
Albert mengeluarkan bola Kristal dan menaruhnya di meja. Melihatnya Matthew mengerutkan keningnya. Bukankah mereka sudah di tes oleh Albert? Kenapa mereka harus melakukannya lagi? Di depan orang asing pula. Sebegitu percayanyakah kedua orang tuanya dengan tamu di depan mereka ini, sampai-sampai mereka berani menunjukkan talenta elemen anak-anaknya kepada tamu ini?
“Ayah bukannya kita sudah melakukannya?”ucap Matthew dengan mengedipkan matanya ke arah Albert seolah tengah memberi kode agar Albert tetap menjaga rahasia mereka.
Yang Matthew dapatkan hanya sebuah senyuman dari Albert. “Tenang saja anak-anak, kalian bisa mempercayai orang ini. Dia adalah Kepala Akademi Andradius, setidaknya dia harus mengetahui elemen kalian agar kalian untuk bisa mengetahui apakah kalian layak untuk diberi pengecualian agar bisa masuk ke Akademi Andradius. Jika kalian berada di Akademi Andradius kalian tidak akan perlu khawatir dengan organisasi gelap itu.” jelas Albert.
“Baiklah Ayah. Kami mengerti.” Jawab Ellie.
Tanpa menunggu aba-aba lagi Ellie mendahului kedua saudaranya meletakkan kedua tangannya di atas bola Kristal. Ia sudah pernah melakukan hal ini jadi ia tidak lagi menunggu intruksi dari Ayahnya. Satu persatu bola elemen bermunculan di dalam bola Kristal tersebut.
Kepala akademi yang melihat hal itu terkaget tidak percaya ketika dia berhasil menghitung empat elemen muncul di dalam bola Kristal yang dipegang Ellie itu.
“Demi Dewa. Kalian benar-benar tidak berbohong padaku. Anakmu ini benar-benar memiliki telenta yang melebihi diriku. Diusia yang sekarang mereka bisa memiliki empat elemen. Aku tidak percaya bisa menemui anak dengan talenta sebagus ini.” ucap Kepala Akademi tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya.
Setelah Ellie selesai melakukan tesnya, kini giliran Jasper melakukan tesnya. Tidak banyak yang berubah. Jasper masih tetap memiliki empat elemen. Satu persatu elemennya muncul di bola Kristal. Lalu yang terakhir Matthew yang bergantian mengetes elemen yang dimilikinya.
Pandangan dari Kepala Akademi berubah menjadi sangat serius ketika melihat elemen yang dimiliki oleh Matthew. Pasangan suami istri itu tidak berbohong padanya mengenai elemen yang dimiliki anak-anak mereka. Namun ini sulit dipercaya.
Kepala Akademi menatap serius ke arah Albert. “Apa Kau tidak berbohong padaku soal umur mereka Sebastian?” tanya Kepala Akademi masih ingin memastikan kebenaran fakta disaksikannya.
Jika anak yang ada di depanya ini berumur tiga belas tahun, mungkin Kepala Akademi akan sedikit mempercayainya. Jika memang seseorang memiliki talenta yang bagus, orang tersebut memang bisa membangkitkan elemen dalam diri mereka tanpa bantuan dari Kristal elemen.
Namun hal itu butuh waktu yang lama. Bertahun-tahun. Lalu, orang yang bertekad membangkitkan seluruh elemen yang mungkin saja masih tertidur dalam diri mereka, harus berfokus untuk membangkitkan elemen tersebut.
Orang yang seperti itu biasanya hanya memiliki potensi yang kecil dalam dunia profesional, karena seluruh waktu mereka tersita untuk membangkitkan elemen mereka. Beda cerita dengan anak para bangsawan atau anak dari keluarga profesional, mereka bisa memusatkan beberapa harta mereka untuk memfasilitasi perkembangan anggota keluarga mereka.
Biasanya mereka akan menyuruh anak-anak mereka untuk bermeditasi di atas rune pengumpul elemen. Namun, untuk mengaktifkan rune tersebut diperlukan sumberdaya yang luar biasa. Untuk sekali pakai, rune tersebut membutuhkan lima buah Kristal elemen tingkat rendah.
Itu pun hanya cukup untuk memfasilitasi dua orang selama tiga jam. Bisa dilihat bahwa rata-rata satu orang membutuhkan dua setengah Kristal elemen tingkat rendah untuk sekali latihan.
Satu buah Kristal elemen tingkat rendah dijual dengan harga 100 keping emas. Rata-rata pendapatan sebuah keluarga sederhana di dunia ini adalah 4 keping silver selama satu bulan. Dari situ saja bisa terlihat berapa besar uang yang diperlukan untuk memfasilitasi seseorang masuk ke dunia profesional.
Oleh karena itu, biasanya hanya anggota inti dari keluarga bangsawan atau keluarga profesional yang bisa mendapatkan fasilitas tersebut. Seseorang harus berlatih bermeditasi di rune pengumpul elemen sedikitnya tiga kali dalam seminggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Bisa dihitung, berapa besar uang yang harus dikeluarkan untuk memfasilitasi latihan tersebut.
