Malaikat Tak Bersayap

Malaikat Tak Bersayap
Pengumuman


__ADS_3

Hai semua, aku datang untuk menyapa kalian...


Sebelumnya aku mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang muslim.


Maaf, untuk saat ini aku belum bisa membuat karya baru di NT, karena aku sedang menggarap novel di apk F1zzo. Untuk kalian yang memiliki apk tersebut, silahkan mampir ke karya aku yang berjudul " Are You Female"


Spoiler :


Di kamar Hotel..


Anya mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam. Namun, yang ia ingat hanya saat dirinya, Nicky dan Ryan menghabiskan malam dengan minum di diskotik. Setelah itu ia tidak ingat apa-apa lagi. Anya memijat pelipisnya untuk merilekskan pikiran.


Sinar matahari yang masuk lewat celah gorden membuat Nicky mengerjapkan mata. Ia perlahan bangun, napasnya tertahan melihat Anya di sampingnya. Apalagi saat matanya melihat bahu putih Anya. Nicky menurunkan pandangan ke tubuhnya. Ia terlonjak mendapati dirinya tidak memakai baju.

__ADS_1


" An-Anya a-apa yang terjadi?" tanyanya gagap.


Suara Nicky membangunkan Ryan. Ryan bangkit dari tidurnya dan terlihat bingung. Ia menggaruk tengkuknya sambil menguap. Berusaha mengumpulkan kembali nyawanya yang tercecer. 


Mata Nicky hampir saja keluar dari tempatnya melihat Ryan ada di ranjang yang sama dengan dirinya. Sementara Anya hanya diam membisu, berharap ini semua hanya mimpi atau halusinasinya saja. Ryan terlihat seperti orang bodoh, ia memandangi Anya dan Nicky bergantian. Otaknya sedang mencerna apa yang terjadi. Bahkan ia tidak menyadari kalau kedua teman bahkan dirinya tidak memakai baju.


"Apa yang sudah kalian lakukan pada gue?" Suara Anya terdengar dingin dan tajam. Wajah Nicky berubah pias. Sama halnya dengan Anya ia juga tidak ingat apa-apa. Pria itu juga terlihat kesusahan menelan ludahnya. 


"Ada apa sih?" tanya Ryan polos. Pria itu masih belum memahami apa yang terjadi.


Nicky beralih menatap Ryan, barangkali pria jangkung itu bisa menjelaskan. Namun, Ryan hanya diam dengan wajah bigungnya. Rasanya Nicky ingin menampar wajah Ryan agar temannya itu segera sadar.


"Brengsek!" Anya tidak bisa lagi menahan diri. Ia menendangkan kakinya di bawah selimut sehingga Ryan terjatuh ke lantai.

__ADS_1


Ryan meringis mengusap bokongnya. Ryan melihat pakaian mereka bertiga berserakan di lantai. Bahkan kini tangannya menghimpit sebuah kain kacamata milik Anya. Matanya terbuka lebar, otaknya kembali berfungsi dengan baik. Pria itu kini sadar kalau sesuatu yang buruk mungkin telah terjadi. Ryan menelan kasar ludahnya, ia segera bangkit dan memunguti pakaiannya dengan tangan gemetar.


"Kenapa masih disini?" Anya berteriak marah. Matanya memerah menatap nanar kedua temannya itu.


Takut mendapat tendangan serupa, Nicky bergegas turun dari ranjang. Sementara Ryan mulai memasang celana dan bajunya. Nicky mengemasi pakainnya dengan tergesa yang berceceran cukup jauh.


"Dalam hitungan tiga kalau kalian masih di kamar ini, gue pastikan kalian keluar dari kamar ini tanpa nyawa," teriak Anya.


"Satu!"


Mendengar kalimat penuh ancaman dari Anya kedua pria itu bergegas berlari terseok menuju pintu. Bahkan Nicky belum sempat memasang bajunya. Ia memeluk pakaiannya di dada. Begitu mereka sudah ada di luar kamar, keduanya saling pandang sambil mengatur nafas yang memburu. Sorot mata keduanya menyiratkan seperti meminta penjelasan dengan apa yang terjadi.


...----------------...

__ADS_1


Perasaan dengan ceritanya langsung aja kesana... Aku tunggu komentar kalian disana guys...


Salam sayang untuk semua pembaca setiaku..😘😘


__ADS_2