_1
''Belahlah dadaku kalau nggak percaya!'' tantangnya bergurau.
''Gombal!'' sahutku masih pasang wajah sinis.(bersambung)