__ADS_1
Kepala akademi sendiri hanya memiliki empat elemen ketika memasuki Akademi Andradius ketika berusia empat belas tahun. Itu pun setelah keluarganya memusatkan seluruh sumberdaya mereka kepada dirinya yang saat itu sudah membangkitkan elemennya secara alami di usia tujuh tahun. Dulu dia dianggap sebagai seorang yang jenius dan disanjung-sanjung di kota asalnya.
Lalu bagaimana dengan kedua anak di depannya? Kepala Akademi yakin mereka tidak pernah melakukan meditasi di atas rune pengumpul elemen. Jika memang iya, maka biaya yang keluarkan untuk memfasilitasi kedua anak tersebut menyamai pendapatan sebuah kerajaan selama dua tahun.
Tidak mungkin bukan sebuah kerajaan memusatkan seluruh pendapatan mereka selama dua tahun untuk mengembangkan kemampuan seseorang. Apalagi kedua anak di depannya, yang meskipun memiliki darah anggota kerajaan, tidak diketahui keberadaannya oleh Kerajaan Deluce.
Meskipun seseorang berlatih di rune pengumpul elemen, itu juga tidak menjamin mereka akan membangkitkan elemen-elemen lainnya. Itu tergantung dengan talenta dasar yang mereka miliki.
Jadi, tidak mungkin seseorang akan menuangkan seluruh sumber daya yang mereka miliki untuk memfasilitasi seseorang dan bertaruh mereka akan membangkitkan elemen-elemen lain.
Semua itu mustahil menurut Kepala Akademi. Ia tidak bisa menemukan alasan untuk membenarkan talenta yang dimiliki oleh kedua anak di depannya ini. Satu-satunya kemungkinan yang terpikirkan oleh Kepala Akademi adalah kedua anak ini berusia tiga belas tahun, sama seperti lamanya kedua orangtua mereka menghilang, dan selama ini mereka hanya fokus untuk melatih elemen mereka.
Albert menggelengkan kepalanya pelan mendengar ucapan Kepala Akademi. “Aku tidak berbohong mengenai umur mereka. Kau bisa mengeceknya sendiri Kepala Akademi. Mereka memang masih berusia sepuluh tahun.”
Tanpa menunggu lama, Kepala akademi mendekat ke arah Ellie dan meraih tanganya. Kepala akademi lalu memusatkan konsentrasinya dan melakukan teknik khusus yang biasa digunakan untuk mengecek umur seseorang.
Teknik khusus ini sering dilakukan ketika Akademi melakukan penerimaan murid baru. Mereka memiliki batasan umur untuk murid yang akan masuk ke akademi, jadi ini adalah hal yang cukup mudah untuk kepala akademi mengetahui umur kedua anak di depannya.
Kepala akademi membelalakan matanya setelah mengetahui kebenaran umur Matthew, Jasper, dan Ellie setelah melakukan sepuluh kali tes kepada keduanya.
“Mereka benar-benar berusia sepuluh tahun. Bagaimana mereka bisa memiliki elemen sebanyak itu diusia sepuluh tahun. Demi Dewa, mereka harus segera diamankan. Jika Black Shadow sampai mengetahui talenta yang mereka miliki, ini bisa berbahaya.” Jelas Kepala Akademi.
“Jadi, apakah Kau akan memberi pengecualian kepada mereka dan menerima mereka sebagai murid akademi? Dua bulan lagi adalah tahun ajaran baru di akademi bukan? Jadi bisakah mereka bergabung dengan Akademi Andradius?” tanya Elisa yang datang dengan empat gelas susu Cosen Cow dan beberapa camilan.
Elisa mendengar semua pembicaraan mereka ketika ia menyiapkan semuanya di dapur. Memang seperti ucapan Kepala Akademi sangat tidak mungkin bagi anak berusia sepuluh tahun memiliki elemen sebanyak itu. Ia dan suaminya saja tidak mempercayai itu ketika mengetes elemen yang dimiliki anak mereka.
Selama ini ia hanya mengira anak-anaknya membangkitkan satu atau dua elemen sebelum mereka mencapai usia yang pas untuk melakukan latihan. Tetapi mereka memberikan kejutan yang begitu luar biasa dengan elemen-elemen yang mereka miliki.
“Untuk mereka bisa bergabung sebagai murid akademi, aku masih harus membicarakan ini dengan para tetua. Meski mereka memiliki banyak elemen, mereka belum mencapai kriteria untuk menjadi murid akademi.”
“Dari dekat memang aku merasakan bahwa mereka mulai berlatih seperti profesional. Namun kekuatan mereka hanyalah di tingkat Besi I, masih sangat jauh dari Perunggu IV. Jadi aku sendiri tidak bisa memberi keputusan hal itu Amore. Tetapi Kau tidak perlu khawatir. Aku tetap akan membawa mereka ke akademi.”
“Kita masih memiliki kewajiban untuk melindungi talenta-talenta anak jenius seperti anak kalian ini. Jika hanya tinggal di akademi, aku bisa memakai wewenangku sebagai kepala akademi untuk memberikan tempat tinggal bagi mereka.” Jelas Kepala Akademi.
__ADS_1
Elisa bernafas lega mendengar penjelasan dari kepala akademi. Setidaknya anak-anaknya akan aman jika mereka berada di akademi. Meskipun mereka tidak berada di sana sebagai murid, tetapi keamanan mereka masih bisa terjamin.
“Tidak apa-apa. Kami bisa menerima hal itu Kepala akademi. Yang terpenting mereka bisa aman dari organisasi itu.”
“Baiklah, kalian perlu bersiap-siap. Tiga hari lagi aku akan membawa mereka. Lalu bagaimana dengan kalian?” tanya Kepala Akdemi. Dirinya bisa melakukan teleportasi untuk membawa mereka pergi dari sini. Namun, jika ia membawa orang lain, ia tidak bisa melakukan teleportasi terlalu jauh.
Jika dirinya hanya membawa Matthew, Jasper, dan Ellie, Kepala Akdemi yakin ia bisa melakukan teleportasi sejauh tiga ratus kilometer dari sini. Namun jika ia juga perlu membawa Albert dan Elisa, ia hanya bisa melakukan teleportasi sejauh seratus kilometer.
Memang mereka bisa melakukan teleportasi jarak jauh. Namun, mereka harus membuat rune itu terlebih dahulu. Lalu, jika melakukan teleportasi lewat rune, gelombang energi yang dihasilkan bisa diketahui oleh musuh.
Apalagi ada kemungkinan musuh mengetahui tujuan mereka berteleportasi, dari rune yang mereka tinggalkan dan juga gelombang energy yang ada di sekitar rune. Ini sangat beresiko.
Memang mereka bisa memakai rune sekali pakai, yang membuat musuh tidak bisa memakai rune teleportasi yang mereka buat. Namun tetap saja akan ada residu yang menunjukan tujuan mereka. Belum lagi bahan-bahan untuk mempersiapkan semua itu.
Albert dan Elisa mengetahui maksud dari perkataan Kepala Akademi. Mereka tidak bisa mengikuti ketiga anak mereka dalam perjalanan ini. Mengetahui dirinya akan terpisahkan dari kedua anaknya untuk waktu lama membuat Elisa sedih. Ini adalah pertama kalinya dirinya terpisah dari anak-anaknya. Meski berat, Elisa mengetahui bahwa dia harus bisa menerima semua ini.
“Kami akan melakukan perjalanan ke arah utara satu jam sebelum keberangkatan kalian. Kami akan mengalihkan perhatian mereka. Aku yakin mereka belum mengetahui kedatanganmu Kepala Akademi.” Ucap Albert.
Albert mengetahui bahwa hanya itu yang bisa ia lakukan. Ini adalah kesempatan untuk mengamankan anak-anaknya. Ia tidak mau melewatkannya. Ia hanya bisa mengalihakan perhatian musuh ke arah utara, arah yang berlawanan dengan arah menuju akademi.
Kebetulan pula arah utara dari desa Sogremon adalah arah menuju Ibukota Kerajaan Deluce. Albert yakin dengan melakukan hal ini musuh akan mengejar mereka, karena berpikir bahwa Albert dan Elisa membawa anak-anak mereka untuk mencari perlindungan kepada Kerajaan Deluce.
“Apa Ayah dan Ibu tidak ikut kami? Jika kalian tidak ikut kami, lalu bagaimana dengan kalian? Bukankah itu akan berbahaya jika kita berpencar?” tanya Ellie khawatir.
Dari pembicaraan mereka, Ellie bisa memastikan bahwa tiga hari lagi hanya dirinya dan kedua Kakaknya saja yang mengikuti Kepala Akademi.
“Tenanglah Ellie. Semua akan baik-baik saja. Ini adalah hal yang terbaik yang bisa kita lakukan. Kau tidak perlu mengkhawatirkan keamanan kami. Aku dan Ibumu bisa mengatasi mereka Nak.” Ucap Albert mencoba meyakinkan anaknya.
“Ayahmu benar anak muda. Kedua orang tuamu ini salah satu jenius di akademi di angkatannya. Dengan kerjasama dari mereka berdua orang tua kalian bisa mengatasi musuh.”
“Ayahmu sudah mencapai tingkat Platinum IX, sedikit lagi dia akan mencapai tingkat Diamond. Dengan bantuan Ibumu yang berada di tingkat Platinum VII aku yakin tidak ada satu pun orang di tingkat Platinum yang bisa mengalahkan mereka.”
“Dari pengamatanku, hanya ada dua musuh di tingkat Platinum, orang tua kalian bisa mengatasi mereka. Kalian tenang saja.” Jelas Kepala Akademi menenangkan ketiga anak Albert dan Elisa.
__ADS_1